
Leonardo's pov
aku tak menyangka mami akan datang secara tiba - tiba hari ini tanpa memberitahuku sebelumnya padahal biasanya mami akan mengabariku jika mau berkunjung kemari.
wajah istriku menunjukkan kalau dia sangat malu dengan kejadian yang baru saja terjadi, aku menghela nafasku kemudian melihati mama sedikit kesal.
"alina buatkan minum dulu mi." kata alina, kemudian dia pergi ke dapur.
dengan tatapan sedatar ini pasti mami akan paham dengan perasaanku, dan dia pasti akan penasaran kenapa anaknya berbuat seperti ini.
"mami datang kok cemberut gitu sih?" kata mami sambil menahan tawanya.
"padahal tadi momennya udah pas, eh mami tiba - tiba nongol deh." kataku.
mami memukulku dengan tabloid yang ada diatas meja.
"gitu, pengantin baru gak mau jengukin maminya, dasar!" kata mami geram.
"ampun mam, ampun!" aku menyilangkan tanganku sebagai perlindungan.
"tadinya mami gak ada niatan mampir, tapi inget kalo kamu bakalan berangkat honeymoon tiga hari lagi jadi mami memutuskan buat mampir dan mau kasih pesan dan hadiah buat menantu mama yang paling cantik." kata mama.
"apaan tuh?" aku penasaran dengan paper bag berukuran sangat besar yang ada di tangan mama.
mama kembali memukulku dengan tabloid yang masih dia pegang di sebelah tangannya.
"kepo ah, ini urusan perempuan. kamu gak perlu tahu!" kata mama sedikit nyolot.
lah kenapa mama ikutan nyolot sih? disini kan yang lagi kesel aku gara - gara mama gangguin aku yang lagi asik berduaan sama alina.
mengingat tadi alina yang membalas ciumanku membuatku merasa kalau dia memang juga mencintaiku juga, ah aku sangat bahagia jika mengingatnya.
"silahkan diminum dulu mi." alina meletakkan minuman dan beberapa kue di meja lalu ia duduk disebelahku.
"mami senang kalian sangat romantis dan saling mencintai." kata mami, kemudian ia menyesap minumannya perlahan.
alina sedari tadi hanya menunduk, rupanya dia masih malu dengan kejadian tadi.
__ADS_1
"alina, sini bentar deh sayang." panggil mami, lalu menepuk sofanya menyuruh alina agar dia duduk disebelah mami.
alina langsung berdiri, kemudian duduk disebelah mami.
mami memintanya untuk semakin mendekat kepadanya nya alina pun menggeserkan badannya semakin mendekat.
"ini hadiah dari papa leonardo yang baru pulang dari vienna kemarin lusa, ada lagi paper bag kecil di dalam dari sepupu leonardo yang katanya kemarin belum sempat datang di pernikahan kalian." alina mengangguk.
"makasih loh mi." jawabnya dia masih terlihat canggung dengan mami.
"jangan sungkan gitu ah, mami sekarang juga orang tua kamu loh. anggap seperti mama kamu sendiri yaa." ujar mami pada alina.
alina mengangguk pelan.
mami membisikkan sesuatu ditelinga alina yang membuatku kembali sedikit penasaran, karena aku sama sekali tidak mendengar perkataannya sedikit pun.
"ish, gara gara mami tuh, alina jadi canggung kan." tukasku.
"mas! enggak kok." kata alina sedikit menajamkan pandangannya padaku membuatku terdiam.
Alina's pov
"siap mi, beres kalo itu mah." kata leonardo penuh semangat.
plak!
giliran bikin anak aja semangat dia dasar suami mesum.
aku hanya bisa menunduk mendengar perbincangan mereka yang terdengar dewasa ditelingaku yang masih polos ini.
meskipun sebenarnya tidak terlalu polos juga, apalagi setelah mendengar perkataan mami yang di bisikkan padaku cara membahagiakan suami.
ew!
sedikit menggelikan jika aku mengingatnya.
"mami pulang dulu ya sayang, sering - sering main kerumah, jengukin mami yaa~" mami berdiri dan hendak beranjak keluar rumah, aku meraih tangan mami lalu mencium punggung tanganya.
__ADS_1
dan bodohnya kenapa leonardo ikutan mengulurkan tangannya sambil cengengesan menatapku.
alah ini kenapa lagi? suami kok jadi gesrek kek bang jaehyun -_-
aku menghempaskan tangannya pelan sambil tersenyum paksa kearahnya leonardo meringis.
segera aku berjalan menyamai langkah mami leonardo lalu mengantarkannya hingga masuk ke mobil.
aku melambaikan tanganku sampai mobil itu menghilang dari pandanganku. tidak mendapati leonardo yang ada di sampingku membuatku menyapu pandangan disekitarku dan menemukannya yang terduduk di ruang tamu.
aku duduk di sebelahnya.
"mas juga mau tangannya di cium kaya mami tadi." ungkapnya dia terlihat cemberut.
"aduh mas, masa kamu iri sama mami sih! mami kan mau pergi jadi aku cium tangannya."
leonardo terdiam, kemudian dia bangkit dari duduknya, menghampiriku lalu menjulurkan tangannya kembali.
"mas pamit, mau pergi ke kamar dulu bae." ucapnya dia meringis.
ya gusti
neomu kiyeopta! lucu banget sih dia
saking ngebetnya dia pengen aku cium tangannya sampai ngelakuin hal se gesrek ini.
aku menggaruk kepalaku, lalu meraih tangannya dan mencium tangannya.
"dah, sana ke kamar." kataku.
aku meninggalkannya pergi kedapur untuk membereskan dapur yang berantakan akibat perbuatanku menyiapkan sarapan untuk leonardo cukup membuat seluruh dapur seperti usai terkena bencana.
"kamu mau kemana bae?" tanya leonardo, dia sudah berdiri ditengah anak tangga.
"mau bersihkan dapur." jawabku.
"mas bantuin." dia kembali menuruni anak tangga lalu menghampiriku.
__ADS_1
untuk kali ini aku tidak menolak niat baik leonardo yang ingin membantuku, karena aku ingat pesan mami yang di bisikkan padaku tadi.
'ingat sayang, sekarang kamu berkeluarga! jadi banyak hal yang harus kalian kerjakan bersama sama agar komunikasi diantara kalian tetap berjalan dan hubungan kalian akan terus terasa manis.' pesan mami padaku