
selisih waktu 6 jam dengan indonesia membuatku merasa sedikit bingung dan sedikit kelelahan setiba di paris, sepertinya aku terkena jetlag, leonardo mengatakan kalau ia berusaha untuk membangunkanku sedari tadi pagi namun aku juga tak kunjung bangun, padahal katanya dia sudah mencoba berbagai cara yang katanya jitu, tapi tak memberi efek apapun padaku yang dengan nyenyaknya tidur.
"padahal alina gak kebo kebo amat kok sekarang, tapi kok mas gak bisa bangunin alina sih." cibirku
"emangnya mas banguninnya gimana?" lanjutku.
dia meletakkan telunjuknya di bibirnya lalu menatap kelangit langit seolah sedang berpikir keras.
"mas hantam pakai seribu kecupan tadi, masa gak kerasa?" jawabnya penuh semangat.
-_- au ah gelapz
aku berdiri dari posisiku lalu menguncirkan rambutku sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
"alina mau mandi 7 kembang dulu gak steril nih badannya di ciumin sama mas." ujarku.
leonardo mengerucutkan bibirnya.
"okay, mas mau ikutan mandi." leonardo berjalan kedekatku dengan tegas dia terlihat cool.
"ya udah, mandi dulu sana. alina nunggu habis mas selesai." ucapku.
dia kembali memasang tampang gemasnya.
"bareng bae." pintanya.
yailah, gini amat punya suami, plis ya mas! kamu udah gede loh, semenjak nikah sama leonardo aku berpikir dia bertingkah seperti bayi, i mean bayi besar :/ yang memiliki abs dengan wajah yang tampan seperti itu.
Aku menajamkan pandanganku ke leonardo dan meliriknya sesinis yang aku bisa.
“mas, alina ini masih bocah under age! Bocah di bawah umur. Mas jangan mengkontaminasi pikiran alina buat mengarah ke hal 21+” omelku pada leonardo.
Dia hanya mengedikkan bahunya, lalu menggelayut manja kepadaku.
“uh, bocah under age nya mas yang paling gemas. Iya deh, gak kontaminasi hal yang merujuk ke 21+, tapi sebagai gantinya mas minta kamu stop liatin abs oppa oppa kamu yang bikin kamu punya fantasi liar.” Dia malah mengomeliku kembali.
__ADS_1
“dih, siapa yang punya fantasi liar sama abs oppa sih! Alina cuma mengagumi body goals mereka tahu!” bantahku, padahal yang baru saja mas ucapkan juga benar, hehe.
Liat abs oppa sedikit halunya langsung berkembang pesat, sesak nafas lah, teriak histeris, dan ada juga beberapa fans yang mengatakan kalau mereka auto hamil online, tolong di garis bawahi itu ‘mereka’ bukan aku ya :v aku mah halunya sedikit sehat, Cuma menganggap bias seolah seperti suami sendiri, sad!
“ liat nih, punya mas juga body goal loh bae! Roti sobeknya aja terpahat sempurna, bentuk garis wajah mas juga kelihatan seksi kan.” Protes leonardo dia terlihat sangat tidak terima saat aku sekali lagi mengatakan kalau aku mengagumi badan oppa oppa ku itu.
“iya iya iya, terserah. Alina mau mandi dulu! Bye mas bau kudanil geprek.” Ucapku kemudian mengacuhkannya yang belum berhenti mengomel.
Aku mengunci kamar mandi saat masuk kedalam, lalu menyandarkan badanku di pintu kamar mandi, melihat pantulan tubuhku di cermin membuat ku tersipu sendiri.
Dengan seperti ini membuatku bahagia dan merasa kalau leonardo memang sangat mencintaiku dia selalu bersikap sangat posesif saat aku membahas oppa koreaku.
Aku jadi teringat kejadian sepulang dari aku mengambil barangku dirumah lamaku, dimana disana leonardo pertama kalinya mendaratkan ciuman pada bibirku pertama kalinya disana tepatnya di kamarku, which is dia mengambil ciuman pertamaku pada hari itu juga.
Mengingat hal itu membuatku menangkupkan kedua tanganku dipipiku lalu menutup wajahku dengan tanganku sejenak aku merasa pipiku yang memanas.
Dan ketika sampai di rumahku dengan leonardo yang sekarang kami tinggali, setelah kejadian melayangnya first kissku itu, saat berada di atas kasur untuk tidur leonardo semakin tidam bisa menahan dirinya untuk selalu menempel padaku, tentunya dengan keadaan leonardo yang tengah memelukku seperti biasa, karena merasa sedikit canggung dengan kejadian yang terjadi kala itu, aku berusaha untuk memulai pembicaraan dan menghangatkan suasana.
“tadi poster babang hongseok ku, beneran enggak mas bawa?” tanyaku padanya di malam itu.
Leonardo membalikkanku dengan satu tangannya lalu mengecup bibirku.
“apa sih mas.” Ujarku, dia mempoutkan bibirnya.
“jangan bahas laki laki lain ah di ranjang kita, nanti mas hukum kamu, dan bikin kamu langsung jatuh cinta sama mas dalam waktu satu malam.” Ujarnya.
Sadis~
“tapi mas, oppa itu gak mungkin aku-“
Cup!
Leonardo sepertinya bersungguh – sungguh dengan perkataannya, untuk kali ini dia bukan lagi sekedar memberiku kecupan tapi dia mulai melumat bibirku dan tentunya membuatku merasa ada ribuan kupu – kupu yang tebang di perutku geli.
Aku menangkupkan kedua tanganku di kepalanya lalu mendorongnya agar menjauh, sebelum dia melakukan hal yang lebih jauh dari itu, karena tentunya kalian pasti tahu jawabannya kenapa.
__ADS_1
Aku belum siap.
“mas, alina minta maaf deh, tapi jangan sekarang ya? Alina belum siap kasih “itu” ke mas, sekarang.” Aku memalingkan kepalaku.
Leonardo mengecup tanganku.
“mas yang terlalu berlebihan ya cemburunya, pasti alina jadi risih.” Ujarnya.
Aku tak menanggapinya kala itu, hanya saja aku menyembunyikan senyumku dalam hati dan lebih membesarkan gengsiku dan memilih untuk tak menjawab ucapannya, padahal sebenarnya aku juga menyukai fakta bahwa dia bersikap cemburu ketika aku membahas lelaki lain.
Neomu kiyowo! so cute~
Setelah menyudahi aktifitas mandiku, akupun segera keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe yang melilit di tubuhku.
Pandanganku langsung tertuju pada jendela besar yang ada tepat dibelakang atas ranjang, jadi dari semalam tirai besar ini menutupi pemandangan indah ini.
Dari sini aku dapat melihat keindahan kota dan jalanan dengan banyak mobil dan orang yang berlalu lalang, tapi lepas dari itu aku tak berhenti menatap takjub pemandangan menara eiffel yang terlihat lumayan jelas dari jendela ini.
Dengan sigap aku mengambil kamera lalu mengabadikan tempat dan pemandangan indah ini disana, dan tentunya aku akan membuat kenangan indah pada bulan maduku ini.
Kriet~
“bae, udah selesai mandinya” panggil leonardo, kepalanya ia munculkan dari balik pintu.
Aku mengangguk.
“sarapan yuk, habis ini kita jalan jalan.” Ajaknya, leonardo masuk sambil membawa nampan.
“mas, taruh makanannya di ranjang dulu coba, alina mau cabain foto gaya aesthetic gitu.” Ucapku.
Leonardo meletakkannya di atas ranjang lalu berjalan kearahku, dengan gaya sok profesional aku memotret pemandangan yang menunjukkan keindahan kota paris ini kemudian menunjukkannya pada leonardo.
“wah bagus tuh bae.” Pujinya.
Aku tersenyum bangga melihat hasil jepretanku tadi.
__ADS_1
“harus di upload di instagram ini.”