Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 29


__ADS_3

"mas, hari ini alina gak bikinin mas teh dulu ya, badan alina rasanya remuk nih capek banget, matanya juga gak kuat buat melek." ujarku masih rebahan diatas ranjang dengan selimut yang aku gulungkan pada tubuhku.


leonardo yang tengah memasang dasinya menoleh kearahku.


adaw! silaw bwang!


'ganteng banget suami gue ya alloh' batinku.


godaan macam apa ini?!


"mas kan udah bilang sih, belajarnya santai aja, gak usah sampai begitu ah bae. eh tahu - tahu kamu ngilang dari ranjang waktu mas udah tidur nyenyak dan belajar sampai begadang segala. pokoknya hari ini gak boleh kemana - mana, dirumah aja istirahat ya sayang." ocehnya.


ya ampun berasa di ceramahin ustad dadakan njir.


"iya mas." jawabku


"dirumah aja, istirahat ya. mas berangkat dulu." pamitnya.


ia mengulurkan tangannya lalu aku cium.

__ADS_1


cup!


dia mencium keningku.


"lusa kita honeymoon, kamu gak boleh sampai sakit atau kecapekan, get well soon istriku." ucapnya. lalu pergi.


sedikit demi sedikit aku mulai terbiasa dengan setiap perlakuan romantis leonardo kepadaku, seperti pelukannya, kecupannya ataupun ciumannya, aku sudah tidak merasa risih sedikitpun, alih alih merasa risih aku malah merasa senang dan menjadi begitu deg deg an saat berada di dekatnya.


mengingat lusa adalah hari kebarangkatan kita ke paris untuk berbulan madu, aku malah belum sempat menyiapkan kebutuhanku untuk tinggal disana beberapa hari kedepan, ditambah lagi hari ini leonardo memintaku agar beristirahat dan tidak melakukan apa - apa agar kondisiku kembali pulih.


sebenarnya kondisiku pasti akan cepat pulih jika aku memilik tidur yang cukup setelah ini, hanya saja leonardo yang terlalu khawatir denganku, apalagi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau kesehatanku adalah prioritasnya.


aku merapatkan selimutku yang sedikit tersingkap lalu menata posisi agar dapat beristirahat dengan nyaman, tak lama setelah itu bi erna datang dengan membawa nampan yang berisi segelas susu dan bubur ayam lalu ia letakkan di meja kecil disamping ranjang.


"tadi pak leonardo yang siapkan, saya disuruh antar ke nona." kata bi erna.


aku mengerucutkan bibirku.


"bi panggilnya alina aja sih, jangan nona! dari kemarin kan udah aku bilang." kataku.

__ADS_1


dia mengangguk.


"saya sudah berusaha tapi selalu lupa, maaf non- maksud saya alina."


"haha iya- iya gak apa apa bi santai aja." ujarku sedikit kasihan dengannya yang terlihat canggung denganku.


"tadi leonardo yang masak bi?"tanyaku.


dia mengangguk.


padahal dia tadi tampak sedang terburu-buru saat mau berangkat ke kantor, ternyata malah sempat memasa bubur ayam untukku.


"bibi mau kembali bersih-bersih dulu, nanti kalau butuh sesuatu panggil bibi ya alina." katanya kujawab dengan anggukan singkat lalu dia keluar dari kamarku dan menutup pintunya kembali dengan hati hati.


beranjak dari ranjangku aku mengambil nampan tadi lalu meletakkannya di meja depan sofa tempat aku duduk.


makan yang banyak, biar cepat pulih.


i love you -yours

__ADS_1


__ADS_2