
" halah kamu mas ternyata cemen banget sih, aku kira kamu berani nonton horor! percuma ah badan gede nyali gak ada" kataku mencibir, aku tak henti menertawakan leonardo sedari tadi.
leonardo menyebikkan bibirnya. " sebenernya sih mas ini gak takut, cuma tadi pura - pura takut aja biar bisa nempel kamu." ujar leonardo dia meletakkan kepalanya di meja.
"hilih alesan doang ah kamu, gimana nanti sepulang dari sini nonton horror lagi yuk? kan mas ku ini pemberani." ucapku dengan berusaha meyakinkannya.
leonardo nampak kesusahan menelan salivanya.
oho! takut kan?
"tiba - tiba mas gak enak badan bae." ujar leonardo.
"alesan." jawabku dengan cepat, kemudian dia malah tertawa pelan.
"soto banjar nya 2 sama lemon tea 2 ya?" ujar salah seorang pelayan yang tengah membawa nampan berisi makanan yang kami pesan baru saja.
"iya mas." jawabku singkat, dia meletakkan piring itu di meja. leonardo mengangkat kepalanya yang sebelumnya ia meletakkannya di meja dengan bertopang dagu.
usai pelayan tadi meletakkan makanan dan minumannya di atas meja dia mengambil nomor mejanya lalu pergi.
setelah menonton film di bioskop tadi, aku mengajak leonardo untuk mampir ke food court karena tiba - tiba saja aku merasa sangat lapar dan ingin makan soto banjar, leonardo langsung menyetujuinya dan menggadeng tanganku menuju ke food court yang berada di satu lantai di bawah bioskop tempat kami nonton tadi.
"makannya pelan - pelan ya, soto nya masih panas harus di tiup dulu." kata leonardo.
aku tersenyum kepadanya lalu mengangguk. "iya mas." jawabku.
itu tadi hanya hal sepele, tapi dia jadi terlihat sangat perhatian denganku.
"mas suapin mau?" katanya, aku langsung menggeleng menolak tawarannya.
"dih, kamu kalo suapin aku di tempat umum kayak begini nanti pas di lihat orang lain di katain bucin loh." ujarku sambil memakan soto banjar tersebut.
"dih mas gak peduli sama omongan orang kali, gak di lihat orang lain juga mas kan bucin banget ke kamu bae." jawabnya.
"eits, stop gak usah suapi mas, kasian kalo jomblo yang liat ntar malah ngenes, biar alina makan sendiri aja." kataku dengan cepat sebelum sendoknya sudah semakin dekat denganku.
heran, biasanya orang di katain bucin langsung sensi atau gimana tapi leonardo malah berbeda, dia mengakui dengan terang - terangan kalau dia bucin.
"sayang banget kalo istrinya kayak kamu terus suaminya gak bucin, takutnya di bucinin orang sama lain ketikung deh jadinya." kata leonardo di sela - sela ia tengah makan.
"jangankan nikung, gak mungkin ada cowok lain yang berani deketin alina dengan sikap bar - bar alina yang kayak begini, ditambah lagi alina ini fangirl garis lumayan keras, mundur deh para cowok, heran aja kamu malah maju tam gentar buat pepet alina terus terusan ." kataku dengan penuh yakin.
__ADS_1
leonardo meletakkan sendoknya di piring, lalu menyesap lemon tea nya perlahan.
"siapa yang berani bilang kamu bar - bar sih? orang kamu ini kalem banget loh yang, belum lagi gak ada salahnya kok kalau jadi fangirl." kata leonardo.
"eh tapi bagus ya, kalo cowok lain berpikiran seperti yang kamu bilang tadi bae, jadi gak ada kesempatan mereka buat dekatin kamu, mas jadi gak perlu khawatir kamu bakalan di dekati cowok lain." sambungnya, leonardo bernafas lega.
" mas.. kayaknya ada yang salah sama otak kamu deh, semua orang aja udah tahu banget kalau alina ini sikapnya selalu kasar banget, dan beneran kamu gak masalah kalau aku jadi fangirl? bukannya biasanya kamu cemburu?" tanyaku pada leonardo.
leonardo membuang nafasnya kesal. " cemburu hanya untuk orang lemah." kata leonardo tegas.
"dan ternyata mas termasuk dari golongan orang lemah itu. menurut aku gak masalah sih lagian kamu kan cuma suka oppa korea itu, iya kan? tapi cinta nya tetep ke aku kan?"
aku menahan tawaku mendengar perkataan leonardo, tapi memang benar perkataannya aku hanya mengagumi oppa korea tapi tidak sampai mencintai mereka.
"cinta nya sama aku kan?" leonardo mengulang perkataannya, tapi dia terlihat sangat ingin mendengar jawaban dariku.
"dih maksa banget sih." jawabku sewot.
"bilang iya, cinta sama mas. nanti aku ajak nonton konser EXO tanggal 23 november nanti." ujarnya.
Uhuk..
mendengar perkataan leonardo baru saja membuatku yang tengah meminum lemon tea ku langsung tersedak.
"bilang cinta dulu baru mas kasih tiket konser nya." leonardo menatap kearahku menunggu aku mengucapkan perkataan yang sangat ingin dia dengar.
"males ah, pasti kamu ngerjain aku." tolak ku.
"wah gak mau ya berarti." ujarnya.
"huaa mau lah, ya udah deh mas dengar baik baik ya! aku gak mau ulang." ucapku, dia mengangguk yakin, dia menopang dagunya dengan tangannya memasang telinganya dengan baik agar mendengar perkataanku dengan jelas.
" i love you." ucapku lirih, leonardo tersenyum girang
"ulang." kata leonardo, aku membelakkan mataku lalu menggeleng dengan cepat.
"aku udah patahin seluruh rasa gengsi ku buat ucapin itu, tapi kamu malah minta siaran ulang, gak mau!" ujarku tegas.
"dih kan enggak sah! mas minta kan tadi bilang mintanya kamu ngomong 'aku cinta kamu' bukan i love you, ulang atau tiketnya hangus." kata leonardo, aku menghela nafasku dan mendengus kesal karena telah termakan jebakan dari nya.
"kan sama aja mas, artinya pun gak ada bedanya." gumamku.
__ADS_1
"wah gak mau tiket konser oppa nih." leonardo malah terus mengomporiku.
"aku cinta kamu, dah beres." ucapku dengan cepat.
leonardo terkekeh pelan lalu dia mengelus rambutku setelah itu menggenggam tanganku.
"bikin kamu mau ucapin tiga kata itu susah banget bae, kudu di suap pake tiket konser dulu." leonardo meringis aku langsung berancang ancang untuk mencubitnya tapi dia sudah terlebih dahulu menghindar.
"pulang yuk, tenggorokan mas sakit banget nih, obatnya ada di mobil." ajak leonardo ia memegangi tenggorokannya, aku langsung merasa tidak enak dengannya dan juga aku rasa aku merasa sedikit khawatir.
"gitu tadi malah minum es, kalo tahu sakit kan tadi alina pesenin minuman hangat." omelku, leonardo berdiri sambil tetap menggandeng tanganku, lalu kita beranjak turun dari mall ini dan menuju ke mobil yang ada di parkiran.
"udah terlanjur sih, gak apa - apa." kata leonardo.
-----
"bae obatnya ada di dasbor, tolong ambilin dong sayang, sekalian air putihnya juga ya." pinta leonardo.
aku langsung membuka dasbor mobil dan mengambilkan apa yang di minta leonardo.
aku mengeluarkan botol air mineral tersebut dari sana lalu merogoh lagi didalam sana.
"kok cuma ada air." ujarku.
"ada kok coba cek lagi." kata leonardo sambil terbatuk - batuk, ia memegangi tenggorokannya.
"bentar mas." kataku tidak tega melihatnya terbatuk batuk seperti itu, aku kembali merogoh di dalam sana sambil menyalakan flash dari ponselku.
aku malah tersenyum lebar saat melihat apa yang ada disana, setelah mengambil dua tiket konser yang ada disana aku langsung menghambur ke pelukan leonardo.
"makasih loh mas, kalo kayak begini makin sayang aku, hehe." ucapku sambil memeluknya.
"gawat nih, kayaknya harus sering sering ajak kamu ke konser nih, biar kamu makin sayang sama aku, hehe." jawab leonardo.
"sama sama sayang." imbuh leonardo sambil mengelus rambutku dengan lembut.
------
temen temen semuanya 💜 makasih banget atas dukungan kalian buat cerita ini, aku sampai terharu banget liat komentar dan pendapat kalian tentang cerita yang sudah aku buat.
jujur aja, kemarin memang sempat down dan aku sampai nangis gara - gara ada masalah.. tapi makasih ya buat semuanya💜✨
__ADS_1
aku harap kedepannya aku bisa lebih semangat lagi untuk nulis ceritanya dan tentunya bisa bikin kalian senang dan hanyut sama novel - novel yang sudah aku buat 💜✨
kalian semangatku🌼💜✨