Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 51


__ADS_3

lupakan soal nasi goreng yang aku minta kepada leonardo untuk membuatkannya spesial untukku,yang terjadi semalam malah sepulang dari taman aku sudah tidak bisa lagi untuk menahan rasa kantukku yang menyerang.


jangankan untuk memakan nasi goreng, menghapus riasan yang ada di wajahku pun tak sempat karena sesampai di rumah, yang aku ingat aku langsung menghempaskan badanku di ranjang dengan baju yang sama seperti semalam.


tapi ketika bangun tidur dan aku mengusap wajahku sudah tak terasa kalau ada make up yang menempel disana, wajahku juga tidak berminyak seperti sudah menghapus make up.


aku beranjak dari ranjang dan mengambil cermin kecil yang ada di pouch yang aku letakkan di nakas sebelah ranjang.


melihat pantulan dari wajahku yang ada di cermin, memang benar kalau wajahku sudah bersih, aku rasa leonardo yang membersihkannya sebelumya.


makasih banyak loh mas, kamu selalu perhatian ke aku, terus begitu ya! jangan berubah!


aku bergerak mendekat ke kening leonardo dan mengecupnya sekilas.


"good morning." bisikku sepelan mungkin agar tidak sampai membuatnya bangun.


-----


rumah besar ini kosong, tak ada orang lain yang berada di dalam sini hanya ada aku dan leonardo yang tinggal disini, karena memang dari awal tujuan kita kemari untuk berbulan madu. jadi leonardo meminta untuk seluruh pekerja nya mengungsi ke tempat lain.


dengan leluasa aku bisa melakukan apa pun yang aku mau disini.


tapi untuk pagi hari ini aku berniat untuk membuatkan sarapan yang sangat lezat suamiku- leonardo.


untuk kali ini, aku sangat yakin seratus persen pada diriku kalau aku tidak akan gagal membuatkan sarapan yang enak untuknya.


 dengan membawa benda pamungkas ini aku langsung bergegas menuju kedapur agar sarapannya sudah siap sebelum leonardo terbangun dari tidurnya.


"oppa tolong aku!" gumamku sebelum memasak.


------


sekiranya segala persiapan yang telah aku siapkan sudah selesai, aku berniat untuk membangunkan leonardo dan mengajaknya untuk sarapan di ruang makan.


aku membuka pintu kamarku dengan perlahan agar tidak sampai membangunkan leonardo yang tengah tidur dengan nyeyaknya.


pertama - tama aku membuka tirai yang ada di belakang ranjang tempat kami tidur dan mulailah sinar matahari itu sepenuhnya masuk dan menyinari kamar ini.


leonardo mengerjapkan matanya dengan perlahan karena sinar matahari yang terang itu menyinari tepat ke wajahnya.


aku duduk di tepi ranjang dan menunggunya untuk bangun sepenuhnya.


"good morning mas." sapaku padanya.

__ADS_1


dia mengucek matanya lalu tersenyum padaku.


"good morning my wifey." suara khas bangun tidur yang di miliki leonardo terdengar sangat seksi, astaga! rambutnya yang acak - acak kan tidak mengurangi kadar ke gantengannya sedikitpun.


ya tentunya sangat bertolak belakang denganku yang selalu bangun dengan rambut singa yang menyeramkan.


"morning kissnya mana?." tanya leonardo, aku menyengir sekilas lalu mengecup singkat pipinya.


padahal sudah aku kasih tadi pagi. gak apa - apalah anggap ini bonus dari aku.


"tumben, dikasih cium gak pakai ngomel dulu." goda leonardo, aku langsung berancang - ancang untuk memukulnya namun dengan segera dia menghindar dan tertawa pelan.


"alina udah siapin sarapan spesial. dijamin kali ini enak rasanya dan yang pasti gak gagal, hehe." kataku pada leonardo.


"wah beneran sayang?" leonardo terlihat sangat bersemangat dia meraih tanganku dan menggenggamnya kemudian kita berjalan bersama menuju kedapur.


gini ya rasanya masih menjadi pengantin baru yang lagi dimabuk cinta, rasanya dunia cuma milik berdua yang lain cuma ngontrak, hehe..


"tarraa~" ucapku menunjukkan mahakaryaku yang sudah aku tata rapi diatas meja makan kepada leonardo.


ekspresi bahagia yang tersirat dari wajah leonardo semakin membuatku merasa bahagia.


"wah.. apa ini? enak nih kayaknya." seru leonardo, sebelum dia duduk dia menyempatkan dirinya untuk menarikkan 1 kursi untukku dan mempersilahkanku duduk, barulah dia duduk berdampingan denganku.


"meskipun cuma mie instan asal kamu yang masak hasilnya 'wow' juga, ditambah lagi makannya bareng sama kamu, spesial deh." kata leonardo sambil mulai melahap mie instannya.


"asal jangan tiap hari mie instan, gak sehat!" imbuh leonardo, kemudian aku hanya bisa meringis menanggapinya.


“ hihi iya – iya mas, gak tiap hari kok, yakali makan mie tiap hari alina masih sayang lambung kok.”


“tapi, ini mie nya kenapa pedes banget gini bae.” Keluh leonardo, alina mendapatinya tengah mengelap bagian hidung dan dahinya yang berkeringat sedari tadi.


“eh, mas gak bisa makan pedas ya?” tanyaku. Dengan cepat dia mengangguk.


Aku langsung berinisiatif untuk mengambilkannya ketel air dan juga gelas, lalu aku menuangkan untuknya dan meletakkan gelas tersebut disisi piringnya.


“hihi, maaf ya mas. Alina kira mas suka pedas.” Ujar alina penuh penyesalan, karena saat memasak mie instan jinjja pedas yang brand ambasadornya oppa siwon itu, aku menuangkan 2 bubuk cabe tersebut sekaligus yang membuat mie instan itu menjadi sangat pedas.


“tapi lucu juga ya! badan doang yang gede, tapi makan pedas aja gak kuat. Ih jadi pengen ngakak, haha.” Kataku mencibir.


Leonardo tampak ingin membantah cibiranku namun mulutnya sudah sedikit membengkak dan dia sudah tidak dapat berkata – lagi pada akhirnya dia memilih untuk bungkam dan segera menghabiskan makanannya.


Aku yang pada dasarnya memang sangat menyukai memakan makanan yang pedas, jadi ketika memakan mie ini sangat biasa, malah kataku ini belum ada apa  - apanya.

__ADS_1


Melihat leonardo yang begitu lucu ketika makan membuatku tak henti menahan tawaku, sedari tadi yang ia lakukan adalah makan sesuap lalu minum makan sesuap lagi lalu minum.


Itu perutnya gak kembung apa ya?


“DONE!” pekik leonardo sambil meletakkan garpunya diatas piring.


Untuk menghargainya yang rela memakan mie instan yang sangat pedas buatanku tadi, aku langsung memberinya stand aplause.


“uh, hebat banget suamiku.” Kataku memujinya sambil bertepuk tangan.


“iya dong, bae hari ini kita jalan – jalan ke museum louvre yuk?” ajaknya.


Aku mengangguk penuh antusias.


“alina siap – siap dulu, mas yang beresin piringnya, wlee.” Kataku yang kemudian kabur ngibrit.


“eh.. eh-” kata leonardo.


Tapi aku sudah kabur terlebih dahulu, jadi mau tidak mau leonardo yang membereskan sisanya, lagi pula kan aku sudah memasak jadi sekarang harus berbagi tugas, dia yang membersihkan piring kotornya.


4 panggilan tak terjawab dari bang jaehyun.


3 pesan belum dibaca


Yailah, sabar napa sih bang jahe! Kan jadi penasaran gue, mau di kasih ke siapa sih tasnya kok sampai seperti ini.


Aku membuka pesan dari bang jaehyun.


Bang jaehyun : dek..


Bang jaehyun : mama kritis.


Bang jaehyun : maaf abang ganggu honeymoon kamu, tapi aku rasa kamu harus segera tahu!


Gletak!


Tanpa aku sadari ponselku sudah terjatuh dilantai, kakiku yang semulanya berpijak dengan tegak mendadak lemas, aku duduk dilantai bungkam, tak ada kata yang keluar namun air mataku mengalir begitu saja.


“sayang, mas-“ leonardo segera berlari seketika dia melihatku terduduk lemah di lantai.


“mas.. pulang, ayo kita pulang! Mama..” tak kuasa menahan tangisku aku langsung mendekap erat leonardo dan menangis di pelukannya.


“baiklah, kita pulang.. sekarang kamu tenang dulu, cerita dulu sama mas, sebenarnya ada apa?” tanya leonardo lembut.

__ADS_1


“ma..ma, kritis.” Ucapku lirih sambil terisak.


__ADS_2