Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 37


__ADS_3

memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk bisa sampai ke saint malo, pada awalnya leonardo dia terheran karena aku mengajaknya ke pantai pada hari pertama kita untuk jalan - jalan di negara prancis ini,


aku sengaja mengajaknya untuk bepergian jauh di  hari pertama karena kupikir kalau mengujungi menara eiffel di hari pertama tidak akan memberikan kenangan yang menyenangkan, toh kita masih punya waktu yang cukup banyak disini dan dapat mengunjungi menara eiffel atau destinasi lain di dekat sana setiap saat nantinya karena rumah yang kami tinggali tidak jauh dari sana.


" tadinya alina mau ngajak mas naik kereta ke saint malo nya, tapi kan takutnya nanti kita pulang ke maleman dan ketinggalan kereta jadi, mending bawa mobil aja." ujarku.


"bawa mobil berat bae."


"au ah gelap." jawabku.


ya memang benar bawa mobil itu berat, tapi yakali sih, kan mobil nya gak di bawa kayak begitu juga maksudnya. usai memasukkan semua barang yang kita butuhkan kedalam mobil leonardo membukakanku pintu mobil.


aku menghampirinya lalu menutup pintu mobil itu kemudian membukakan pintu mobil untuknya di kursi penumpang.


"hari ini, mas gak boleh nyetir, ini perjalanan jauh, nanti mas kecapekan dan akhirnya kita gak jadi seneng seneng disana."


dia mengacak rambutku.


"oke siap boskuh, iya bener bae, mas gak boleh capek capek ya? Kan kita mau tempur."


Sontak aku memukulnya pelan dengan sling bag yang tengah aku pakai, dia terus merintih dan memintaku untuk berhenti memukulinya, tapi rasanya tanganku belum bisa berhenti karena aku ingin mengusir pikirannya yang terus terusan menuntutku untuk memberinya jatah setiap waktu, bukannya apa, hanya saja aku tidak sanggup jika dia menyuguhiku dengan obrolan yang berbau 21+.


“mas cium nih kalau gak berhenti!” ancamnya. Aku langsung berhenti memukulinya.


Dia mah gitu orangnya, ngasih hukuman ke istrinya yang begitu kan bikin aku tersipu dengarnya.

__ADS_1


Plak!


Selama di perjalanan leonardo menanyaiku, mengapa aku memilih untuk pergi ke pantai di hari jalan – jalan kita yang pertama, dan aku menjawab dengan sesuai yang aku pikirkan diatas.


Dan ternyata dia juga satu pemikiran denganku, dia bilang kalau di hari pertama kita langsung datang ke menara eiffel tidak akan membuahkan kesan yang indah.


“bae, kayaknya nanti kita menginap disana 1 malam deh.” Ujar leonardo.


“kenapa mas?” tanyaku.


“ya gak papa sih, biar puas disana.”


Lah sebentar, ini apanya yang puas? Tunggu dulu! Dia tidak sedang membahas ‘itu’ kan?


Blush!


Untung saja supir leonardo bukan orang indonesia, jadi mau seperti apapun kita mengoceh dia tidak akan memahaminya.


“i-iya udah terserah mas.” Ucapku.


Anjir! Ais


Demi raja neptunus! Kenapa ucapanku malah menunjukkan kalau aku sedang gugup saat ini, yang pasti leonardo malah akan membullyku setelah ini.


Leonardo yang tengah merangkulkan tangannya di sekitar bahuku langsung menghadapkanku kearahnya.

__ADS_1


“bae!” panggilnya.


“hmm?” jawabku.


Dia menatapku sedikit aneh.


Punggung tangannya ia tempelkan pada dahiku, lalu beralih ke pipiku.


Gawat! Pasti dia akan menyadari kalau aku sedang dibuat tersipu oleh sikapnya tadi.


“kok panas begini, demam ya? Kita pulang aja deh.” Nadanya terdengar sangat serius.


Sir, are you kidding me?


Please deh leonardo, itu bener lagi bersikap polos apa gimana? Masa iya dia gak sadar kalau istrinya lagi tersipu gara – gara dia terus terus an bikin pikiran istrinya melayang kemana – mana.


“ah, alina gak papa, yakali masa mau balik sih? Kan udah setengah jalan nih, bentar lagi pasti nyampe.” Ucapku.


“mas kok gak bawa tolak angin yah tadi, pasti kamu masuk angin nih.” Ujarnya.


Hadeh, ternyata memang bego nya alami, jadi gemas, siapa juga yang lagi masuk angin atau demam seperti yang ia katakan :/


“udah mas, alina tidur aja nanti pasti ya baikan.” Usai mengucapkan itu leonardo bergeser ke sudut pintu mobil lalu menepuk pahanya memintaku agar berbaring disana.


Aku menggeleng, lalu menyandarkan kepalaku ke jendela, tapi dengan sigap tangan leonardo sudah mengarahkanku agar tidur pada posisi yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


Dia mengelus puncak kepalaku dan sedikit memijatnya sesekali, rasanya sangat nyaman.


__ADS_2