Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 6


__ADS_3

Mendekati hari H pertunangan Alina dengan Leonardo membuat keadaan rumah Alina yang menjadi sangat ramai akan keluarga yang berdatangan, dan tentunya para asisten keluarga sangat sigap membersihkan tiap sudut rumah yang cukup besar dan megah ini.


seperti biasa, Alina yang selalu bangun kesiangan akibat selalu begadang menonton drama korea favoritenya, bagaimana tidak begadang kalau tiap ia melihat 1 serial drama ia tidak akan berhenti kecuali ia sudah menontonnya hingga akhir episode drama tersebut.


"Akhirnya kebo nya bangun" ujar bang Jaehyun.


Aku meliriknya sinis, lalu menjulurkan lidah kearahnya.


"Ada apaan nih bang, kok banyak orang begini sih? tumben tumbenan"


"Dek! Ini udah H - 3 loh? bentar lagi kamu tunangan. gimana sih?"kata bang Jaehyun sambil mengguncang pundak Alina.


"Dih lebay, plis deh abang ini loh lebay banget sih, btw bang lo suka gak sih sama si om itu?."


Dia mengerucutkan bibirnya lalu menatap keatas.


"Suka aja dek, dia baik kok, tampangnya masih bisa diterima sih, meskipun masih gantengan abang daripada dia."


"Nah kalo gitu abang aja yang nikah sama dia, kayak nya abang udah naksir berat ya?" ucap alina asal.


"Abangmu ini normal loh dek, masih doyan cecan" protes bang Jaehyun. Alina langsung kabur sebelum abangnya menjitaknya.


Alina's pov


"Good morning ma" sapaku pada mama yang terlihat sibuk mengeceki tanaman hias yang ada didalam rumah.


"Ini udah siang loh dek."


"Hehe, tadi Alina udah bangun pagi kok, tapi masih mager buat keluar kamar hehe."


"Hilih, tadi mama masuk kamar kamu pagi pagi masih ngebo."


"Hehe."


"Nanti kalo udah jadi istri, bangunnya yang pagi ya sayang."


"Hmm" gumamku. mama terus memberiku tentang nasihat-nasihat yang akan berguna saat aku menjadi milik orang lain, sebenarnya aku sangat malas untuk mendengarkannya namun, mama terlihat sangat antusias saat menjelaskannya semua kepadaku, jadi aku tidak tega untuk mengabaikannya.


"Iya - iya ma, Alina paham, lagian masih lama juga kan nikahnya. Alina masih 18 tahun loh ma."


"Nikah muda enak loh dek, mama dulu nikah juga di umur yang sama kayak kamu."


"Tapi kalo nikahnya sama orang yang kayak papa siapa yang nolak sih? papa kan cogan banget semasa mudanya."


"Hayo, nilai dari fisik lagi."


"Astaga engga ma, ga sengaja."


"Hai Alina" sapa seseorang sontak aku menoleh.


Aku mengernyitkan pandanganku, karena aku tidak tahu siapa wanita paruh baya yang sangat cantik dan tengah berdiri di hadapanku sekarang.


"Siapa?" tanyaku spontan sambil tersenyum canggung.


Mama menepuk pundakku pelan.


"Sayang ini mamanya Leonardo." kata mama, lalu wanita paruh baya itu tersenyum.


"Seriously tante?" sekali lagi aku masih terpana dengan kecantikan dari mama Leonardo.

__ADS_1


"Jangan panggil tante dong, kamu panggil mami ya dari sekarang." jawab mami Leonardo sambil tersenyum sangat hangat.


"Oh okay, mami hehe" terdengar sangat canggung namun aku tetap memaksakannya.


Untuk sekian kali otakku mengeluarkan beberapa konspirasi yang cukup mengusik pikiranku.


'Kayaknya maminya Leonardo bernasib sama kayak gue, dipaksa menikah sama orang yang ew- kalian tahu sendiri kan? bisa dilihat dari wajahnya yang sangat terlihat cantik ini, tidak mungkin dia menghasilkan produk gagal seperti om itu kalau bukan karena suaminya yang -ups juga.'


"Alina, kok bengong sih?' tanya mami Leonardo.


"Eh iya maaf tan- eh mami "


"Alina,mami yakin kamu sama Leonardo sangat cocok, kamu cantik banget pasti bikin Leonardo yang usil jadi betah dirumah, dia pengennya kelua terus biar bisa ketemu kamu."


de2g!


Aduh ganjen banget sih om itu, untung mamanya baik ya.'


"Hehe iya mungkin ya mam, kalau gitu Alina pamit mau kesana dulu hehe" pamitku.


Aku langsung berjalan luamayan cepat, sungguh aku benar-benar tidak menyukai susasa canggung yang baru saja terjadi.


Aku menuju ke dapur dan bi Yuni menghampiriku


"Matcha kan non? Kayak biasanya" ujarnya


aku mengangguk.


"eh tapi bi, aku mau bikin sendiri." protesku


"eh, calon manten itu diem aja, harus santai ga boleh lakuin kerjaan berat."


"Bentar lagi udah siap kok non." kata bi Yuni.


 Aku melihati ke seantero ruangan ini masih banyak orang yang berlalu lalang,aku tidak tahu apa yang mereka lakukan tapi yang aku rasa mereka ada tim wedding operation yang akan mendekor rumahku.


" Bi habis ini fotoin alina ya?" pintaku


"Ashiap beres non, foto bare face aja non cantik hehe."


Aku memberikan ponselku kepada bi Yuni kemudian ia memotretku beberapa kali .


"Ganti gaya non."


"Lagi"


"Sekali lagi"


"Uh cantik"


Lalu aku menahan tawaku.


"Bibi ini paling totalitas kalau disuruh fotoin orang. makasih ya bi."


'upload gak ya?'


Aku terus menscroll hasil jepretan bibi yang seperti biasa, pastinya sangat bagus, akhir akhir ini aku menjadi sangat malas untuk mengupload apapun ke sosial media, entahlah aku sangat tidak mood untuk menampakkan wajahku yang sekarang.


Apalagi aku khawatir kalau segelintir orang yang mengenalku telah mendengar kabar burung kalau aku akan segera menikah pasti akan sangat gawat.

__ADS_1


Ting~


1 pesan belum dibaca


"Jalan yuk?"


read


Idih. Om ngajakin jalan Mending nonton drakor daripada jalan sama dia.


Ponselku kembali berbunyi.


"Gak mau ya? maaf ya aku gangguin."


read


Nah gitu dong sadar diri, lagian tiga hari lagi kan juga bakalan ketemu. kok udah ngebet ketemu banget sih, jadi geli sendiri.


"Alina, Leonardo didepan tuh." kata bang Jaehyun yang tiba-tiba muncul dari pintu kamarku.


Aku langsung melempar boneka pandaku kearahnya.


"Abang pergi gak! alina lagi kesel nih."


"Lo mah keknya gak pernah gak kesel dek. suntuk mulu bawaannya, sensi mulu."


makin aku menajamkan pandanganku kearahnya.


"Eh iya maap." abang langsung ngibrit pergi.


Dengan sigap aku langsung mengunci pintu kamarku dan tetntunya tidak lupa aku mengunci pintu balkonku juga, aku tidak akan membiarkan kesalahan yang sama akan terulang kembali.


aku melihat keluar dan bertenggerlah disana mobil sport berwarna merah.


'Anjir, mobilnya banyak bener yak? makin yakin nih, gue kalo nikah sama om itu dikirain cuma pengen morotin hartanya doang.'


Ting!


Aku langsung mengecek ponselku


Mom send pic



Mom : Bagus ya gaunnya?


Woah, Aku tercengang. Gaun ini sangat indah.


Mom : Eits tapi ini buat nanti pas resepsian. kalau buat pas tunangan besok yang simple but glamor ya.


Alina : Terserah


Mom : Gitu amat jawabnya, yang semangat dong.


Alina : hmmm


Aku meletakkan ponselku.


Demi apapun, gaunnya sangat cantik, aku sangat menyukainya, dan sejujurnya aku ingin sekali untuk segera memakainya, kalau saja aku tidak menikah dengan om itu, pasti aku sudah mencobanya saat fitting baju.

__ADS_1


Good bye pernikahan ala princess ku, back to reality kalau suami kamu hanya om om Alina.


__ADS_2