
“waaaah! Akhirnya..” pekikku sangat girang saat sampai di saint malo. Pemandangannya tidak di ragukan lagi! Ini sangat indah.
Ketika kita sampai aku yang terlebih dahulu turun dari mobil dengan sangat antusias, karena aku sudah tidak sabar untuk melihat ombak dan juga mencium bau pantai yang sangat khas ini.
Entah apa yang di lakukan leonardo tapi sedari tadi ia tengah menyibukkan dirinya di samping mobil, karena aku merasa kurang menyenangkan jika aku menikmati keindahan ini sendirian aku putuskan untuk memanggilnya dan mengajaknya berkeliling di sekitar sini.
“mas.” Panggilku.
“bentar lagi bae.” Ujarnya.
Dih kayak orang lagi kencing aja, pake bentar lagi’ -_-
“lagi ngapain sih.” Aku pun menghampirinya.
“ini aku lagi siapin drone bae, hehe.” Jawabnya.
“wah, nanti alina coba setirin drone nya yaa..yaa.” pintaku.
Dia mengangguk.
“iya sayang.” Jawabnya.
“ih mas, agak ke kiri dikit dong, eh eh ke kanan kanan terus, yak stop.” Koj jadi berasa tukang parkir anjai.
Akhirnya kita mendapatkan pemandangan yang indah dari sini, leonardo menyerahkan remote kontrol dronenya padaku, aku langsung memandangnya sedikit heran namun aku merasa senang.
“bisa gak arahinnya?” tanyanya
__ADS_1
Aku meringis kemudian menggeleng padanya.
“alina gak pernah nerbangin ginian dari dulu haha.” Jawabku jujur.
“yaudah sini mas ajarin.” Leonardo berjalan ke belakangku, lalu kedua tangannya memegangi tanganku dan membantuku untuk mengarahkan drone ini, ya secara tidak langsung leonardo memberiku back hug dengan posisi yang seperti ini.
“gini bae.” Dia mulai mengutak atik remote kontrol drone itu untuk mengajariku, tapi ya beginilah nasib orang lemah sepertiku, bukannya malah memperhatikan instruksi dari leonardo, aku malah masih tercengang dengan posisi kami yang sangat nyaman seperti ini.
“udah paham belum bae?” tanya leonardo padaku, seketika aku tersadar kembali.
“ah iya paham mas.” Ucapku, paham apaan? Gue aja gak perhati in apa yang di bilangin sama dia. Akwokaowka.
‘mas ambilin minum dulu.” Bisik leonardo pada telingaku.
Astang- tang gak usah pake bisikin di telinga gini kali ah, mana suaranya dia kayak di bikin sok seksi gitu ah.
Aduh kan emang aslinya dia juga seksi :/
“bae! Air mineral, apa jus?” seru nya dari dalam mobil.
“cola aja mas.” Pekikku.
“okay.” Jawabnya.
Tak lama kemudian hal yang sangat tidak aku ingin kan benar terjadi, sepertinya memang seharusnya aku mendengar instruksi dari leonardo sebelumnya, karena sedang tidak fokus aku terus mengarahkan drone itu kearah lautan dan akhirnya membuat drone tersebut oleng karena angin dan akhirnya jatuh ke laut.
“MAS! MAS! BURUAN, ASTAGAAA! GIMANA INI” pekikku dengan suara yang amat lantang.
Leonardo segera berlari menghampiriku dengan membawa botol air mineral di tangannya.
__ADS_1
“kenapa sayang? Ada apa?” tanyanya nadanya sedikit heboh, nafasnya terengah engah.
Aku mencebikkan bibirku dan memasang tampang sedih, dan tentunya aku merasa sangat bersalah karena telah membuat drone leonardo hilang ditelan ombak.
“dronenya kecebur.” Ucapku ketakutan dan aku merasa sangat menyesal.
Leonardo langsung memelukku dan mengelus rambutku dengan lembut.
“ya allah, mas kira kamu kenapa sayang, mas udah gopoh, takut, khawatir aduh campur campur rasanya, takut kamu kenapa napa tadi.” Ujarnya.
“tapi mas, dronenya-”
“kalo drone yang ilang mas bisa beli lagi, tapi kalau ada apa – apa sama kamu, mas gak bisa maafin diri mas sendiri.” Ucapnya. dia mengecup keningku sekilas.
Kok so sweet banget sih kamu mas!
“maaf ya mas udah bikin mas kaget tadi.” Ucapku lirih.
“iya sayang, salah mas juga gak temenin kamu tadi, udah mending sekarang kita main ke pinggir pantai aja yuk.” ujar leonardo kemaudian melepaskan pelukannya dan merubahnya dengan merangkulkan tangannya di pundakku.
leonardo menyerahkan air mineral yang ada di tangannya padaku.
"kan tadi alina mintanya cola?" protesku.
" kamu kurangin dikit minuman yang berkarbonasi, gak baik tuh buat kesehatan kamu." ocehnya.
"yah, kan belum minum dari kemarin!" aku kembali protes padanya.
"no no no, kamu itu hampir tiap hari tahu bae! mas gak mau ya istri satu satunya mas sakit gara gara sering minum yang gak sehat."
__ADS_1
"huh, iya mak e." aku mengalah untuknya kali ini. karena ucapannya juga ada benarnya