Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 39


__ADS_3

“ayo mas.” Ajakku usai aku mengganti pakaianku dengan midi dress berwarna putih bercorak bunga yang sedikit mengekspos bagian bahuku tidak lupa aku memakai topi pantaiku untuk melindungiku dari paparan sinar matahari.


“kuy dah.” Jawab leonardo, dia membalikkan badannya mentapku dari atas sampai bawah.


“sebentar.” Ucapnya menahan langkahku.


“ganti baju bae, aku gak mau bahu kamu jadi santapan laki laki bule lain diluar sana, nanti yang ada malah mas cemburu seharian.”


Astaga posesif banget sih leonardo ini? Ini Cuma bahu! Bahu loh! Bukan bagian tubuhku yang lain, diluar sana pasti banyak yang lebih menggoda daripada aku namanya juga kepantai, pasti kalian tahu kan bagaimana pakaian yang di kenakan bule saat bermain ke pantai.


“mas! Di luar masih banyak wanita lain yang pakaiannya lebih terekspos dari pada yang alina pakai, mas gak usah gitu ah.”


Dia malah cemberut.


“ya udah kalo begitu, asal kamu gak boleh jauh – jauh dari mas. Radius paling jauh 3 meter dari pandangan mas.”


“iya iya.”


Memang enak dapat perhatian lebih dari suami kayak dia, tapi sikap cemburuannya yang berlebihan juga dapat berdampak buruk pada hubugan kita nantinya, karena rasa cemburu yang di awali dengan posesif yang berlebihan dapat menimbulkan perasaan ketidak percayaan terhadap pasangan satu sama lain


Sebelum bermain ketepi pantai, leonardo menarik tanganku lembut dan mengajakku untuk menaiki kapal mini atau yacht yang terlihat sangat mewah.



Jadi, berapa banyak uang yang dihamburkan leonardo untuk menyenangkanku pada bulanmadu pertama kita? Entahlah.


Untuk dapat menyewa Luxury yacht seperti itu perlu mengocek uang kurang lebih 1000 dollar atau sekitar 14 jutaan untuk sekali naik dan berkeliling.


Woah! Bisa tuh buat ngetrip ke korea dan ketemu oppa.

__ADS_1


“udah gak usah ke sana deh, mas ini kalo jalan – jalan lebih boros daripada alina.” Cibirku.


“mending uang ditabung, buat ajak alina ke korea, daripada buat naik kapal begituan kan sayang uangnya, kita main di pinggir sini sambil makan es krim ya?.” Sambungku.


Dia terkekeh mendengar reaksiku, kemudian dia mengacak rambutku sambil tersenyum.


Aku mencebikkan bibirku kesal sambil menatapnya, rambutku jadi berantakan gara – gara dia, huh!


“tenang bae, ini kapalnya punya keluarga adriano corp. Tahun lalu mas yang beli buat jaga jaga keluarga yang liburan kesini kan mereka bisa pakai.” Ucapnya.


“ternyata kamu bisa hemat ya bae.” Dia meledekku kemudian kembali menertawaiku.


“ya bisa dong, perlu ini mengkontrol keuangan suami yang sukanya buang buang uang.” Jiwa emak emakku kembali berapi – api.


Aku dapat merasakan segarnya angin lautan yang sepoi sepoi menerpa tubuhku, sedari tadi aku tak berhenti untuk mengambil pose terbaikku dan mengabadikannya di ponselku, aku melirik ke arah leonardo yang tengah tiduran di sofa yang ada di dalam.


‘capek ya mas?’ batinku. Tanganku mulai menelusuri bagian wajahnya, aku memegangi rahang nya yang terpahat dengan kokoh bergerak ke dagunya yang mulai sedikit tumbuh bulu disana.


Eh belum dicukur ya? Wkwk aku terkekeh. Tapi tetap kelihatan seksi kok.


Leonardo terbangun dari tidur ayamnya, dia langsung duduk saat mendapati aku berada di dekatnya.


“eh, mas ketiduran ya? Yuk sini mas fotoin.” Ujarnya, aku mengangguk mendengar ucapannya.


“gausah fotoin mukanya yaa? Alina pengen liat model bajunya doang, hehe.” Pintaku.


Dia mengacungkan ibu jarinya.


“siap bae.” Jawabnya.

__ADS_1


*jpret*


Aku menghampirinya saat ia telah usai mengambil fotoku, dia dengan berbangga diri memuji dirinya sendiri dan mengatakan kalau hasil jepretannya tak kalah dari fotografer profesional.


Ya terserah lu bang! Narsis amat jadi orang!.



“eh iya bagus mas. Post ig ya #outfitoftheday gitu.” Ucapku.


Leonardo memasukkan ponselku ke sakunya.


“big no! Sini kalau mau post di ig mending foto ini.” Protesnya, ia merogoh kantongnya lalu mengeluarkan ponsel miliknya, dia membuka kamera kemudian mengarahkan kameranya pada kami berdua.


“cheese!” ucapnya.


Aku membuat pose peace  yang aku tempelkan di pipiku kemudian tersenyum.


*jepret*


“nih post di ig kamu, biar semua orang tahu kalo suami kamu tuh setampan ini.”


“ih, narsis banget. cringe ah dengernya. Sini in handphone alina! Kembalikan!.” Pintaku, bukannya mengembalikan ponselku leonardo malah menjulurkan lidahnya padaku kemudian dia berlari.


“tangkap mas dulu kalo kamu bisa mas kasih.” Tantangnya.


“OKAY!” pekikku penuh semangat.


dia belum tahu siapa yang tengah di tantangnya!

__ADS_1


__ADS_2