Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 67


__ADS_3

"maaf sudah buat kamu kecewa bae, tapi kamu harus dengar penjelasan dari mas terlebih dulu ya sayang?" kata leonardo mencoba meyakinkanku.


aku hanya mengangguk menyetujui perkataannya. " mas siap - siap berangkat kerja dulu ya? nanti pulang dari kantor baru jelasin semua ke alina ok?" ucapku tanpa melihat kearah leonardo yang sudah jelas ada di hadapanku.


"hari ini mas agak siangan baru berangkat ke kantor, jadi mending sekarang aja kita selesain semua dengan jelas biar gak ada lagi salah paham diantara kita sayang." kata leonardo dengan lugas.


"ya udah kalau itu mau nya mas." jawabku, leonardo mengambil setelan bajunya yang ada ditanganku lalu dia membawanya.


"terima kasih ya sayang sudah mau coba ngertiin suami kamu." aku tak menjawab ucapan nya barusan aku lebih memilih diam.


"kita duduk di sofa dekat kolam renang aja yuk, biar fresh." usulnya.


"hm." jawabku singkat tangannya sudah bergerak seperti akan mengacak rambutku gemas namun aku sudah terlebih dahulu menghindarinya.


"ah iya, maaf." katanya canggung.


setelah sampai di sofa dekat kolam renang rumah kami, leonardo memintaku untuk duduk dengan nyaman kemudian dia duduk bersebelahan denganku.


sebelum mulai mencoba untuk menjelaskan masalah ini, leonardo menghela nafasnya cukup panjang terlebih dahulu.


"oke, mas akan jelasin ini semua dari awal." kata leonardo, aku hanya diam dan memasang telingaku dengan baik agar aku bisa menangkap pembicaraannya dengan baik.

__ADS_1


"jadi jennie itu mantan pacar-"


"leon.." panggil suara yang tak asing. aku langsung menoleh kearah suara yang memanggil nama leonardo tadi.


jennie?


dia datang lagi kesini, sepagi ini, benar benar di luar dugaanku.


leonardo langsung bangkit dari duduknya melihat jennie yang berdiri radius 5 meter dari tempat kami duduk, jennie tampak tengah menangis, aku meringis kesal melihat kedatangan wanita itu yang tiba - tiba datang seolah ingin merusak kehidupan rumah tanggaku.


"jennie?" ujar leonardo.


"bae tolong kamu ambilkan air putih dulu ya buat jennie." pinta leonardo, aku melihat kearah leonardo datar.


wah ini gila sih, sedang berada di dalam situasi yang seperti ini leonardo malah memintaku untuk mengambilkan air putih untuk jennie yang leonardo katakan mantan pacarnya itu.


sesampai di dapur aku mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih.


"bi erna!" panggilku.


tak lama kemudian bi erna muncul dari ruang keluarga, sepertinya ia tengah menyapu disana, dia langsung menghampiriku.

__ADS_1


"bi tolong kasih ke leonardo ya alina mau balik ke kamar dulu, perut lina sakit." kataku berbohong.


kemudian bi erna mengangguk dengan memasang raut wajah khawatir.


“iya bibi antar kesana, bi erna bilang ke pak leonardo ya, kalau perut kamu sakit.” Kata bi erna, aku langsung menggeleng dengan cepat.


"jangan bilang ke leonardo ya bi, kalau semisal nanti leonardo nanya alina kemana bilang aja alina lagi ke kamar mandi, gitu aja bi." kataku pada bi erna kemudian ia mengangguk.


aku kembali ke kamarku dan menguncinya kembali, lagi lagi aku seperti ini padahal aku belum sempat mendengar penjelasan dari leonardo tapi wanita bernama jennie itu datang kembali kemari dalam keadaan ia menangis.


sebagai seorang istri bukankah wajar jika aku sangat penasaran pada suami yang tengah melakukan hal yang mencurigakan seperti yang leonardo lakukan.


jadi aku memutuskan untuk kembali mengintip apa yang mereka berdua lakukan disana, dengan langkah mengendap endap aku mengintip dari balkon kamarku yang langsung menunjukkan view kolam renang yang automatis aku bisa secara langsung memantau setiap pergerakan mereka dari kejauhan sini.


"makasih leon." kata yang terucap dari bibir jennie itu yang terdengar di telingaku, yang selang beberapa waktu kemudian jennie langsung memeluk leonardo.


aku membelakkan mataku dengan lebar lalu menutup bibirku dengan kedua tanganku, aku kembali terisak seperti sebelumnya.


bukankah leonardo akan menjelaskan semua kesalah pahaman ini? tapi kenapa justru perilaku mencurigakan dari leonardo yang membuatnya semakin terlihat jelas.


tidak menutup kemungkinan kalau leonardo sempat berselingkuh dengan wanita bernama jennie itu, karena melihat leonardo yang memperlakukannya dengan sangat baik.

__ADS_1


terlebih lagi, tadi leonardo justru menyuruhku untuk mengambilkan air putih untuk jennie dalam situasi seperti ini yang seharusnya dia bisa menyuruh asisten rumah tangga yang ada di rumah ini untuk mengambilkannya, seolah secara tidak langsung leonardo menyuruhku untuk pergi dan tak mencoba mendengar pembicaraan mereka berdua.


__ADS_2