Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 65


__ADS_3

Jaehyun’s pov


Di antara sekian banyaknya pilihan nama yang ada di dunia ini, mama memilih untuk menamaiku ‘jaehyun’ nama yang terdengar sangat korea sekali, hal ini di karena kan kedua orang tuaku pertama kali bertemu dan berkenalan saat mereka berada di negri gingseng tersebut.


Saat itu papa tengah dalam perjalanan bisnis ke korea selatan, sedangkan mama dulunya adalah penggemar drama korea garis keras sehingga membuatnya sudah beberapa kali liburan ke korea selatan semasa dia masih muda, dan pada akhirnya mereka bertemu di suatu supermarket saat hendak membeli air mineral disana.


singkat kisah dari mereka, pada akhirnya mereka saling berkenalan dan setelah melalui 2 tahun bersama papa melamar mama di indonesia.


Aku rasa tidak perlu menceritakan dengan jelas tentang kisah cinta kedua orang tuaku, karena menurutku ini terlalu dramatis, sampai sampai mama memberi nama anak pertamanya dengan nama ‘ jaehyun’ karena dia pikir nama jaehyun terdengar seperti nama cowok ganteng korea.


Ketika aku sudah menginjak masa smp banyak yang berpikir kalau aku ini adalah oppa yang berasal dari korea, karena hal ini membuatku menjadi sedikit risih, mereka sangat berlebihan sampai membuat seperti fanpage di facebook dengan nama ‘ fans jaehyun ardin raftar’ bukan kah ini terlalu berlebihan?


Drrt.. drrt.. drrt


Saat melihat nama adik gesrek ku yang muncul dari ponselku aku segera mengambil ponselku yang berada di atas meja.


“abang, lagi apa?” Tanya nya dari seberang sana, suara nya terdengar aneh bukan hanya suaranya, seorang adik yang gesrek macam alina tidak mungkin bertanya seperti itu padaku, menurutku ini tidaklah biasa.


“Lagi di cafe ngerjain thesis nih, kenapa dek? Tumben lo telpon abang malem malem begini.” Ujarku.


“gak apa apa sih, Cuma pengen telpon aja. Butuh temen buat ngomong hehe.” Jawab alina.


Lagi lagi aku merasa ada yang tidak beres dengannya.


“lo lagi di tinggal leon dinas? Ya udahlah meskipun abang cuma buat pelampiasan ketika suami lo pergi i’m ok.” Kataku menggodanya.


Pantas saja, dia terdengar murung dan seperti habis menangis, pengantin baru tidak mungkin bisa pisah jauh kan dari pasangannya.


“um, iya bang. Leon gak ada hehe, gue tutup ya telponnya mau tidur aja, abang semangat ngerjain thesisnya ya.” Setelah mendengar perkataanku malah membuat alina akan menutup panggilannya,aku mengernyitkan dahiku.


“kalau ada masalah apapun cerita sama gue ya dek, meskipun abang lo rese begini gue tetep abang lo.”


“iya, dah ya gue tutup.” Jawab alina singkat.


Tut..tut..tut

__ADS_1


Tak lama suara itu yang terdengar dari ponselku, aku meletakkan kembali ponselku ke meja.


“kok kamu kayak lagi mikir sesuatu gitu sih Jae?” suara syahira membuatku kembali tersadar dari lamunan singkatku baru saja.


“gak kok, barusan kepikiran sama alina yang tiba – tiba nelpon aku, nada bicaranya dia yang aneh bikin aku khawatir.” Kataku pada syahira.


Syahira yang baru saja kembali dari memesan makanan dia kembali duduk di tempatnya seperti semula. Dia menatapku tak lupa menyunggingkan senyuman cantiknya disana.


“kamu udah percayakan adik kamu sama leonardo kan?” tanya syahira padaku, aku mengangguk pelan.


“tapi-“


“jae, kehidupan rumah tangga itu berbeda. Apapun masalah yang di hadapi keluarga kecil mereka, mereka juga yang harus selesaikan dengan cara yang baik – baik.” Sambung syahira, sekali lagi syahira adalah orang yang tepat untuk menyelesaikan rasa gundahku.


“benar juga kamu, toh leonardo juga pasti bisa jaga alina dengan baik, dan aku udah yakin itu.” Kataku lirih.


Meskipun aku memang sudah merasa sedikit tenang, tapi sebenarnya juga tidak sepenuhnya tenang karena tak biasanya alina berperilaku seperti itu.


“kamu percaya sama adek kamu deh, mungkin memang dia sedang ada masalah, tapi dia gak mau melibatkan masalah ini ke keluarganya yang lain, dia ingin belajar dewasa dan selesain ini semua sendiri.” Kata syahira.


Syahira sudah terlalu sering mendengar perkataanku seperti di atas dan jawabannya pasti sama.


Sebelum mengatakannya syahira telah mendengus kesal terlebih dahulu. “selesain dulu itu thesis nya, baru sah in aku.”


“iya – iya setelah ini semua selesai kita langsung berangkat KUA, bodoamat.” Syahira mengambil buku tebal yang ada di samping laptopku, kemudian dia memukulkannya pelan ke lenganku.


“ Ngebet banget ya mas nya?” tanya syahira yang kemudian tertawa pelan, aku mengangguk sambil membuat tampang lucu dI hadapannya, dia makin tertawa.


“karena aku sendiri yang sudah memutuskan buat gak sentuh kamu selama kamu belum sah buatku.”


“karena aku juga yang sudah memutuskan untuk selalu temani kamu dan ada di sisi kamu sampai kamu sudah benar benar sah in aku.” Kata syahira, kemudian dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“eh kenapa?” tanyaku padanya, dia masih belum juga membukanya.


Kemudian dengan gerak perlahan dia membuka tangannya perlahan.

__ADS_1


“kok jadi kedengerannya aku bucin banget ya?” kata dia.


Ah so cute.’gumamku, tanpa kusadari membuatku tersenyum cerah.


“kita kan sama – sama bucin, tapi bucin nya sedikit beda kan sama pasangan yang lain?” ujarku padanya, kemudian dia mengangguk.


“aku ada 1 permintaan ke kamu, aku minta kamu turuti ya.” Imbuhku, syahira langsung mengernyitkan dahinya lalu menatapku heran.


“kok maksa banget sih, hehe.” Jawabnya.


“ketika mama udah mulai pulih, aku mau datang ke rumah abah kamu dan lamar kamu, bolehkan?” tanyaku, dia terlihat gembira namun juga ada ekspresi lain yang tak dapat aku artikan.


“boleh, aku malah seneng, asal inget! Nikahan hanya akan di selenggarakan kalau kamu udah selesai sidang thesis, ok?” dia kembali mengingatkan hal itu lagi kepadaku.


“iya – iya, aku inget kok.” Jawabku.


------


Alina’s pov


Sekali lagi aku kembali menjadi alina yang lemah dan terlalu melankolis, padahal aku tadi sudah memutuskan untuk tidak menghubungi bang jaehyun tentang masalah yang belum jelas kebenarannya ini.


Tapi tanganku sudah bergerak dengan sendirinya menghubungi nomor bang jaehyun, ya untung saja mulutku belum sampai mengatakan pada bang jaehyun tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Aku tahu kalau leonardo sangat baik padaku, tapi untuk sekarang mengapa aku justru mengartikan kebaikannya ada maksud tertentu, maksudku aku rasa ada yang di sembunyikan dariku.


“wah alina? Bukankah terlalu jauh kalau sampai memikirkan ke sana.” Ujarku bermonolog.


Untuk menjernihkan kembali pikiranku aku meminum segelas air yang ada di nakas, aku sampai hampir lupa kalau leonardo membuatkanku susu hangat yang tadi ia letakkan di depan pintu kamar, karena sedari tadi sudah aku kunci.


Lupakan soal susu hangat itu, aku masih terlalu kesal dan kecewa dengan leonardo.


🌺bersambung🌺


di part ini lebih banyak pov jaehyun nya ya, hehe

__ADS_1


__ADS_2