Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 4


__ADS_3

"Dek?" panggil bang Jaehyun sambil membuka pintu kamarku.


Aku segera mengusap air mataku sebelum ia mengetahui kalau aku sedang menangis. bukan karena takut dia akan mengasihaniku atau bagaimana, tapi yang jelas pasti dia akan membuatku sebagai bahan bully-an nya jika dia melihatku menangis bawang seperti ini.


"Kenapa bang?" jawabku. Ia berjalan menghampiriku dan duduk di tepi ranjang.


"Gak usah nangis gitu deh, jelek tau kek kambing kurban." ledeknya


"Dih apaan sih, mending abang keluar deh jangan ganggu gue." dia mencubit pipiku pelan.


" Senyum dong.. mana Alina yang kek biasanya nih? Masa gara-gara di jodohin langsung lelah letih lesu."


Aku melirik tajam kearahnya.


"Eh iya ampun bosku" dia langsung mengangkat tangannya


" ya1 udah abang pengen liat Alina senyum lagi?" kataku.


"Perasaan gue gak enak nih, ada hawa cringe nya."


"Gimana kalo abang aja yang nikah?"


"ASTAGANRALALAGA dek! abang lo ini normal anjer, lu kata apaan dah gue nikah sama cowo, puseng tujuh keliling deh gue." protesnya.


Aku tertawa pelan.


"Tuhkan abang aja gak mau dan nolaknya sampai se alay itu, gimana gue?


abang Jaehyun mengacak rambutnya.


"Aduh susah dah ngomong sama lo dek, kita kan kek beda alam gitu."


"Iya, abang kan dari alam kubur" abang Jaehyun langsung menjitak kepalaku pelan.


"sembarangan aja nih anak badak"


"Bang."tiba tiba nada bicaraku berubah menjadi serius.


"Nani?"


"Wibu anjai" ledekku


"Lo juga vangke, pake kata ngatain abangnya juga, haha"


"Hehe, Alina gak mau kawin di umur segini bang, Alina ngerasa masih terlalu muda."ucapku


"Nikah dulu woy baru kawin." sahut bang Jaehyun.


"Eh beda ya?" aku meringis


"Search di Gugel."

__ADS_1


Aku menatap kearah bang Jaehyun dengan tatapan memelas berharap dia akan membantuku yang notabenenya adalah adiknya yang kini butuh perlindungan darinya.


"Gimana kalo abang bantu Alina buat batalin perjodohan ini? misal kabur kemana gitu, atau aku pura pura pingsan aja ya waktu nikahan " sambungku


"Dih ogeb, kalo lo pura pura pingsan nih, semisal adik ipar ngelanjutin ijab kabul sampe selesai percuma, tetep sah sah aja lo jadi istrinya dia. Maaf aja ya dek abang gak bisa bantuin lo, semua orang udah setuju soal perjodohan ini."


"Emang abang setuju Alina nikah sama om itu?" tanyaku


"Mungkin dia yang terbaik buat lo dek. dari kecil kan kita diajarin buat gak nilai orang dari fisik dek. kamu sih kebanyakan liat opah plastikmu jadi gini kan."


"GAK USAH BERANI NGATAIN OPPA OPPA KU, NGAJAK RIBUT NIH" aku melempar bantalku bertubi-tubi kearahnya


"ADUH AMPUN DEK IYA IYA KAPOK GAK MAU ULANGIN LAGI."


abang berdiri dan beranjak keluar dari kamarku.


Tak lama ia muncul kembali di ambang pintu


"udah, kamu nurut aja kata mama,papa. menurut abang itu juga udah perfect buat orang gurun kayak kamu, selera kamu bangetlah'


"KELUARRR!" aku melempar bantal ke pintu."


'Ya tuhan, beri hidayah kepada keluarga princess,princess sudah tak sanggup lagi menjadi istri dari jungkook, mingyu dan chanyeol. pengennya nambah lagi ya tuhan."


Nah bodo kan. emang iya, gak apa-apa halu bisa bikin bahagia meski sesaat .


"Alina." panggil mama.


"Nah gitu dong keluar dari kamar, biar fresh. ayo makan dulu."


"Kirain ada apa, Alina belum laper ma."


" Jjajangmyeon, Jjampong.kimbap, Bulgogi, Kimchi, seriusan nih gak mau makan?"


aku langsung berlari duduk dimeja makan.


"Kata mama dulu kan gak boleh nolak makanan, nih sekarang Alina udah duduk manis, siap ngabisin semuanya, hehe"


"Hilih, gini aja cepet. ya udah buruan di habisin ya."


Aku mulai menyantapnya satu persatu hingga habis semua.


"Enak ya?"tanya mama.


"Enak bingits ma, rasanya beda sama di resto kfood langganan aku. Ini lebih enak banget"


"Ya iyalah, masakan calon menantu ya pasti enak"kata mama bergumam.


"Kenapa ma?"


"Gak papa nak hehe."

__ADS_1


"Nanti beliin lagi ya" pintaku pada mama.


"Ah siap, beres deh. ini tadi aja dapat gratisan"


"Lah lagi ada promo ya di gfood" tanyaku dengan masih semangat makanan tersebut


"Udah lah, yang penting kamu kenyang."


"Hehe iya."


Aku berjalan menuju ke ruang keluarga dan mendapati abangku yang sedang duduk di sudut sofa sambil menutupi wajahnya.


'ngapa lagi dia disini ,kaga kuliah apa kerjaannya cuma malas malan aja di rumah, udah kek gue aja'


Terbesit ide jahil dari otakku, aku berniat untuk menjahilinya dengan membuatnya kaget. Abang jaehyun itu paling gak suka hal berbau horor, tapi mungkin karena sering aku bully jadi tergerak di hatinya untuk belajar menikmati sensasi menonton film horror.


Tapi, dia nontonnya kok di siang bolong gini yak, kan jadinya feel dari film horror itu gak dapet.


Terserah bang Jaehyun dah.


Aku menyibakkan rambutku kedepan dan bergaya ala zombie ala train to busan dan mulai berjalan mendekatinya.


Ketika aku sudah berada tepat di belakangnya aku memegang pundak bang jaehyun dengan lembut dan perlahan, lalu sambil membuat ala suara seram.


"ASTAGAA WHAT THE FFH#&@!?*#asdfghjkll" pekik bang Jaehyun.


Aku sudah tak kuat lagi untuk menahan tawaku.


"Awas aja lo ya dek! berani lo ya iseng sama abang" ujarnya sambil nafas yang tersenggal-senggal.


"Dih, lagian sih. Nonton horror tuh enak malem bang, kerasa hawa mistisnya, kalo siang gini mah lemah!"ledekku.


"Berisik dah, abang ni lagi asik nonton. Gue telponin adik ipar asik kali ya? ajak nonton ntar malem, gimana?"kata bang Jaehyun.


Aku langsung berpaling kearah lain dan secara automatis moodku jadi 0%


"Apaan sih, yaudah nonton aja sana. gue mau balik nge drakor lagi, bye!" crocosku.


Aku langsung berjalan dengan cepat dan menutup pintu kamarku lumayan kencang dan mulai menguncinya.


Aku merasa kalau rumah ini sudah bukanlah wilayah yang aman, karena kehadiran om itu secara tiba-tiba membuatku menjadi was-was ketika hendak keluar kamar.


Anyway, meskipun aku merasa kalau dirumah ini sudah tidak aman lagi, aku tidak pernah berencana untuk kabur dari rumah ini. karena faktanya, aku sangat menyayangi anggota keluargaku.


Ya meskipun mereka bersikeras untuk menikahanku dengan rekan kerja papa, dan mereka sama sekali tidak ada yang berniat untuk mendukungku dan menolak pernikahan ini.


Bang Jaehyun sudah menganggap om kumisan itu sebagai adik ipar.


Mama juga pernah memanggilnya calon menantu, belum lagi ia pernah menyebut calon suami dihadapanku.


kal1au papa jangan ditanya, karena pastinya dia sudah kalimat paten. kalau sudah berniat untuk menikahkanku dengannya, ya pasti dia tidak akan merubah perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2