
" you're mine, i love you istriku. "bisiknya lirih, nafasnya menerpa telingaku membuat ada sensasi yang sedikit geli disana.
leonardo mengecup telingaku sekilas lalu kembali menatapku, sepertinya dia ingin tahu bagaimana ekspresiku saat dia melakukan semua ini kepadaku.
namun, aku hanya dapat menujukkan senyuman tipis dan rona merah yang tersirat di wajahku karena aku sangat tersipu malu saat ini.
"hihi, jangan tegang gitu dong sayang, mas bukan mau makan kamu loh." ujarnya menggodaku ia berusaha untuk mencairkan suasana agar lebih enjoy.
aku menatapnya sedikit kesal lalu memukul lengannya pelan.
"gak makan, tapi dari tadi gigit - gigit alina terus!"
"gak apa - apa dong kan mas gemes banget kalo liat kamu bae, bawaannya pengen langsung nempel aja kalo deket kamu." ujarnya.
"kalo sekarang bukan lagi nempel namanya, mas itu kaya lagi terkam alina." cibirku.
"oh ya?" tanyanya padaku. dan langsung aku jawab dengan anggukan yang pasti.
leonardo malah menggigit bibir bawahnya.
"terkam ya? berarti mas ganas banget dong." ucapnya, aku kembali mengangguk pelan.
dia mulai mengembangkan senyuman smirknya yang terlihat sangat seksi, maksudku mengerikan.
argh!
leonardo kembali menyerangku dengan mendaratkan ciuman lembut dan memabukkan pada bibirku. dia terus memfokuskan aktifitasnya pada bibirku seolah bibirku memiliki varian rasa yang manis dan membuatnya menjadi candu.
dan sial, entah apa yang merasuki ku hingga bisa- bisanya dia membuatku membalas ciumannya, dan leonardo bergerak semakin sensual, padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk permainan kali ini, aku serahkan seutuhnya pada leonardo, dan kenyataan yang aku alami adalah, ragaku yang bergerak lain dengan apa yang aku pikirkan.
lidahku telah bergerak liar dan menerpa giginya yang rapi.
okay, untuk kesekian kali harus aku akui, kalau aku masih sangat amatiran tentang melakukan hubungan dewasa seperti ini, bertolak belakang dengan leonardo yang terlihat dan terasa sangat lihai saat melakukannya.
aku merasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang melayang dari perutku saat tangan leonardo semakin turun dari daguku dan menerpa bagian sensitifku kemudian dia menghemtikan dan mendaratkan tanganya pada perut datarku dan mengelus dia permukaan sana yang masih terbalut rapi dengan bathrobe.
"kita cicil bikin satu bae." ujarnya.
"geli mas." kataku saat dia tak berhenti mengusap perut datarku. dia malah menahan tawanya.
"okay - okay. masa baru segini udah geli bae?" ujarnya
"berarti ada yang lebih geli ya?" tanyaku polos.
"ini mah belum ada apa - apa nya, selebihnya nanti katanya bakalan geli - geli enak."
duar!
otakku sudah tak dapat kembali berpikir dengan jernih seusai menerima peenyataan ambigu yang di lontarkan oleh leonardo padaku, tapi bukan kah dia mengatakn "katanya" pada kalimat yang ia ucapkan sebelumnya? berarti dia belum pernah melakukannya sebelumnya.
__ADS_1
"tunggu, mas belum pernah lakuin ini sebelumnya?"
*plak
polos banget astaga, kenapa mulut ini gak bisa di kondisikan sih, kalau ngomong asal ceplos aja bego!
"bahkan kamu first kissnya mas sayang.." ujarnya sambil menahan malunya.
DAMN!
sumpah? dengan tampang yang udah gantengnya bukan main kayak dia, duit encer, pokoknya banyak nilai plus lah dari dia, dan dia menjalankan kehidupannya dengan lurus lurus saja?
"beneran?" tanyaku memastikan.
"makanya mas langsung minta nikah, tanpa ada proses pacaran dulu. karena mas pikir dengan hubungan yang sah mas bisa lebih leluasa dan gak ada penyesalan saat kapan pun mas lepas kontrol dan terkam kamu kayak begini."
"okay, sekarang lanjut lagi. dari tadi kebanyakan iklan ah."
"hihi." kekehku.
leonardo mulai menarik pelan tali bathrobe yang melingkar dengan indahnya di perutku, saat ia hendak membuka dan melepaskan bathrobeku aku menghentikannya sekali lagi.
"mas bentar, alina pipis dulu bentar, kebelet banget nih, gara gara kamu usap usap perut alina dan jadi geli tadi, jadi rasanya kayak mau ngompol nih." kataku pada leonardo agar dia menahan aktifitasnya sejenak.
dia mengernyitkan dahinya sekilas lalu mengerucutkan bibirnya terlihat sangat menggemaskan. dia menggelengkan kepalanya dan menahan lenganku saat aku berdiri dan hendak beranjak pergi ke kamar mandi.
"mas, alina keburu ngompol loh, tunggu ya mas, alina cuma mau pipis bentar gak lama lama kok." leonardo kemudian melepaskan tangannya yang menahanku tapi ia tetap memasang wajah cemberutnya.
"jangan tinggalin mas lama lama."
" iya iya mas bawel~" aku berlari langsung menuju ke kamar mandi.
aku sudah berjanji untuk menunaikan kewajibanku sebagai istri yang seutuhnya tepat pada hari ini, jadi aku tidak akan mundur lagi untuk saat ini, apalagi leonardo sudah memasang wajahnya yang memelas dan tengah menungguku untuk kembali.
usai buang air kecil dan memakai kembali dalamanku, tunggu aku merasa ada yang mengganjal di sini.
ah tidak..
tok.. tok.. tok
leonardo? aih, sangat tidak sabar sekali.
"bae." panggil leonardo dari balik pintu kamar mandi.
aku langsung membukakan pintu untuknya, ya sekalian memang aku sudah berniat untuk keluar.
leonardo berdiri tepat di ambang pintu dan menungguku keluar dari kamar mandi.
aku melingkarkan tanganku di sekitar badan leonardo dengan cukup erat.
__ADS_1
"maaf, mas nungguin lama ya?" tanyaku. namun ia menggelengkan kepalanya.
"mas, alina bener bener minta maaf banget ya?" ujarku sekali lagi.
"iya bae, gak apa apa."
"beneran gak apa apa? tapi ini masalah serius banget."
"jangan bilang kamu hamil bae? kan kita belum ngapa ngapa in." katanya asal.
*plak
punya suami kok receh banget yawla.
"tapi jangan marah nih." ucapku dia mengangguk lalu hendak menggendongku, tapi aku menjauh darinya agar dia tak menggendongku.
aku bersembunyi di dekat pintu kamar mandi.
"mas jangan marah, bukannya alina niat php in mas. tapi tamu bulanan alina sekarang datang."
"hah, gimana gimana?" dia sedikit heran mendengar pernyataan dari ku.
"okay alina perjelas lagi, aku menstruasi mas, dan baru aja keluar."
leonardo mengacak rambutnya lalu membuang nafasnya kasar.
"kamu gak lagi kerjain mas kan bae?" ucapnya sambil menangkup pipiku. aku menggeleng yakin.
"idih, ngapain juga alina kerjain mas, oh iya mas satu lagi." kataku.
"apa?"
"tolong belikan alina pembalut ya? keburu bocor kemana mana nih." pintaku pada leonardo sambil memasang raut wajah se melas mungkin.
"astaghfirullah, eh iya sayang."keluhnya dia menjitak kepalanya sejenak lalu mengecup keningku sekilas.
leonardo membuka koper kuning yang berisikan barangnya lalu mengambil kaos tanpa lengan dan celana pendek selutut kemudian ia mengenakannya dengan cepat.
"maaf ya mas ngerepotin, maaf juga udah php in mas yang udah mode gahar kayak tadi."
"iya sayang, mas pergi dulu, assalamualaikum."
"waalaikumsalam." jawabku.
mas ngambek gak ya?
kayaknya bukan ngambek sih, lebih tepatnya dia kesal soalnya nanggung banget dan di hari pertama kita akan melakukannya malah gangguan besar datang.
yah, program cicil cucu saat honeymoon kali ini jadi gagal deh.
__ADS_1