Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 3


__ADS_3

Waktu berputar begitu cepat sepekan telah berlalu, Alina tak berniat untuk mengurung dirinya sendiri dikamarnya namun ia tak kunjung pergi keluar dari kamarnya sendiri dan ia terus berdiam di kamarnya, duduk di balkon sambil membaca novel dan terkadang hanya sekedar berbaring di balkon hanya sekedar untuk menikmati indahnya pemandangan langit.


setiap hari alice-mamanya mengantarkan makanan untuknya karena dia merasa khawatir kepada anaknya yang tidak pernah beranjak dari kamarnya.


"Nak, nanti antar mama pergi belanja bulanan yuk."


"Gak mau ma, biasanya kan mama sama bibi."


"Ini kan lagi weekend, bibi lagi pulang kampung, nanti siapa yang bantu mama dong?"


"Iya dah."


"Ya udah, kamu siap-siap dulu, mama tunggu dibawah."


Usai bersiap-siap alina pun langsung pergi kebawah dan melihat dari kejauhan kalau mobilnya sudah disiapkan oleh mang Adit.


"Mau kemana? saya antarin ya?" Alina menoleh ke sumber suara.


"Anjir, najis"ucap Alina spontan saat dia melihat muka Leonardo dengan setelan jas berwarna abu tengah duduk di kursi yang ada di teras sambil berbincang dengan mang Adit.


Eh iya ini kan udah dapat satu minggu ya, dan waktu itu abang udah bilang kalau dia mau datang lagi buat main fortnite bareng' batin Alina


Sial.


" Saya antar ya?" katanya sekali lagi.


"Gak usah." jawab Alina acuh.


"Alina, ngomongnya yang halus dong, dia kan calon-"


"Udah yuk berangkat ma"sela Alina

__ADS_1


alina segera membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi pengemudi, ia melihat keluar dan bergumam kesal karena menunggu mamanya yang tengah asyik berbincang dan cekikikan dengan si leonard itu.


'Apa bagusnya sih dia? kenapa mama gak biarin aku nikah sama yang kayak Taehyung atau sesultan Suho?' batin Alina


"Ayo berangkat nak." ujar mamanya ketika sudah masuk mobil.


"Ma, plis? Mama kan sama kayak aku, sesama kpopers seharusnya bantu Alina buat cari suami yang ganteng kaya Taehyung, kalo gak gitu sesultan Suho? kok malah dapet model kaya akar bunga bangkai"


"Hush, gak boleh gitu, gitu-gitu cakep kok."


"Cakep dari mananya sih ma?"


ma1ma tidak menghiraukanku malah cengengesan.


*****


Alina's pov


Sambil mendorong troli belanjaan seperti biasa aku memasukan snack kesukaanku tanpa sepengetahuan mama, karena mamaku sangat tidak suka aku memakan snack ringan jika terlalu banyak karena itu membuatku makin malas untuk makan masakan rumah.


Aku mengangguk.


"Kenapa harus Alina sih?" protesku


"Kamu percaya deh sama pilihan papa-mama, ini pasti yang terbaik sayang."


"Tapi ma-"


"Alina sayang sama mama kan? Mama gak mungkin dong menjurumuskan anaknya sendiri"


Selama melakukan pembayaran di kasir mama melirikku sekilas saat mendapati snack ku yang sangat banyak, lalu mama hanya tersenyum.

__ADS_1


"Untuk kali ini mama bolehkan" bisik mama kepadaku.


Aku tertawa pelan.


Sesampai dirumah aku langsung kembali ke kamarku aku tidak berniat untuk berkeliaran di sekitar rumah karena masih terdapat mobil milik Leonardo yang bertengger disana.


Dengan berjalan mengendap endap aku kembali ke kamarku, karena kamar abangku hanya berseberangan dengan kamarku.


entahlah mengapa ketika aku masuk kedalam kamarku sendiri baru bisa bernafas dengan lega, karena sedari tadi aku dengan spontan menahan nafasku.


Usai mengunci kamar aku langsung baring di kasur dan kembali pada kehidupan nolepku dengan menscroll di instagram gak jelas, mencari konten lucu untuk menghiburku.


tok tok tok tok


"DEK BURUAN PENTING!" pekik abang dari luar kamarku


"APAAN" jawabku berteriak juga, tanpa memindahkan posisiku yang sudah sangat nyaman.


"BUKAIN CEPET!" aku berjalan dengan ada rasa ingin nampol abangku seketika, pasti dia ingin menunjukkan padaku hal yang sangat tidak penting.


"APAAN SIH?" ucapku lantang saat membukakan pintu.


aku sangat terkejut saat membukakan pintu, pasti kalian tahu alasannya.


abangku yang paling usil itu berdiri didepan kamarku dan tepat disebelahnya ada Leonardo yang membawakan bucket bunga untukku.


"Ikutan mabar fortnite, apa kita nongkrong ke starbuck kek biasanya?" tanyanya.


"Gak usah ganggu gue." ucapku lalu kembali menutup pintu kasar.


"Dek bunganya."ujar abangku dibalik pintu.

__ADS_1


"Gak usah repot-repot bunga gak bikin kenyang, jadi gak penting" jawabku asal.


Gila gak sih abangku? ngapain coba malah mau mak comblangin aku sama om itu? aku gak habis pikir apa bagusnya sih dia?


__ADS_2