
untuk kesekian kalinya lagi, entah angin dari mana yang membawaku agar berbuat baik lagi pada leonardo di pagi hari ini, aku menyiapkannya teh hangat dan juga sarapan untuknya, meskipun aku tidak pandai memasak akan tetapi aku telah berusaha dengan keras dan berjuang belajar dari video yang ada di youtube yang telah aku tonton berulang kali.
pada setiap hari liburnya bekerja leonardo selalu menyempatkan dirinya berolah raga agar badannya senantiasa fit dan terawat, sangat berbeda denganku yang lebih memilih rebahan dan scroll instagram hingga panasnya matahari mulai terik.
leonardo memicingkan matanya saat melihatku dari kejauhan.
dia melambai kearahku.
"hey sayang!" panggilnya.
dia membuat gestur untuk menyuruhku menghampirinya dan berolah raga bersamanya, aku menggeleng dengan malas.
melihatnya hanya mengenakan kaos tanpa lengan menampakkan bisep yang ada di lengannya membuat tubuhnya tampak bagus dan terawat.
aku mengangkat nampan yang berisi cangkir teh hangat tadi lalu membawanya ke dekat leonardo melakukan kegiatannya.
"mas, minumnya alina taruh disini." ujarku sedikit berteriak. dia mengacungkan jempolnya sambil menunjukan deretan giginya yang rapi.
saat aku hendak beranjak pergi dari sini, leonardo meneriaki ku yang membuatku menghentikan langkahku.
duh apaan sih?' batinku
"bae, kamu bikin banyak banget sih? itu buat siapa lagi coba?" tanyanya.
aku memutar badanku dengan perlahan karena tengah membawa 2 cangkir lagi teh diatas nampan.
aku tersentak kaget melihat leonardo yang tengah berdiri dihadapan ku dengan keadaan telanjang dada badannya berkeringat, rambutnya yang acak-acak an membuatnya terlihat menggoda
plak!
apa ini? kenapa malah aku jadi liar kembali.
"alina bikinin minuman buat leonardoni sama pak hendri sekalian, kan biasanya mereka antar alina kalau pergi kemana - mana."
leonardo mengerucutkan bibirnya lalu merebut nampan itu dari tanganku.
__ADS_1
"aduh mas! pelan dong, nanti tumpah loh." peringatku pada leonardo.
"mas aja yang antar." serunya.
dia langsung ngibrit pergi ke teras rumah dan mengantarkan minuman tersebut.
ya gusti gini amat yak punya suami, cemburuan. nge fans oppa cemburu, bikinin minum supir aja cemburu. gemas aku tuh liat kamu mas!
aku duduk di kursi yang ada di dekat tempat aku berdiri menunggu leonardo kembali.
tak lama dia muncul dengan nampan yang sudah kosong, ia berlari menghampiriku.
aku meraih nampan yang ada ditangannya namun dia tidak melepaskannya.
" bae, mas udah berusaha buat gak cemburu saat kamu sama laki laki lain, tapi kenapa mas gak bisa, mas terlalu lemah."
"hihi, gak apa - apa mas, itu tandanya kamu emang sayang sama alina. tapi ya harus di kontrol dong, masa kamu cemburu sama orang yang gak bakal bisa menangin hati aku." ujarku.
"mas udah menang apa belum?" tanyanya dia terlihat lesu.
demi apa? aku membuang rasa gengsi dan egoku demi menjadi istri yang sempurna dan dapat membahagiakan suamiku - leonardo.
"kamu siapin sarapan buat aku bae?" dia terlihat sangat gembira mendengarnya, seolah dia tidak mempercayai perkataanku.
"iya."
dia melemparkan secara asal nampan yang ada ditangannya aku melihati kemana perginya nampan itu terbang.
plung
"yes! dimasakin istri. asek asek." ujarnya.
aku melihatnya sedikit pikuk, karena dengan santai nya dia melemparkan nampan tersebut tanpa berpikir bisa saja tadi nampannya terbang kearah jendela dan membuatnya pecah.
aduh, dasar leonardo!
__ADS_1
dia hendak merangkulku tapi aku mendorong perutnya sebelum dia semakin dekat denganku dengan tubuhnya yang setengah naked itu.
dia memegang tanganku lalu menahannya disana.
"cie pegang roti sobek suaminya, gimana bagus ya?"godanya kemudian dia mengusap absnya dengan sebelah tangannya.
aku langsung menariknya lalu mengibaskannya dengan cepat dan meniupi jariku seolah habis terkena kuman.
"hongesok hongseok hongseok hongseok." gumamku terus menerus dengan pelan membuatku terlihat seperti tengah berkomat kamit meminta pertolongan, padahal aku sedang memanggil nama mantan suamiku yang menjadi idol dikorea, halu confirmed.
"apa katamu bae?" tanya leonardo, aku menggeleng.
" nampan nya tuh, kamu lempar ke kolam, mas ini loh." kataku mengalihkan pembicaraan.
aku langsung beranjak pergi meninggalkannya.
byur!
lah bocah ngapa?
dia lompat ke kolam renang, ya bagus lah kalau dia merasa bertanggung jawab atas perbuatannya tadi.' pikirku
aku masuk kedalam rumah lalu menuju ke kamar untuk mengambilkan leonardo bathrobe agar nanti dia tidak masuk kerumah dalam keadaan basah basahan.
"duh, kkamjagiya!" pekikku spontan saat melihatnya sudah berdiri di ambang pintu utama dengan keadaan basah dia menyibakkan rambutnya satu tangannya membawa nampan tadi.
damn! he looks so hot.
"sayang ini aku udah ambil nampannya." serunya sambil tersenyum cerah.
aku berjalan menuju ke ambang pintu lalu mengambil nampan tersebut, lalu menyerahkan bathrobe dan handuk yang tadi aku ambilkan untuknya.
"keringin dulu badannya mas, baru masuk terus makan." ucapku.
"siap istriku."
__ADS_1