
Steven segera memberi obat demam, kebetulan obat demam selalu siap sedia di kotak obat. Heni lalu mengompres Kenzo dengan handuk basah hangat.
Berangsur-angsur demam Kenzo turun. "Mungkin Kenzo masuk angin, kelelahan dan kecapean terus menerus menangis sehingga demam ", pikir Steven dalam
hatinya.
Steven pun membiarkan Kenzo tertidur dan beristirahat, agar nanti bila bangun dari tidurnya, Kenzo bisa merasa lebih enakan dan lebih vit.
Steven pun menemani Kenzo tidur di kamar Kenzo, biasanya Kenzo akan senang sekali bila ditemani tidur di tempat tidur nya.
Benar saja ketika Kenzo bangun dan melihat ada Steven di tempat tidur nya, Kenzo langsung memeluk Steven, "Pa, Mer--ry ti--dak pu--lang?, ucap Kenzo ingin tahu.
"Adek Merry tidak akan pulang, itu adalah rumah Merry sekarang", Steven bingung harus menjawab apa.
"A--dek Mer--ry ka--si--han ke--na hu--jan", Kenzo dengan lugunya.
Steven pun terdiam mencoba mencari-cari alasan apa yang akan diberikan nya kepada Kenzo.
"Kenzo, badan nya Merry memang masih di dalam tanah, secara fisik itu memang akan di makan cacing, tetapi rohnya sudah ke surga.
Merry sudah bahagia, mungkin saja saat ini Merry ada di sini. dekat dengan kita. Mungkin juga Merry mendengar perkataan kita. Merry bisa melihat kita, tetapi kita tidak bisa melihat Merry", ucap Steven asal, karena Steven tidak tahu harus menjawab apa, jawaban itu lah yang terlintas di pikiran Steven.
Kenzo terlihat diam, mungkin saja Kenzo saat itu mengerti atau bingung tidak tahu apa yang harus di katakan nya lagi.
Steven tahu ketidak mengertian Kenzo.
"Kenzo, adek Merry sudah bahagia, tidak merasakan lagi sakitnya. Ada kehidupan setelah kita meninggal dunia, yaitu Surga dan Neraka.
Kalau selama kamu hidup melakukan yang jahat, maka setelah mati kamu akan ke neraka dan sebaliknya, jika selama hidup di dunia kita melakukan hal yang baik, maka saat mati kita akan masuk ke surga", ucap Steven menambahi penjelasannya.
Sejenak Steven terdiam, Steven teringat kata-kata surga dan neraka yang telah di ucapkan nya kepada Kenzo. Yang baik akan ke surga selama hidupnya sedangkan yang jahat akan ke neraka.
Steven teringat, bahwa dirinya telah melakukan dosa, menikah dengan adik kandungnya sendiri, bahkan terus menjalaninya dengan penuh kebohongan, membohongi diri sendiri, membohongi orang lain dan membohongi Sang pencipta langit dan bumi, Sang pemilik hidup.
__ADS_1
Inilah hukuman dosa yang telah kulakukan, penderitaan. Tidak mungkin selamanya aku bahagia, aku akan menuai karma dari atas perbuatan ku yang telah kulakukan.
"Akankah akan menjalani kehidupan yang penuh dosa ini selamanya, atau akankah ada penyelesaiannya?", pikir Steven dalam hatinya dengan tidak bersemangat.
"Apa yang harus kuperbuat, ataukah menyerah dengan keadaan?, atau keluar dari zona ini?, Ahh sudah lah!", Steven berpikir dan semakin membuat nya menjadi stress.
Steven hanya bisa pasrah, yakin suatu saat waktu yang akan menjawabnya.
Steven teringat terhadap Angelica. Dulu Steven meninggalkan nya ketika Angelica selesai melahirkan, Angelica melahirkan anak laki-laki.
"Aku mempunyai anak dari Angelica, anak yang harusnya kuakui dengan jalur sah. Harusnya aku menjalani hidup bahagia dan tidak penuh kebohongan dengan Angelica, 'Ahh sudahlah, itu sangat tidak mungkin", pikir Steven menutup lamunan nya.
Saat ini Steven tidak bisa berandai-andai, Steven tidak bisa mempunyai mimpi Selain dari kehidupan yang dijalaninya saat ini.
Steven tersentak lamunannya saat Kenzo menanyakan "Pa, ken--zo ti--dak pu--nya a--dik la--gi!", Steven gelagapan bingung harus menjawab apa.
"Iya, Kenzo tidak punya adik lagi?", ucap Steven seadanya, "Tidak mungkin juga aku mengatakan kalau Kenzo punya adik dari Angelica", pikir Steven dalam hatinya.
"Bagaimana kondisi Kenzo saat ini?", tanya Steven sambil memegangi zidat Kenzo yang sudah tidak demam lagi.
"Lapar ya, baiklah mari kita makan pagi sekarang, papa juga lapar, ternyata kita terlalu banyak bercerita, sehingga kita lupa untuk lapar.
Untung lah cacing yang ada dalam perut kita mengingat kannya, sedari tadi cacingnya asik berdemo menuntut untuk di beri makan", ucap Steven sambil bercanda dan menggendong Kenzo menuju ruang makan.
Kenzo tertawa bahagia, sudah lama Kenzo tidak merasakan momen bahagia ini, bermain dengan Steven. Saat ini Kenzo pun tidak menyia-nyiakan moment bahagia ini, "A-yo pa, pesawat nya ter-bang ting-gi dong, ber-pu-tar-pu-tar dong, ok ke-ce-pa-tan nya di-ku-rangi, ka-re-na se-ben-tar la-gi pe-sa-wat a-kan men-da-rat", bust Steven mendaratkan Kenzo di salah satu bangku meja makan.
Steven dan Kenzo pun segera melahap habis makanannya, melihat Kenzo begitu senang, Steven merasa bahagia juga,
"Ternyata bahagia itu sederhana, bila orang disekitar kita bahagia, maka kita pun otomatis akan bahagia", pikir Steven dalam benak nya.
Steven pun mantap untuk membahagiakan orang-orang yang ada disekitarnya.
Steven pun menyuruh Kenzo untuk istirahat lagi di kamarnya.
__ADS_1
"Kenzo, agar Kenzo bisa sekolah lagi besok, Kenzo harus lebih vit lagi, Kenzo harus istirahat lagi ya, di kamar, papa mau tengokin mama, mau ajakin mama makan, Kenzo istirahat ya di kamar", ucap Steven mengarahkan Kenzo.
Kenzo hanya manggut-manggut tanda mengiyakan apa yang di perintahkan Steven.
Steven pun lantas masuk ke kamarnya, ingin memeriksa kondisi Dikta saat ini.
Tok..tok..tok..
Steven langsung membuka pintu kamar, dan menemui Dikta sedang tertidur.
"Sayang, sayang, bangun yuk", bujuk Steven sambil membelai lembut rambut Dikta.
Dikta belum bangun, kembali Steven berusaha membangunkan Dikta.
"Sayang, sayang", sambil berbisik lembut di telinga Dikta.
Dikta dengan malas, ingin membuka matanya yang berat.
"Ada apa?", tanya nya malas.
"Makan yuk, sedari tadi kamu belum makan lho", bujuk Steven lembut.
"Malas ahh, Dikta belum lapar", Dikta menolak.
"Jangan begitu dong sayang, kalau kamu sakit aku juga yang repot. Sudahlah, jangan semakin mempersulit keadaan, ikhlaskan lah Merry.
Merry juga akan sedih bila melihat mamanya menderita, jadi ayo makan, supaya kamu jangan sakit.
Makan lah sedikit saja, kamu aku temani makannya, aku tadi sudah makan bersama Kenzo, badan Kenzo tadi demam.
Sekarang sudah mendingan, sedari tadi aku menemaninya tidur di tempat tidur nya, sekarang dia sudah baikan, dan kusuruh istirahat supaya bisak lebih vit lagi.
Besok sudah bisa bersekolah lagi", ucap Steven memberitahu kondisi Kenzo.
__ADS_1
"Jadi Kenzo sudah baikan, sayang!, syukurlah", Dikta senang Kenzo sudah baikan, tadinya hampir khawatir ketika Steven bilang Kenzo demam.