Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 30


__ADS_3

terlalu lama berbaring di tempat tidur sangat membosankan bagiku, apalagi aku telah memutuskan untuk libur menonton oppa oppa ku sampai dua bulan kedepan, jika aku sampai melanggar hal ini pasti aku akan kembali ke kubung itu lagi dan tidak bisa berhenti menatap oppa oppaku seharian setiap harinya.


ditambah lagi bi erna bilang padaku kalau dia diminta untuk mengawasiku  sepenuhnya karena leonardo khawatir akan terjadi sesuatu padaku nantinya, dude! gue cuma begadang dan kecapekan dia bisa sampai segininya!


lebay.


itulah satu kata yang tersbesit di otakku.


bi erna sama sekali tidak mengijnkan ku untuk membuka buku sama sekali, bahkan dia sampai menyembunyikan buku buku milikku.


karena merasa suntuk berada di kamar saja kemudian aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan berencana untuk ke ruang tengah untuk menonton netflix disana.


entah apa yang aku lakukan tapi kenapa aku merasa gerak gerikku menjadi seperti seorang pencuri yang sedang berjalan dengan mengendap endap, padahal ini adalah rumahku sendiri.


cepat cepat aku berbaring di sofabed tak lupa aku telah mengambil remote dan memilih film yang aku ingin lihat.


mendengar suara yang berasal dari televisi agak kencang bi erna menghampiriku di sofabed. aku meringis kearahnya, dia tidak mengatakan apa - apa dan hanya memasang tampang datar.


melihat bi erna yang menatapku seperti itu membuatku tidak mengerti apa arti dari tatapannya. tunggu, apa dia akan melaporkan pada leonardo kalau aku tidak istirahat tapi malah asik nonton?


ah, bisa gila aku!


syut


bi erna datang sambil menyelimutiku, dia tersenyum.


“bibi tahu kalo pasti akan membosankan kalau hanya istirahat dan berdiam di dalam kamar, tapi sebenarnya alina sudah baikan, bukan?” ujarnya.

__ADS_1


aku mengangguk senang, akhirnya bi erna memahami perasaanku.


“untuk yang ini bibi tidak akan melaporkannya pada pak leonardo, tapi kalau memaksa bibi agar kamu bisa belajar, jangan harap bibi izinkan! ini perintah mutlak dari pak leonardo.” kemudian dia kembali beraktifitas.


sejujurnya aku ingin menertawakan diriku sendiri yang entah mengapa menjadi begitu semangat untuk belajar hanya karena ingin lulus PTN.


alina keenan raftar (18) tahun mendadak menjadi gila belajar karena memiliki ambisi yang sangat kuat untuk lulus PTN.


sungguh sangat menggelikan jika mengingat latar belakang masa SMA ku yang sering cabut, jarang mengerjakan pr, tidur selama pelajaran berlangsung dan masih banyak lagi hal gila yang aku lakukan semasa SMA padahal aku tidak bersekolah di luar dan aku homeschooling. benar benar tidak wajar.


*


ketika aku mengerjapkan mataku dan sebagian nyawaku telah terkumpul kembali usai tertidur aku sedikit terkejut karena mendapati wajah leonardo yang tampak dekat sekali denganku, entah sejak kapan tanganku sudah melingkar dipundaknya dan leonardo tengah menggendongku saat ini.


kenapa bisa ini terjadi dan aku sama sekali tidak sadar sedikitpun saat dia menggendongku.


“bentar lagi sampai bae, nanggung.” jawabnya santai.


ini aku tidak sedang bermimpi kan?


leonardo sudah pulang dari kantornya, sedangkan langit saja masih cerah.


saat sampai dikamar, leonardo meletakkanku secara perlahan dan hati - hati lalu menyelimutiku.


"mas tadi pulang cepat, gak bisa tenang di kantor kepikiran terus sama istri mas yang lagi gak enak badan." ucapnya sambil mengusap puncak kepalaku lembut, dia tersenyum.


"mas lebay deh, alina cuma kecapekan doang sampai segitunya." cibirku.

__ADS_1


"ya kan takutnya nanti kamu maksain diri kamu lagi buat belajar demi PTN itu, terus nge drop lagi, kalo udah ngedrop masa aku tega bawa kamu honeymoon, kan mas pengennya kamu nanti refreshing disana bukannya malah sakit disana." omelnya.


"hmm, iya bawel banget sih." kataku lalu mencubit pelan pipinya.


aku melepasnya dengan sedikit ada rasa penyesalan dalam diriku, karena tiba tiba aku kembali merasa canggung.


leonardo meraih tanganku lalu meletakkan kembali di pipinya.


"suaminya bawel ya? tukang ngomel pula, berarti tandanya sayaaang banget ke istrinya." ujarnya sembari mengecup sekilas tanganku yang ada di pipinya.


okay, i'm done!


dapat aku rasakan wajahku yang tiba - tiba memanas karena perlakuan manis darinya yang baru saja ia lakukan.


"ecie blushing nih." ucapnya sambil tersenyum mengejek kearahku.


aku mencubit pipinya cukup kasar, dia sedikit merintih kesakitan.


"aw! sakit bae."rintihnya sambil sedikit membuat nada di buat buat.


"laki apaan, dicubit dikit ngeluh sakit." makin semangat aku meledeknya.


"cubitan istri lebih tajam dari pembunuhan." ujarnya asal.


"lah, yang tajam kan pisaunya bambang ngapa jadi pembunuhannya yang tajam." tuh kan leonardo menjadi sangat hujatable.


"oh iya ya." jawabnya kemudian meringis.

__ADS_1


__ADS_2