
"I'm glad to be yours bae"
Seketika aku menjadi semakin gugup saat mendengarkan bisikkan dari Leonardo yang statusnya kini telah menjadi suamiku ini.
Aku memukul lengannya lumayan keras.
"Udah yuk buruan turun keburu ditungguin orang - orang." kataku
"Cie, gak sabar ya? mau pamerin suaminya yang cakep ini ke semua orang." goda Leonardo.
aku langsung membuat raut muka aneh.
"geli tahu dengernya, kepedean banget sih." ledekku.
* * * *
Dapat aku rasakan kalau saat ini semua pasang mata memperhatikan langkah kami berdua saat menuruni tangga.
aku dan Leonardo berjalan menuju ke tempat orang tua kami. aku memeluk papa.
"Papa jahat! alina gak suka." ucapku sambil memeluknya papa menanggapiku dengan tertawa.
"Cakep ya mantu papa? cocok banget buat alina, papa yakin kalau leonardo bisa ngerawat kamu lebih baik dari papa." kata papa
"No no papa ter the best, gak ada yang lain."
"Gue gak dianggep anjir." sahut bang Jaehyun.
"Maaf anda siapa?" godaku, mama tertawa. lalu tersenyum sambil menatapku aku memeluknya
"Mama.." panggilku.
"Eits, pengantin mama paling cantik gak boleh nangis dong."
"Huaa, gak tahan." aku menatap keatas sambil mengipaskan tangan ke depan wajahku agar air mata ini tidak jadi terjatuh.
Leonardo menahan tawanya saat melihat tingkahku. aku memukul lengannya.
"Berani ya ngetawain gue!" makiku padanya.
"Adek, gak boleh gitu dong dia suami kamu loh." ucap mama. Aku langsung terdiam.
__ADS_1
"Maafin ya Leonardo, maklum ya istrinya masih muda."
'Awas aja lo!' batinku
"Gak apa apa ma, dia kalo begini makin gemesin" jawab Leonardo
Gila sih, dia udah pede banget manggil mama ku dengan kayak begitu tanpa terdengar canggung.
"Alina, kamu juga harus panggil dad, jangan panggil om, okay?." kata daddy nya Leonardo
Aku mengangguk patuh, lalu semuanya malah menertawakan ku.
Lah si anjir, aku malah di jadiin bahan tertawaan
"Sekali lagi mami minta maaf ya sayang, Leon emang suka jahil dia." kata mami Leonardo
"Iya gak apa apa kok mi." jawabku
"Udah yu, langsung berangkat." ajak Leonardo menarikku
"Aelah, ini main tarik tarik aja, dikira gue kambing apa! Lagian kita mau kemana sih?" crocosku
"Bae, kita langsung ke hotel."jawabnya
Dia menatapku dengan tatapan jahil sambil memainkan alisnya naik turun, makin geli aku menatapnya.
"Acara resepsinya itu di hotel zeyeng.." kata Leonardo.
"Bilang kek dari kemaren - kemaren." aku nyengir kearahnya.
dia memanyunkan bibirnya.
"Diajak fitting gak mau, reservasi tempat gak mau, semuanya gak mau, aku yang urus sendiri semua, tapi untungnya kamu mau ya sama aku bae." dia lalu tersenyum lebar setelah menunjukkan ekspresi pura pura ngambeknya yang menggemaskan.
lah?
Menggemaskan kataku?
Sepertinya ada yang salah dengan otakku saat ini.
Kenapa aku bisa memiliki pikiran yang seperti itu.
__ADS_1
"Wagelaseh, ini orang pedenya bikin gue mual." ujarku sinis
Leonardo menggenggam tanganku lalu membawaku keluar rumah dan membukakan pintu mobil untukku.
Aku langsung masuk kedalam dan Leonardo pun menyusul.
"Jauh banget sih duduknya.." sindirnya.
Aku tak menghiraukannya.
Dia menoel lenganku lembut yang dengan spontan langsung aku kibaskan.
"Geli tau." ucapku sinis
"Jangan jauh- jauh bae duduknya, deketan sini."pintanya
"Gak usah deh, gue disini aja." aku tersenyum jahat.
"Ya udah lah." Dia memalingkan pandangannya ke jendela.
srrrt. dug!
"Aduh!" pekikku saat aku sedikit terjedot pintu mobil.
"Apaan sih Leon? bisa gak sih diem gitu ditempat lo?" sambungku
"Gak mau jauh jauh." jawabnya ia menggenggam tanganku erat.
"Lo kayaknya naksir berat ya sama gue?" ceplosku sambil berusaha melepas genggaman tangannya yang erat, namun tidak bisa terlepas.
"Iya hehe. aku naksir beraaaaat " ucapnya sambil bertingkah sok menggemaskan.
"Najis, muka bule kok aegyo , jadi geli" ledekku
*aegyo = bertingkah menggemaskan.
" Idol Korea kan suka bertingkah kayak gini kan?" tanyanya
"Iya kalo mereka yang lakuin jadi cute tapi kalo lo ilfil gue."
"Liat nanti ya bae, suami kamu pasti lebih hebat daripada oppa oppa kamu itu!"
__ADS_1
-----