
"sayang? dari tadi kok diam terus sih, cerita sama mas sini, jangan bikin khawatir." kata leonardo, dia menghampiriku yang tengah duduk santai di sofabed yang ada di dekat kolam renang sambil membawa 2 gelas jus di nampan.
ia meletakkan nampan tersebut lalu duduk didekatku.
"minum dulu ya, baru cerita sama mas." dia memberiku jus tadi, aku mengambilnya dan meminumnya perlahan.
dia mengelus puncak kepalaku lembut.
aku menoleh kearahnya.
"alina jahat gak sih sama mas? ngerasa ada sakit hati gak sama alina?" tanyaku.
aku berusaha untuk melawan egoku dan memberanikan diri untuk menanyainya, jawabannya tentu saja sudah kalian ketahui.
dia menggeleng.
" kamu istri mas yang paling mas sayangi, yang bisa lengkapi kekurangan aku, mana mungkin mas sakit hati, ya mungkin kadang agak cemburu sama oppa oppa itu."
aku tertawa di dalam hati, dia cemburu dengan oppa ku?
sangat lucu.
"tapi alina belum jalanin kewajiban alina sebagai istri yang baik." aku menatap manik matanya yang berwarna cokelat terang itu.
"semua itu kan butuh proses bae, jadi pelan - pelan aja, kamu terima mas jadi suami kamu aja mas udah sangat senang." jawabnya.
"waktu honeymoon nanti aja ya." kataku pelan.
"kenapa? ada apa sama honeymoon? kamu gak suka ya? mau mas ganti aja destinasinya?" crocosnya.
"loh enggak enggak." sela ku.
aku membuat gestur agar dia mendekat padaku, dia mencondongkan badannya lalu mendekatkan telinganya kearahku.
__ADS_1
aku menoleh ke kanan dan ke kiri melihat keadaan sekitar yang sebenarnya tidak ada siapa siapa disini.
"nanti alina kasih jatah waktu honeymoon." bisikku pelan.
dengan cepat dia menangkup wajahku lalu mencubit pipiku.
"seriusan nih sayang? mas gak lagi mimpi kan?" tanyanya dia terlihat sangat senang.
aelah, dasar! punya laki kok mesum amat, giliran beginian dia semangat.
aku mencubit pinggangnya keras.
"aw! sakit bae." rintihnya.
"berarti gak lagi mimpi." sahutku.
dia berdiri lalu mengangkat kedua tangannya ke udara.
"YASS! akhirnya, alhamdulillah setelah penantian yang cukup lama." kata dia sambil tertawa.
"kamu gak lagi bohongin aku kan bae." tanya nya sekali lagi berusaha untuk meyakinkanku.
aku mengangguk yakin,dia benafas lega.
"mama gak mau nemuin aku sampai dia dapat kabar kalo dia bakal punya cucu." kataku pada leonardo.
"oke beres, kita langsung produksi anak yang bayak dan lucu lucu buat mama kamu." dia terlihat sangat antusias.
"produksi anak se enak jidatnya aja nih kalo ngomong, yang ngeden siapa situ kok berasa mau bikin aku hamil tiap tahun." aku menjitak kepalanya lumayan keras.
"eh, eh ampun iya engga sayang hehe, bercanda." dia menahan tanganku yang berusaha untuk menjitaknya sekali lagi.
"gimana kalau kita nyicil satu dari sekarang." godanya, aku meliriknya tajam.
__ADS_1
"gak usah honeymoon, jatahnya gak jadi aku kasih deh." kataku aku berdiri dan berjalan ketepi kolam menjauh darinya.
"ya allah engga sayang, gak jadi deh, mas sabar nunggu sampai honeymoon aja deh." dia berlari kecil menghampiriku.
aku mengacuhkannya.
"jangan gak di kasih jatah dong sayang, ya alloh baru seneng langsung ambyar sekarang."keluhnya.
aku tidak menyahuti perkataanya.
"mas kodok!" pekikku sambil menunjuk kearah selatan, dia menoleh.
aku mendorongnya agar dia terjatuh kedalam kolam tapi sialnya, dia sempat menarikku sebelum jatuh dan
byur!
pada akhirnya kita malah jatuh kedalam kolam bersama- sama.
"astaga, tadi alina niatan pengen nyeburin mas doang, malh di tarik, ah kena sialnya." protesku.
dia menertawakan ku.
"usil kamu sama mas. berani ngerjain mas."
"lagian sih mesum. gak inget apa istrinya ini masih anak dibawah umur." makiku.
"masa sih dibawah umur?" dia menyudutkanku hingga badanku menempel di dinding kolam renang.
"mesum sama istri sendiri halal loh bae." katanya sambil tersenyum tipis.
aduh senyuman ini.
"lupakan soal jatah. alina gak mau kasih beneran nih." ancamku.
__ADS_1
dia memundurkan badannya.
"aduh ampun, iya gak jadi gak jadi." katanya sambil memelas