Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 31


__ADS_3

“hari ini kamu istirahat aja ya sayang, biar mas aja yang packing buat honeymoon nanti.” Kata leonardo, dia berdiri melepas jasnya kemudian ia menggulung bagian tangan kemeja nya dan membuka dua kancing atas kemejanya.


damn!


sudah terlalu lelah aku mengangumi suamiku yang sangat tampan dan memiliki tubuh atletis yang begitu seksi ini.


dia berjalan menuju kearahku lalu menaiki ranjang kemudian ia mengecup keningku sekilas dan berbaring disampingku.


tangan leonardo melingkar di sekitar perutku yang membuat aku sedikit menggeliat saat tangannya sudah berada disana, padahal setiap malam dia juga merengkuhku seperti ini, akan tetapi tak jarang aku sedikit terkejut karenanya.


“alina mau packing sendiri aja mas, mas jangan terlalu manjain aku dong! liat nih aku sudah gak apa apa.” ujarku masih tetap di posisiku yang semula.


“ya sudah, kita packing bersama - sama.” jawab leonardo ia merapatkan pelukannya kemudian ia sedikit mengusap di bagian perut datarku.


“ sebentar lagi kita bakal berjuang untuk bikin perut datar kamu jadi belendung, isi anak kita.” ujarnya.


dengan gerak spontan aku mencubit tangannya yang tengah mengusap perutku tadi cukup keras.


“aw, sakit.” keluhnya.


“tangannya gak usah aneh aneh, geli tahu!” omelku.


"hehe, ampun bae." dia menghentikan pergerakannya.


 akhirnya aku dapat bernafas lega, sentuhannya membuat darahku berdesir dan sport jantung.


dia terus mendusel kepadaku membuat rambutnya menerpa leherku yang kembali memberikan sensasi geli pada tubuhku, bau parfumnya yang  maskulin berasal dari tubuhnya membuatku merasa nyaman.


---


entah apa yang telah kami masukkan pada 6 koper yang kami bawa untuk honeymoon nanti, tapi jujur saja aku pikir leonardo benar benar tidak pandai dalam urusan mempacking barang yang sekiranya akan ia butuhkan nantinya disana, dia malah memasukkan banyak barang yang sangat tidak penting kedalam koper untung saja aku sudah mengeluarkannya dan mengomeli leonardo.


yang benar saja leonardo ingin memasukkan barbel dan sikat kamar mandi kedalam koper, apa yang dia inginkan? aku tidak tahu apa dia berniat untuk mengerjaiku atau bagaimana, tapi untuk apa dia membawa barang-barang itu ketika berpergian jauh.

__ADS_1


"mas bisa packing barang gak sih." omelku padanya.


dia malah menggeleng.


etdah, dasar suami gesrek untung saja aku tadi tidak membiarkannya untuk mempacking barang bawaanku bisa bisa dia memasukkan seluruh barangku kedalam koper.


"biasanya mas minta tolong ke asisten rumah tangga siapin barang mas."ujarnya polos.


"ya baguslah, untung bukan mas sendiri. bisa bisa rumah ini yang dimasukin ke koper " ledekku.


dia malah tertawa.


lah anjir emang.


"eh iya bae, mas belum lihat hadiah yang mami bawa kemarin." ucap leonardo usai menata rapi 6 koper itu di sudut kamar.


"oh iya, alina belum sempat buka." aku berjalan menuju ke walk in closet lalu mengambil paper bag yang sangat besar itu lalu kembali dan duduk di tepi ranjang.


leonardo menarik kursi dan duduk berhadapan denganku.


"bawa aja ini bae, masukkan koper silver tadi masih agak longgar." ujar leonardo. aku tersenyum lalu mengangguk sangat setuju.


aku meletakkan gaun tersebut di ranjang lalu beralih ke paper bag berwarna pink muda dari sepupu leonardo, aku mengeluarkan barangnya dan mengangkatnya seperti gaun yang sebelumnya.


tapi tunggu!


kenapa barang seperti ini bisa ada didalam sini.


dengan cepat aku membuangnya asal.


"loh." sahut leonardo melihatku membuang baju tidur laknat itu ke sembarang arah.


argh!

__ADS_1


kenapa sepupu leonardo malah usil memberiku lingerie alias baju tidur terawang seperti ini. apa dia gila?


dan bodohnya aku telah memaparkannya nyata di hadapan leonardo yang sudah pasti leonardo telah melihatnya dengan jelas.


mati aku.


" bae tadi itu apa? kok kamu buang,hayo!" kata leonardo penasaran.


dia berdiri dan hendak mengambil barang laknat itu, namun aku mencegahnya terlebih dahulu dan pada akhirnya aku yang berhasil mendapatkannya.


"mas tadi sudah lihat sekilas sih, itu harus dibawa juga bajunya." leonardo menyeringai.


aku begidik ngeri melihat ekspresinya yang mulai terlihat sedikit nakal.


"no no." jawabku sambil menggeleng cepat.


"emang mas tahu ini apaan?" tanyaku.


dia mengedikkan bahunya.


"honestly, mas gak tahu itu pasti atau enggak, tapi kalau mas gak salah lihat itu sih baju tidur yang transpa-" buru buru aku melempar leonardo dengan bantal dia mulai mencari tempat untuk berlindung, karena untuk sekarang aku tidak bisa menahan hasratku untuk baku hantam dengan suami mesumku ini, aku terus memukulinya dengan bantal.


"aduh ya bae, ampun." ujarnya. aku terdiam sejenak.


"tapi apa salahnya kan itu dibawa, siapa tahu nanti kamu mau pakai dan tunjukkan ke mas nanti waktu honeymoon." sambung leonardo,


see?


mesum banget astaga.


aku kembali memukulinya.


"kalau gitu mas aja yang pakai, aku mah ogah." cibirku. aku berhenti memukulinya lalu beranjak menjauh darinya, mengambil lingerie berwarna hitam yang amat erotis itu dan memasukkannya kembali ke paperbag aku mengembalikannya ke walk in closet dan menyembunyikannya agar tidak mudah di temukan oleh leonardo.

__ADS_1


 


 


__ADS_2