
"ayo dimakan dulu dong sayang, maen handphone terus ah dari tadi!" kata leonardo padaku.
"iya bentar lagi mas, lagi ngedit nih, nanggung banget kalo gak di selesai in sekarang." jawabku.
leonardo mengambil makanan yang ada di atas ranjang lalu meletakkannya di meja yang ada di dekat sofa kemudian ia kembali menghampiriku, ia berjalan sambil merangkulkan tangannya di bahuku, ia menunutunku untuk duduk disofa.
ralat!
aku menoleh kearah leonardo dan menatapnya datar, aku tengah duduk di celah sofa yang ada diantara kedua kakinya secara tidak langsung seperti aku berada di pangkuannya.
ia memberiku back hug tangan satunya ia gunakan untuk menyuapkan croissant padaku.
"aaa~" ucapnya.
aku melirik kearah tangannya yang sedang berusaha untuk menyuapiku sedari tadi, aku pun menikmati sarapanku yang leonardo suapkan padaku.
"mas, kok tiba - tiba alina pengen makan soto banjar."
dapat aku rasakan kalau leonardo sedikit syok mendengar perkataanku, dia memegangi perut datarku lalu mengusapkan tangannya disana berulang kali.
karena aku merasa geli aku menghentikan tangannya agar tidak kembali bergerak untuk mengusap diatasnya.
"bae, ini belum ada isinya kan? kok udah ngidam?" tanya leonardo polos.
__ADS_1
aku menjitak kepalanya pelan dengan handphoneku, dia meringis.
" mungkin ini bayi online nya bang taehyung yang lagi ngidam." goda ku.
"taehyung siapa bae?" tanya nya dengan nada yang sudah berbeda, ia terdegar langsung bad mood.
"mantan suami aku yang sekarang lagi cari nafkah di korea :') " jawabku.
tangan leonardo langsung kembali bereaksi setelah mendengar perkataanku, dia mulai menggelitiku tanpa memberi ampun sama sekali.
"astagaaa stop , mas.. mas .. hahahampuun, iya enggak, enggak ulang lagi. suwerr" ujarku memohon padanya agar ia segera menghentikan aksinya itu.
Dia mungkin berhenti untuk menggelitikiku akan tetapi kedua tangannya masih tetap melingkar posesif diperutku.
Namun hasilnya nihil, dia masih tidak merespon dan tetap memelukku dengan erat, alih alih melepaskan pelukannya, leonardo malah menenggelamkan kepalanya dipunggungku dan kembali mendusel disana.
Sedikit geli ya guys rasanya.
“hari ini gak usah kemana – mana dulu deh. Kita dikamar aja terus sampai besok pagi, mas mau hukum kamu diranjang dan bikin kamu langsung klepek klepek dalam waktu semalam doang.” Ujarnya.
“eits, gak bisa gitu dong. Alina udah bikin list tempat yang akan kita kunjungi selama di paris.” Elakku.
“ya udah kalau gitu kamu kasih kiss dulu, baru nanti mas lepasin.”
__ADS_1
Dia memutar badanku menghadap kearahnya, tangannya masih melingkar disekitar pinggangku, sekilas aku menatap bibirnya.
glek!
Nelen saliva aja susah anjir, grogi banget gue’ batinku.
“kalau aku gak mau kasih?” tanyaku.
“ya udah kita gini aja terus seharian, kita ngedate dirumah terus berlanjut dengan-“
Cup!
Aku mencium pipi kanannya sekilas, persis seperti yang ia katakan sebelumnya dia melepaskan tangannya yang berada di pinggangku lalu nampak dari wajahnya yang terlihat langsung ceria seketika tampang badmoodnya langsung hilang tak ada jejak, ia menyungging senyumannya yang bikin nagih untuk dilihat itu.
Dikarenakan aku yang tidak tahan melihat senyumannya yang manis itu, aku mencubit kedua sisi pipinya dengan tanganku.
“siap siap ya, habis ini bawa alina jalan – jalan! Katanya kesini pengen refresh pikiran alina biar seneng?” ucapku padanya masih dengan tanganku yang bertengger dipipinya.
Dia meraih kedua tanganku lalu menggenggamnya dengan tangannya, ia mengecup lembut punggung tanganku, lalu menatapku dan berlanjut mengecup keningku.
“yuk, bentar lagi ke saint malo, kita ke pantai.” Ujarnya.
“yeyyy!” sorakku
Aku berdiri dengan mengangkat tanganku ke udara, aku merasa sangat senang sekarang, karena sudah sedikit lama aku tidak mendengar suara ombak yang dapat menenangkan pikiranku.
__ADS_1