
Karena Angelica menjanjikan uang sewa Ruko pada hari ini, hari Senin.
Angelica harusnya berangkat ke sekolah, tetapi karena pembayaran uang sewa Ruko, Angelica harus ke Bank untuk mengambil uang sebesar 20 juta untuk uang Ruko, berarti Angelica harus mengambil uang lebih dari 20 juta, untuk membeli segala perlengkapan yang harus dibenahi di Ruko.
Sebelum jam delapan Angelica sudah antri di depan pintu masuk Bank, maksudnya agar bisa mendapatkan antrian pertama, karena Angelica masih memburu untuk berangkat ke sekolah, biarlah agak terlambat sedikit, Angelica akan minta izin, karena harus terlambat.
"Halo Bu Farida, saya minta maaf hari ini agak datang terlambat nanti sampai di sekolah, ya Bu?, saya kurang tahu jam berapa tepatnya, kalau urusan saya telah selesai saya pastikan, bahwa saya akan langsung berangkat ke sekolah?" Angelica pamit kepada ibu Farida, guru yang piket hari ini.
"Baiklah Bu Angel" jawabnya membalas telepon Angelica.
Teng.. tepat pukul 08.00, pintu masuk Bank dibuka, setiap nasabah yang antri diperbolehkan masuk ke dalam ruangan,
Angelica langsung menuju teller karena mendapat antrian pertama, Angelica segera menulis nominal yang akan di tariknya, dan kemudian menyerahkan buku tabungannya.
Tidak beberapa lama, teller langsung menyediakan uang sesuai nominal yang dituliskan Angelica.
"Ini ya, Bu" ucap teller sambil meletakkan uang di meja teller.
"Baik, terimakasih banyak, Bu" ucap Angelica sambil mengambil uang tersebut dan menyimpannya dalam tasnya.
Tadinya Angelica hendak membawa uang ini kesekolah, tetapi kali ini Angelica berubah pikiran, Angelica ingin segera memberikan uang sewa Ruko, sebelumnya Angelica menelepon dulu pak Tony, pemilik Ruko.
Tut...Tut ..Tut ..
"Halo" jawab suara diseberang.
"Halo, pak Tony!, saya Angelica yang mau menyewa Ruko bapak kemarin, maksudnya saya ingin menyerahkan uang pertama sebesar 20 juta, daripada saya harus bawa-bawa kesekolah, saya ingin segera membayar uang sewa kepada bapak sekarang, apakah bapak ada di rumah sekarang?" tanya Angelica memastikan keberadaan pak Tony.
"Oh, tidak apa-apa Bu, saya ada di rumah sekarang, ibu Angel datang saja ke rumah saya, rumah saya pas di belakang Ruko ya, Bu!" balas pak Tony senang.
__ADS_1
"Ok saya segera berangkat ke rumah bapak" Angelica menyakinkan pak Tony.
Angelica pun segera melajukan sepeda motornya menuju rumah pak Tony untuk segera memberikan uang pertama sebesar 20 juta.
Sampailah Angel di rumah pak Tony. "rumah yang begitu besar dan mewah, pantas saja pak Tony bisa membangun Ruko yang begitu besar" pikir Angelica di benaknya.
Walaupun pak Tony orang kaya, pak Tony sangat rendah hati dan sederhana penampilan nya, Angelica tidak menyangka bahwa pak Tony akan tinggal di rumah yang begitu megah dan mewah.
Melihat Angelica datang istri pak Tony segera mempersilahkan Angelica masuk sedangkan pak Tony sedari tadi sudah berdiri di depan pagar melihat-lihat Angelica, agar tidak tersesat atau salah rumah.
Untuk mempersingkat waktu, Angelica langsung menyerahkan uang pembayaran pertama itu.
"Pak, Bu, maaf saya sangat buru-buru, karena saya mau pergi ke sekolah lagi, saya langsung saja menyerahkan uang pembayaran pertama yakni 20 juta" Angelica menyerahkan uang itu kepada pak Tony.
"Baiklah kalau begitu, saya terima uangnya ya" ucap pak Tony sambil mengambil tumpukan uang tersebut.
"amin, terima kasih banyak ya, pak. Saya permisi dulu ya, pak, Bu" Angelica langsung berdiri dan segera menjabat tangan istri pak Tony dan pak Tony.
"Anak saya ada yang SMP dan SMA, nanti saya suruh les ditempat nak Angelica saja nanti anak nya!" ucap istri pak Tony sambil tersenyum.
"Terimakasih Bu, atas kepercayaan nya, saya pamit dan permisi ya Bu" Angelica pun membungkuk kan badannya di hadapan pak Tony dan istrinya.
"Jadi tidak enak, padahal belum sempat di sajikan minum" ucap istri pak Tony segan.
"Tidak apa-apa Bu, saya juga buru-buru, nanti kalau ada waktu, saya mampir untuk lebih lama lagi ngobrol nya ya Bu" Angelica pun membalikkan badannya dan segera menaiki sepeda motor nya, menyalakan mesinnya dan segera melaju sepeda motornya, agar bisa memburu untuk tidak terlalu terlambat sampai di sekolah.
Beruntung Angelica, jalan lancar dan tidak macet, sehingga tepat jam 09 pagi, Angelica sampai di sekolah, Angelica langsung memasuki ruang kelasnya yakni, kelas 7-2, ada ibu Farida yang coba mengambil alih karena Angelica telat.
tok..tok .tok .Angelica mengetuk pintu ruang kelasnya, dan segera masuk sambil tersenyum kepada anak-anak siswanya dan kepada ibu Farida.
__ADS_1
Ibu Farida pun segera membereskan barang-barang nya, untuk segera meninggalkan kelas 7-2.
"Ibu Permisi dulu ya anak-anak, ibu Angelica sudah datang, biar ibu Angelica yang melanjutkan pelajaran berikutnya" ucap ibu Farida permisi.
"Baik Bu" anak-anak serentak menjawab.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul Pukul 13:30, waktunya seluruh kelas berakhir, artinya seluruh siswa dan guru dipersilahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Begitu juga Angelica, langsung bergerak dan bergegas menuju rumah nya, karena banyak rencana yang ingin di jalankan dan pekerjaan yang perlu dikerjakan.
Sesampainya di rumah ada ibu-ibu sedang bersama Linda. mengetahui Angelica sudah datang, Linda langsung menghampiri Angelica "Angel ini ada ibu Daniel, mau membayar uang les anaknya, ibu tidak mengerti" Linda memberitahu.
"Oh, ya udah tidak apa-apa Bu" Angelica langsung masuk dan menemui Bu Daniel.
"Ada apa Bu" tanya Angelica dengan tersenyum ramah.
"Saya mau bayar uang les Daniel Bu!" balas Bu Daniel dengan tersenyum.
"Oh, untuk bulan ini ya Bu?" tanya Angelica.
"Iya Bu, oh ya Bu Angel, saya dengar ibu mau menambah kelas untuk SMP dan SMA, benarkah itu Bu?" Bu Daniel ingin tahu.
"Benar sekali Bu, saya akan menambah kelas SMP dan SMA untuk semua bidang studi, tempat les nya nanti akan saya pindahkan ke Ruko yang berada di jalan besar dekat simpang empat itu Bu" Angelica menjelaskan lokasi tempat belajar yang baru.
"Oh begitu, supaya lebih luas ya Bu!" Bu Daniel memberi komentar.
"Iya benar sekali Bu, di ruko tempatnya lebih nyaman dan luas, tidak akan terganggu dengan kelas lain yang sedang belajar juga" Angelica memberitahu.
"Bagus sekali kalau begitu adanya Bu, saya sangat senang tempat lesnya di pindahin, kebetulan rumah saya dekat ruko tersebut, saya pun tidak perlu mengantar anak saya untuk pergi les, mereka bisa jalan kaki saja" ucap Bu Daniel bersemangat, karena lokasi baru berada dekat rumah Bu Daniel.
__ADS_1