Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 33


__ADS_3


tepat pukul 19.08 kita sampai di bandara internasional Paris Charles de Gaulle atau juga dikenal dengan roissy airport usai mengambil bagasi kita langsung menuju ke pintu keluar bandara.


Leonardo berjalan sambil menggandeng tanganku lalu tersenyum kearahku.


“capek ya?” tanyanya


Tentu saja sangat melelahkan, usai melewati perjalanan sekitar 20 jam di udara dan hanya bisa melihat awan sambil duduk termenung pastinya melelahkan.


“iya capek.” Jawabku pada leonardo. Dia merangkulkan tangannya di pundakku.


“sampai rumah langsung istirahat, nanti mas buatkan susu hangat sebelum tidur.” Ucapnya kemudian ia mengelus rambutku lembut.


“mas, juga langsung istirahat aja, alina tahu betul kalau mas juga capek, tiap tidur dipesawat selalu mas pindahin kepala alina buat sandar di lengannya mas, pasti bikin mati rasa.” Ocehku.


Dia tertawa saat mendengar ocehanku,lalu mencubit pipiku pelan.


“iya iya, tumben nih istriku jadi sedikit bawel kan jadi makin sayang.”

__ADS_1


Hilih, kang kardus, gombal teroos  -_-


Bawel dikit makin sayang? Okay, kita lihat saja jika the power of emak – emakku keluar yang tentunya akan membuatku tidak  berhenti mengomel sepanjang waktu , apakah dia akan mengatakan kalau semakin sayang padaku :/ entahlah.


Mulai hari ini sampai beberapa hari kedepan aku dan leonardo akan menginap di salah satu rumah berkunjung milik keluarga leonardo.


sewaktu di perjalanan menuju ke rumah tersebut, leonardo menceritakan kalau keluarganya dulu sering mengunjungi paris dikarenakan kotanya yang cantik dan memiliki banyak tempat bersejarah untuk dikunjungi, leonardo juga mengatakan kalau dulu kakeknya membawa neneknya kemari untuk berbulan madu, berlanjut ke mami dan papa leonardo juga berbulan madu kemari kemudian sekarang di lakukan juga oleh leonardo.


Kalau dipikir kembali bulan madu ini jadi seperti adat istiadat keluarga yang turun temurun.


“hehe”kekehku dalam hati.


“kamu tidur dulu, nanti mas bangunin ya sayang, sekitar 1 jam lagi kita baru sampai.” Ujar leonardo, tanpa melepas genggaman tangannya, sebelah tangannya meraih kepalaku dan mengarahkannya agar bersandar di bahunya.


Aku bergerak kembali keposisiku yang semula.


“gak mau sandaran lagi, mas udah capek dari semalem jadi bantal dadakan alina.” Tolakku dengan lembut.


“ssst, udah sini aja.” Dia menarikku kembali dan malah merangkulku yang membuatku bersandar di dada bidangnya.

__ADS_1


deg deg deg..


lagi – lagi aku kembali dibuat sport jantung olehnya.


Memang dapat aku rasa kalau jantungku berdegup dengan kencang namun beralih dari semua itu, aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya.


“ti amo!” bisiknya lirih kemudian mengecup puncak kepalaku.


Blush!


Suara baritonnya terdengar sangat seksi ditelingaku, entah apa yang aku pikirkan belakangan ini, tapi siapa yang akan tahan jika setiap harinya akan mendapatkan perlakuan manis dari suami tampan dan selalu berperilaku manis di hadapan kalian?


Bahkan aku sampai bisa lupa kalau aku sempat merasa sedikit cemburu mendengar sedikit pembicaraannya di telepon kemarin.


Ah tidak! Aku rasa memang aku telah mencintainya.


maafkan aku chanyeol, mingyu , taehyung, hongseok dan juga mantan mantan suamiku yang lain, bukannya bermaksud tidak setia dengan kalian tapi bagaimana lagi oppa asliku gak kalah kiyowo dengan kalian :')


plak!

__ADS_1


jiwa kehaluan fangirlku mulai sedikit kembali.


__ADS_2