
Sampai di rumah yang cukup besar dengan desain modern namun warna putih-krem dipadu dengan pale mint menciptakan suasana parisian chic pada bangunan rumah ini dari dalam ruangan nampak tidak banyak hiasan yang menghiasi rumah, akan tetapi ada 2 buah lukisan berukuran lumayan besar menghiasi rumah ini ditambah lagi dengan menyandingkan barang usang dan tua dengan barang baru menambah kesan vintage dirumah
Ah, jadi aku memang sedang berada di paris ya? Sangat menyenangkan bisa kemari untuk berbulan madu, meskipun pada awalnya aku tidak ada niatan untuk datang kemari sebelumnya dan lebih memilih korea untuk memasukkan ke daftar negara yang ingin aku kunjungi, tapi aku rasa datang ke paris-prancis bukanlah suatu penyesalan.
“kamar atas atau bawah bae?”tanya leonardo masih mengenggam tanganku, sebelah tangannya ia masukkan ke saku celananya.
“atas aja, kayak pemandangannya lebih bagus.” Jawabku.
“siap bu bos, langsung kita berangkat.” Ucap leonardo. Tangannya meraih punggungku dengan sigap sebelah tangannya mengangkatku dan menggedongku ala bridal style, karena sangat tiba – tiba wajah kami hampir saja saling terbentur namun sebelum itu terjadi aku telah memundurkan kepalaku terlebih dahulu.
“aww! Mas turunin alinaaaaaa.”pekikku.
Anjay sih emang, kenapa kalau sedang gugup begini aku malah merasa suara yang baru saja aku buat terdengar aneh.
Leonardo menertawakanku.
“dih. Turunin gak!”ujarku sedikit menajamkan pandanganku padanya. Namun dia malah menjulurkan lidahnya padaku.
“gak mau wee.” Jawab leonardo kekanakan.
Astaga *dragon*\, demi apa? Kekanakan banget! Melihatnya yang selalu bertingkah seperti ini terkadang membuatku sedikit heran padanya\, karena sikapnya benar benar berbeda 180 derajat jika dia sedang berbicara dengan karyawan atau koleganya\,yang biasanya dia bersikap dingin dan tegas\, tapi dihadapanku dia terus bermanja – manja kekanakan.
Aku mengalungkan tanganku disekitar lehernya agar tidak terjatuh\, sepertinya leonardo sedikit terkejut saat aku mengalungkan tanganku disana\, dia menoleh kearahku lalu menatapku dalam ia menyunggingkan senyuman *smirk* nya.
uh! lagi lagi tatapan itu!
__ADS_1
lemah dedeq bwaang!
aku mengalihkan pandanganku darinya.
brug!
leonardo meletakkanku di ranjang berukuran kingsize ini dengan hati hati, aku duduk lalu menerpa pandanganku ke seluruh ruangan, kamar ini sangat sempurna.
aku melihat kearah leonardo yang berdiri di samping ranjang, ia tengah membuka satu persatu kancing bajunya.
Glek!
aku menelan salivaku dengan susah payah, jangan bilang dia ingin skidipapap swadikap ahoy denganku malam ini? ah tidak kan? dengan segera aku mengalihkan pandanganku dan menggulingkan badanku ke pinggir kasur membelakanginya
ARGH!
semakin aku merasa jantungku akan meledak saat aku merasa sisi ranjang yang ada ada di sebelahku bergerak, aku rasa leonardo mulai naik ke ranjang juga, aku menyilangkan tanganku ke dadaku sambil meringkuk untuk melindungi tubuhku.
ya allah plis, jangan buat mas jadi ke mode gahar sekarang, besok besok aja huaa.
sreek!
leonardo menarikku lalu mendekapku dan menempatkan kepalaku pada dada bidangnya yang tengah naked itu, dia memelukku cukup erat.
cup!
__ADS_1
dia mengecup keningku.
"good night sayang, istirahat ya~ gak usah gugup gitu ah, mas gak minta jatah malam ini kok." ujarnya, kemudian ia terkekeh.
biasanya leonardo kan juga tidur seperti ini, tapi kenapa aku malah berpikir terlalu jauh.
plak!
seketika aku merasa bodoh, kenapa jadi aku yang memiliki pemikiran semesum itu :/
aku mendongak menatap leonardo.
"good night mas." ucapku lirih.
leonardo sedikit menundukkan kepalanya dan tentunya membuat wajah kami sangat dekat.
cup!
sekali lagi dia mengecupku sekilas, namun kali ini dia memberiku kecupan singkat di bibirku.
"i love you." bisiknya.
aku kembali keposisiku semula, menyandarkan kepalaku pada dada bidang leonardo dan memejamkan mataku.
deg deg deg..
__ADS_1
tunggu dulu, ini bukan detak jantungku kan yang berbunyi sekeras ini, jadi leonardo juga tengah merasa gugup ketika berada didekatku juga.
tanpa terasa senyumku merekah dengan sendirinya.