Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 46


__ADS_3

aku tidak percaya kalau tamu bulananku akan datang tidak sesuai dengan perkiraanku, dan hal ini membuat aku merasa tidak enak pada leonardo, pasti dia merasa di php dan tentunya ini menjengkelkan.


pada saat yang seharusnya aku dapat memaksimalkan waktuku dengan leonardo malah datang sebuah gangguan yang tidak aku harapkan kehadirannya.


sebelum pergi untuk membelikan ku pembalut wanita, leonardo tampak tak banyak bicara, dia hanya bicara singkat kemudian pergi begitu saja.


argh! leonardo maafkan aku :(


sudah sekitar 40 menitan  leonardo pergi dan belum juga kembali, aku masih tetap berada di posisi pertamaku seperti sebelumnya berdiri di ambang pintu sambil menunggunya kembali dengan membawa barang yang sangat aku butuhkan saat ini.


Senyumku merekah amat bahagia saat mendengar suara pintu kamar hotel yang terbuka, aku mencoba untuk mengintip sedikit dari pintu kamar mandi dan aku mendapati keadaannya dengan tampang yang sedikit gopoh namun ia terlihat lesu juga.


Ah jadi gak enak sama dia :/


“sayang? Mas udah balik nih.” Serunya sembari menutup kembali pintunya.


“iya mas, alina masih ada di kamar mandi nih.” Jawabku.


Kemudian terdengar deraoan langkah leonardo yang berjalan menuju kemari dengan membawa dua kantong plastik besar pada kedua tangannya.


“wah belanja apa aja kok banyak?” tanyaku padanya, masuk ke kamar mandi dan meletakkannya pada meja yang ada didalam.


“semua itu kebutuhan kamu, tadi mas gak tahu bentuknya kayak gimana, dari pada mas salah atau gimana mending mas ambil banyak dengan merk yang berbeda – beda.” Ucapnya kemudian dia berjalan keluar dari kamar mandi.


“mas!” panggilku.


Dia menoleh dan menghentikan langkahnya, aku menuju kearahnya lalu mengecup bibirnya sekilas.


“makasih ya sayang.” Ujarku kemudian aku berlari kembali menuju ke kamar mandi dan mengunci pintunya.

__ADS_1


Aku memegangi pipiku yang terasa sangat panas saat ini.


“bae? Gak bisa gini sayang, kamu gak boleh kasih harapan lebih lagi ke mas, hiks.” Suara leonardo terdengar sangat frustasi usai aku memberinya hadiah kecil tadi.


Sekali lagi maaf ya sayang, next time aja ya tunggu bulananku selesai, hehe.








“mas nonton apa sih? Kok di gonta ganti mulu sedari tadi?” tanyaku sambil duduk disisi ranjang.


“gak tahu nih gak ada acara yang seru bae.” Jawabnya.


“ya kalo begitu mending dimatiin aja tv nya, sekarang kita istirahat, besok kan kita balik pagi.” Usulku seraya mengubah posisiku menjadi tiduran.


“iya deh, di matikan aja ya, kita tidur ya bae.”


“he em.”


Leonardo bergerak menuju ke sisi ranjang dekatku, lalu ia menggulung tubuhku dengan selimut dan menggelindingkanku hingga sekarang aku berada di sisi ranjangnya, untuk saat ini penampilanku tampak seperti kimbap.

__ADS_1


Apa coba maunya?


“gak boleh gerak ya? Tetap di posisi gini aja, takutnya nanti mas lepas kontrol saat dekat kamu.” Ungkapnya.


Astaga.


“ya gusti, mas? Alina jadi kaya dadar gulung nih.” Keluhku.


“gak apa apa bae, lucu. Kan dengan begini kamu bakal tetep hangat dan pastinya gak akan kedinginan.”


“ya tapi mas jadi gak pakai selimut!”


"aku mah gak pake selimut gak masalah bae, asal tidurnya peluk kamu udah anget deh, hehe.” Ujarnya sembari meringis.


“dah yuk tidur.” Dia melingkarkan tangannya di sekitar tubuhku.


“eh mas tapi-“


“oh iya, sini mas tium dulu sebelum bobo, mwah~” ucapnya memotong kataku sambil mencium keningku sekilas.


“good night wifey.” Tuturnya.


“ah iya, good night.”


Aku hanya bisa pasrah dan terdiam dengan tidur dalam keadaan ini, demi menuruti leonardo yang telah aku php hari ini.”


 


 

__ADS_1


__ADS_2