
Malam ini terasa begitu panjang, aku tidak bisa memejamkan mataku untuk tidur sedikitpun yang ada malah air mataku yang terus berlinang tanpa aku sadari, tiba tiba saja rasanya aku menjadi sangat merindukan mama dan ingin berada di pelukannya menceritakan semua keluh kesahku kepadanya. tapi sangat tidak mungkin jika aku melakukannya sedangkan kondisi mama yang sudah seperti itu.
suara leonardo memanggil namaku dan terus mengetuk pintu sudah tak terdengar sejak beberapa jam yang lalu, dia terus mengulang kata ' maafkan aku' sambil mengetuk pintu kamar kita, tapi aku tetap tidak membukakan pintu untuknya.
aku kembali menghela nafasku sejenak, lalu membuka tirai gorden kamar yang menunjukkan ke balkon kemudian aku keluar dari kamar dan menuju ke balkon, langitnya gelap namun terlihat indah dengan hiasan bintang yang bertaburan di atas sana. jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan aku belum juga bisa tertidur karena memikirkan masalah yang belum tentu kebenarannya.
"oke nanti harus dengar penjelasan dari leonardo dengan baik, jangan menangis! alina kuat." kataku bermonolog.
harus percaya sama suaminya apapun penjelasan darinya nanti jangan sampai menyela perkataannya nanti.
__ADS_1
kalau sudah jam segini pasti leonardo sudah bangun, biasanya dia sudah mandi dan siap - siap untuk sholat subuh berjama'ah, untuk hari ini aku memilih untuk sholat sendiri daripada aku belum siap melihatnya dan akhirnya aku menangis di depannya, aku tidak mau leonardo melihatku menangis bawang seperti ini.
setelah mengumpulkan niatku untuk mencoba membuka pintu kamarku akhirnya aku memutuskan untuk membukanya dan melihat dimana keberadaan leonardo.
Cklek..
aku membuka kuncinya dengan suara pelan kemudian membuka pintu itu dengan hati - hati. pemandangan yang pertama kali aku lihat malah aku melihat leonardo yang tertidur bersandar di lemari besar yang ada di dekat kamar kita.
susu hangat yang semalam di buatkan oleh leoardo juga masih ada disana, leonardo mulai merenggangkan tangannya matanya sudah sedikit terbuka, sepertinya dia akan segera terbangun dengan gerak cepat aku menutup pintu kamarku kembali dan tak lupa aku menguncinya.
__ADS_1
"bae?" panggilnya, tapi aku sudah menjauh dari pintu dan kembali ke balkon.
--------
"sayang,buka pintunya ya?" panggil leonardo dari luar pintu kamar.
aku melihat kearah luar langitnya sudah mulai cerah, mataharinya pun sudah muncul sedikit demi sedikit, karena ini sudah hari senin leonardo harus berangkat kerja hari ini, mungkin juga dia ingin aku membuka pintu agar dia bisa bersiap - siap ke kantor, karena semua bajunya berada di dalam kamar ini.
aku memilih setelan jas berwarna navy blue dengan di padukan dasi yang pas untuk jas tersebut, kemudian aku membawanya keluar dari walk in closet lalu menuju ke depan pintu kamarku.
__ADS_1
ketika membuka pintu aku melihat leonardo yang sudah berdiri di depan pintu kamar sambil memasang raut wajah sedihnya, aku menyerahkan setelan jasnya kepada leonardo alih alih ia segera mengambil bajunya itu dia malah memelukku dengan erat.
aku mendorong leonardo agar menjauh dariku, lalu dia menatapku. " jangan peluk dulu, alina masih kesel sama mas." kataku dingin, dia langsung terlihat canggung