
Alina's pov
Sedari tadi Leonardo terus menggenggam tanganku erat dan ia tidak membiarkanku untuk melepaskan genggaman tangannya sedikit pun. aku terheran karena dia bisa begitu berat untuk melepas orang seperti aku.
"Gue mau ke toilet" ujarku, aku menggoyangkan tanganku agar ia melepaskannya
"Gak boleh, nanti kamu kabur, terus aku ditinggalin." cicitnya seperti anak kecil.
"Dih, apaan sih? bawel banget." Dia melepaskan tanganku.
"Jangan lama- lama ya bae." kata Leonardo sambil memasang muka sedikit memelas.
Anjir, ini orang kenapa sih?
Bucin banget.
ting!
Mami : mami sama mama kamu mau pulang dulu ya! kamu tolong jagain leon.
Mami : dia emang agak manja, kudu ekstra sabar ya sayang.
Agak?
Sepertinya mami nya sedikit salah tentang persepsi tersebut.
Leonardo sangat manja, bahkan sering membuatku sedikit risih terkadang.
Alina : iya mi
Aku menekan tombol send, lalu menatap wajahku yang ada pantulan cermin. Aku memukul pelan pipiku
'Alina sadar! lo udah jadi istri orang! dan lo udah janji pada diri sendiri bakalan terima kayak bagaimana pun suami lo' batinku bermonolog.
Selah berpikir kembali aku rasa memang terkadang aku melewati batasku, caraku yang memperlakukan Leonardo yang kini telah menjadi suamiku bukanlah perilaku seorang istri yang baik.
Aku membentaknya, memakinya, sering mengacuhkannya bahkan terkadang aku berperilaku kasar padanya. tapi, leonardo tidak pernah tidak berbuat baik padaku.
Bagaimana pun ini baru satu hari menikah dengannya, tetapi kenapa aku merasa kalau sudah sangat lama?
Aku keluar dari kamar mandi lalu kembali duduk ditempatku semula.
leonardo tersenyum sambil menatapku.
Ya gusti manis banget senyumnya
plak!
"Aku baru sadar kalau kamu masih pake sendal hotel loh sayang." ujar Leonardo, kemudian ia tertawa.Aku memukul lengannya pelan.
__ADS_1
"Dih namanya juga orang lagi keburu - buru. pasti gue gak sadar kalau masih belum ganti-"protesku
"Kamu khawatir ya?" tanya nya.
" Bukan khawatir, gue shock lah, lo yang sebelumnya sehat sehat aja tiba- tiba jatuh kayak pohon tumbang." crocosku.
"Pulang yuk. gak suka disini." ajak Leonardo.
"No! kata dokter besok baru boleh pulang."
"Kamu kudu nemenin aku disini sampe besok, ya ya ya ?" pinta Leonardo, dia berulang kali mengedipkan matanya.
"Iya iya bawel. Gak usah kedip kedip gitu, geli."
"YASS!" pekik Leonardo kegirangan, leonardo menarik dan membawaku kepelukannya.
Ya ampun, sesenang itu kah dia?
padahal aku hanya akan menemaninya dirumah sakit semalaman, padahal faktanya ini merupakan kewajibanku sebagai istrinya. 'menjaga dan merawat suaminya dikala ia sedang sakit'
-------
"Lo kalo mau main game, main aja. tapi gak usah bawa- bawa gue segala." aku menatap leonardo dengan ekspresi datar.
Dia menggenggam tanganku sambil bermain Pubg mobile bersama temannya yang lain.
memangnya gak bakal susah ya mainnya?
"Gak bisa bae, gini aja." Jawabnya.
aku berusaha melepaskan genggamannya.
"Yah, knockdown kan jadinya."Keluh Leonardo.
"Oi, revive gue dong." kata Leonardo berbicara dengan kawannya yang lain.
"Main dulu sana." kataku, aku mengambil ponselku.
"Bentar lagi udah menang." Leonardo kembali menarik tanganku.
"Ish!"
-----
Malam pun tiba, usai Leonardo menjalani pemeriksaan pada tubuhnya, dokter menyatakan kalau kondisinya sudah membaik dan memperbolehkannya untuk pulang besok.
"Makannya harus dijaga." pesan terakhir dokter
aku pun mengangguk.
__ADS_1
"Lain kali kalo makanan itu pantangan buat lo gak usah dimakan." ujarku pada Leonardo,dia mengangguk patuh.
"Udah sana istirahat." perintahku.
aku membenarkan selimutnya yang sedikit tersingkap.
"Kamu jangan kemana mana, disini aja." kata Leonardo.
"Iya, aelah takut banget sih ditinggalin." crocosku
Astaga, kenapa sih?
kalau ngomong sama leonardo bawaan nya pengen ngegas mulu.
Padahal dia baik dan perhatian banget ke aku.
Gini nih, kalo sembarangan nikahin anak orang. dapet istri bar- bar kan jadinya.
Leonardo menggeserkan badannya ke sisi ranjang.
"Sini bae." Katanya sambil menepuk ranjangnya
What?
Seriously? Dia ngajak gue tidur seranjang di kasur pasien.
Leonardo ini gak lucu nanti apa kata dokter dan suster yang masuk saat mendapati kita berdua disana.
"Apaan?" Tanyaku sedikit sewot padanya.
"Bobo sini, bareng aku." Pintanya.
"Idih, gak usah halu kamu ya, siapa yang mau tidur diranjang sempit gitu, apalagi bareng kamu."
"Hmm. Berarti kalo dirumah mau ya? kan ranjangnya gede, luas lagi." Seru Leonardo.
"Bodo amat."
Leonardo kembali keposisinya, ia terus menatapku lalu meraih tanganku.
"Ya udah gini aja." Ujar Leonardo.
Gila, seharian ini tangan dia gak bisa lepas dari tangan aku.
"Bae, kiss dulu dong sebelum tidur." Leonardo menunjuk pipi kanannya.
"Tampol nih!" Ancamku. Dia malah tertawa.
"Good night sayang." Ucapnya, dia mencium punggung tanganku yang sedang ia genggam.
__ADS_1
"Get well soon." gumamku pelan.