Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#52. Kenzo memiliki hubungan batin dengan Merry


__ADS_3

Asik melajukan mobilnya, tiba-tiba terdengar suara teriakan "Pa--pa, Pa--pa", Steven pun langsung cepat memperhatikan ke belakang dengan tersentak dan terkejut, ternyata suara itu berasal dari Kenzo "Ya ampun, sejak kapan kamu berada di sini ken--zo? tanya Steven dengan terkejut.


"Se--jak ta--di" jawab Kenzo lugu.


Steven langsung meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan. Lalu memaarahi dan menasihati Kenzo dengan suara pelan dan tegas


"Lain kali jangan begitu ya Kenzo papa tidak suka, sangat berbahaya masuk dan sembunyi kedalam mobil, di sini kan tidak ada udara, untung jendela belakang sedikit terbuka sehingga ada oksigen, kalau tidak kamu akan mati, karena kekurangan oksigen" Steven memarahi dan menasihati Kenzo.


Kenzo hanya diam saja, tertunduk dan menyesali perbuatannya, kalau Steven sudah marah, Kenzo tidak mau teriak, karena Steven marah dengan suara pelan dan tegas,


tidak seperti Dikta, Dikta marah berteriak kencang dengan suara lantang dan memaki bukan menasihati, sehingga Kenzo makin panik, makin marah dan mau melempar.


"Ma--af--in ken--zo Pa--pa" Kenzo menyesali kesalahannya, lalu memeluk Steven dengan erat.


Lantas Steven langsung luluh dan tidak kuat lagi untuk memarahi Kenzo, "Ken--zo, papa marah sama Kenzo, karena papa sayang Kenzo.


Tadinya kan papa sudah bilang kalau di sini sangat berbahaya sebab udara tidak ada, bisa mati karena kekurangan oksigen, papa tidak mau dong Kenzo mati, iya kan" Steven tegas dan menyakinkan Kenzo kalau Steven marah karena sayang sama Kenzo.


Kenzo menunduk diam.


"Baiklah kalau begitu, lain kali jangan diulang lagi ya Kenzo" Steven mengingatkan Kenzo.


"Iya pa" jawab Kenzo pelan.


"Kenapa Kenzo, ingin ikut Papa" tanya Steven penasaran dan ingin tahu.


"Ken--zo pe--ngen li--hat a--dek Mer--ry" Kenzo tersenyum gembira.


Kenzo memang akhir-akhir ini kompak sekali dengan Merry sangat perhatian dan menyayangi Merry. Setiap Kenzo pulang sekolah, Kenzo selalu menghampiri Merry menunjukkan gambar-gambar yang ada pada buku pelajaran Kenzo.


Merry pun senang bisa belajar bersama dengan Kenzo, Merry banyak bertanya kepada Kenzo, ini apa bang?, ini warna apa bang?. Kenzo senang merasa dihargai, di hormati, dan Kenzo senang merasa dibutuhkan Merry.


Steven mengerti perasaan Kenzo, 1 harian ini Kenzo tidak bertemu dengan Merry.

__ADS_1


"Baiklah, mari kita berangkat ketemu dengan adek Merry" ucap Steven penuh semangat kepada Kenzo.


Kenzo pun tersenyum gembira melihat Steven penuh semangat.


Steven pun segera menyalakan mesin mobilnya dan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.


Tidak beberapa lama, akhirnya mereka tiba di kawasan rumah sakit, Steven mengambil lokasi parkir mobil yang dekat dan gampang untuk keluar, karena steven hanya sebentar, untuk mengantar perlengkapan pakaian ganti Dikta dan pakaian ganti Merry saja.


Setelah mendapat lokasi parkir yang cocok, Steven segera keluar dari mobil. Steven balik arah menuju jalan "Ki--ta ke--ma--na pa--" tanya Kenzo bingung.


"Kita sebentar, mau membeli sesuatu untuk kita makan di dalam kamar nanti" jawab Steven seadanya.


"Kenzo mau makan apa?" tanya Steven pelan.


"Ma--u ma-kan bak--pao" Kenzo menunjuk ke arah penjual bakpao.


Setelah selesai di tempat penjual martabak dan roti bakar, Steven segera menuju penjual bakpao, untuk membeli pesanan Kenzo.


"Bungkus 5, bang" ucap Steven lantang.


"Ini bang" penjual bakpao menyerahkan plastik bungkusan kepada Steven.


"Terimakasih bang" ucap Steven sambil menyerahkan uang pembayaran bakpao.


Steven dan Kenzo pun segera masuk ke lokasi rumah sakit.


"Kita naik tangga saja ya, karena kamar inap Merry berada di lantai 2. Kenzo tidak capek kan kalau naik tangga, itung-itung kita sedang berolah-raga" ajak Steven kepada Kenzo.


Kenzo pun memanggut-manggutkan kepalanya, tanda menyetujui perintah Steven.


"Ok pa" ucap Kenzo riang sambil melompat lompat, maklum Kenzo tidak pernah menggunakan tangga, karena di sekolah pun kelas Kenzo berada di lantai 1, Kenzo tidak pernah pergi keluar dari ruangan kelasnya.


Kenzo senang sekali menaiki tangga, seluruh pinggiran tangga dipegang sambil menaiki anak tangga satu persatu.

__ADS_1


Sampailah mereka di ruangan mawar 13. Mereka segera mengetuk pintu dan langsung membukanya.


Melihat Merry tidak tidur Kenzo berteriak senang sambil menghampiri Merry "Ha--i dek" sapa Kenzo girang.


Begitu juga Merry sangat senang melihat Kenzo datang "Bang Kenzo, Abang datang membawa buku pelajaran Abang kan?" sapa Merry senang sambil tersenyum.


"Ba--wa" ucap Kenzo sambil mengeluarkan buku dari dalam ranselnya, Steven tidak menyangka kalau ransel yang dibawa di punggung Kenzo berisi buku, Steven pikir ransel itu berisi mainan, sedari tadi selalu di ransel kan kenzo di punggung nya.


Steven tidak menyangka kalau kedatangan Kenzo membuat Merry sangat senang, tadinya Steven berpikir kalau kedatangan Kenzo akan membuat Dikta marah.


"Kenapa Kenzo ikut bang?" tanya Dikta pelan.


"Ini mungkin hubungan batin antara Kenzo dan Merry, aku tidak ada menyuruh Kenzo ikut, tadinya aku berangkat sendiri dari rumah.


Ternyata di tengah jalan Kenzo berteriak kepadaku, akupun menasihati dan memarahi nya, bahwa tidak bagus bersembunyi dalam mobil bisa mati nanti, karena kekurangan oksigen, tetapi Kenzo memaksa ingin ketemu dengan Merry, ternyata benar Merry senang sekali bisa ketemu dengan Kenzo" Steven memberitahu Dikta.


Dikta pun diam saja. Kenyataannya memang benar, Merry senang sekali melihat kedatangan Kenzo, sedari tadi Merry bosan dan tidak bersemangat.


"Ayo anak-anak kita makan dulu, papa ada banyak membawa makanan" ucap Steven sambil membuka bungkusan yang mereka bawa.


"Hore, kita makan-makan" teriak Merry senang.


"Abang bawa apa untuk Merry" tanya Merry penasaran.


"Bak--pao" ucap Kenzo bersemangat sambil terus tersenyum.


"Asyik bakpao, ada rasa apa saja?, ada rasa kacang merah tidak?. Merry senang rasa kacang merah!" ucap Merry senang.


Kenzo menyerahkan sebuah bakpao besar dengan rasa kacang merah kepada Merry, Merry pun segera melahap habis bakpao tersebut, padahal ukuran bakpao tersebut lumayan besar.


Dikta bingung, Merry bisa secepat itu menghabiskan bakpao yang diberikan Kenzo, padahal tadi Merry malas dan tidak berselera untuk makan.


"Tahu tidak, bakpao ini juga Kenzo yang pilih, ternyata Kenzo tahu kesenangan Merry. Kenzo Abang yang baik buat Merry.

__ADS_1


Kenzo bisa membuat Merry bersemangat itulah sedikit kelebihan Kenzo, kita tidak tahu hubungan batin antara Kenzo dan Merry" Steven berkata-kata dengan meneteskan air mata, "Selama ini Kenzo sering kurang mendapat perhatian, Dikta lebih sayang kepada Merry, Merry begitu bahagia bisa dekat dengan Kenzo", pikir Steven di dalam hatinya.


__ADS_2