Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 56


__ADS_3

leonardo : iya sayang hati - hati yaa.


leonardo : mas udah orderin di gfood siomay kesukaan kamu, bentar lagi dateng, di makan ya sayang.


hehe, siomay. baik banget sih kamu mas,kalo kamu perhatian terus begini kan makin baper aku.


Alina :  iya makasih ya mas, nanti kalo dah dateng langsung alina makan.


Leonardo : see you soon ya bae, jangan pulang dulu nanti sore mas jemput.


Alina : iya, alina tunggu.


Aku memasukkan kembali ponselku di saku celanaku, setelah itu aku duduk di sisi ranjang, tanpa aku sadari senyumku tiba – tiba mengembang begitu saja, teringat kejadian dimana tempat sakral ini adalah lokasi kejadian hilangnya first kiss ku kala itu.


Usai berdebat kecil – kecilan dengan leonardo tentang poster hongseok salah satu personel pentagon boyband korea yang tengah berpose menyingkap bajunya sedikit hingga menampakkan roti sobeknya itu, yang membuat leonardo cemburu karena aku ingin membawanya pulang ke rumah kami.


Dan pada akhirnya leonardo langsung main nyelongong dan tanpa basa basi dia menyosor bibirku tidak ada aba – aba sebelumnya, yang aku ingat pada hari itu adalah detak jantung ku yang berdetak semakin kencang dan aku rasa ingin lompat dari tempatnya.


Ah, aku sudah melewati masa gugupku yang terlalu berlebihan, sekarang aku bisa lebih rileks dengan leonardo.


----


Brum..brum..


Aku mendengar suara mobil sport yang mulai memasuki kawasan rumahku, aku langsung mengintip keluar dan melihat bang jaehyun yang turun dari mobilnya yang berwarna hitam itu.


Dia membawa seorang perempuan yang kataku sangat cantik dengan balutan kerudung phasmina berwarna pastel pink yang ia kenakan


heol! Daebak! 


Aku tidak tahu kalau selera bang jaehyun perempuan seperti dia, rasanya aku cukup bangga memiliki abang punya selera pacarnya seperti itu.


Dengan gerak cepat aku memakan habis siomay yang telah di belikan oleh leonardo kemudian aku pergi ke lantai dasar untuk menemui pacar bang jaehyun.


“abang kamu datang tuh.” Ucap papa yang tengah duduk di ruang keluarga bersama mama.


Aku mengangguk.


“Iya alina penasaran sama pacar abang hehe.” Jawab ku


“hilih dasar!” ujar mama.


“HEY ABANG GUE!” ucapku cukup keras, bang jaehyun yang tengah membawa tas belanjaan pun langsung menoleh kearahku.


“eh iya bi ini tolong bawa belanjaan nya.” Ucap bang jaehyun kepadaku sembari menyerahkan tas belanjaannya kepadaku.


“IH RESE!” pekikku.


Pacar bang jaehyun menahan tawanya.


“kenalin nih, calon kakak ipar kamu.” Ucap bang jaehyun kepadaku sambil menunjuk kearah pacarnya.


Pacarnya terlihat sedikit tersipu malu.


“aku syahira.”ujarnya sangat kalem.


Aduh, beda banget yak sikap kalem nya sama gue.


“hehe aku alina kak, welcome to jungle!” ujarku


“ini adek aku ra.” Ucap bang jaehyun yang sebelumnya memeperlakukanku seperti asisten rumah tangga.


“kakak yang cantik nan kalem ini kenapa mau sih sama manusia purba kayak bang jaehyun, aku kan jadi terharu liatnya.” Kataku pada syahira, dia hanya tertawa.


Aku mengajak pacar bang jaehyun tadi masuk ke dalam rumah, entah kenapa rasanya aku langsung akrab dengannya.

__ADS_1


Padahal syahira sendiri tak banyak bicara namun hanya cengengesan saja sedari tadi.


Usai bersalaman dengan mama dan papa aku langsung mengajak kak syahira untuk duduk di ruang tamu.


“sebentar, ada beberapa hal yang ingin alina tanyakan sama kak syahira.” Ucapku.


Dia mengangguk sambil tersenyum.


“tanyain dah, nanti aku jawab hehe.” Jawabnya.


Senyumnya manis banget sih kak syahira ini! Sebagai sesama perempuan aku merasa kalau aku ini hanya remahan rengginang.


“jadi kakak termasuk golongan yang mana? Western , kpop . atau wibu?” tanyaku.


Pertanyaan yang sangat tidak penting, dia malah ngakak.


“abang kamu sering cerita kalau kamu suka kpop ya? aku juga suka sih, tapi kalau aku sekarang gak terlalu update sama mereka.” Jawabnya.


Ah really? Dia juga kpopers.


“huaa aku juga gak pernah update lagi kak, gara – gara dikit lagi kan udah ujian seleksi ptn.” Aku langsung menghentikan perkataanku.


plak!


Aku menjitak kepalaku lumayan keras.


“astaga dragon, ujian makin dekat dan belakangan ini aku malah jadi jarang dan males buat belajar.”


-----------


Leonardo’s pov


Aku telah mengurus semuanya kebutuhan untuk pengobatan mama alina yang nanti akan di lanjutkan di singapura.


Usai membelikan 2 tiket penerbangan untuk mama dan papa alina dan juga aku telah menghubungi rekanku yang menjadi dokter spesialis di salah satu rumah sakit ternama di singapura, aku menjadi sangat lega.


Aku pun langsung menuruti permintaan dari mamanya.


Istriku sedang apa ya? kok jadi rindu hehe.


sepulang dari bulan madu, aku kembali kepada pekerjaanku seperti biasa, dan juga tentunya aku telah menstabilkan kembali keadaan perusahaan yang sebelumnya asistenku yang melapor kalau ada sedikit kendala disni.


Tok.. tok.. tok


Aku membenahkan dasiku yang semulanya sudah sedikit menceng akibat seharian telah beraktifitas.


“silahkan masuk.” Ucapku.


Tak lama kemudian suara pintu yang mulai terbuka itu terdengar, diana – sekertarisku mulai memasuki ruangan.


“baru saja client kita menghubungi kalau ingin mengganti jadwal pertemuannya di lain hari, jadi untuk schedule sore ini sudah kosong pak.” Ucapnya.


“baiklah, kamu boleh kembali ke tempatmu.” Kataku pada diana.


Alina i’m coming~


------


Alina’s pov


Aku melirik kearah jam tangan yang melekat pada tangan kiriku sudah menunjukkan pukul 14 lewat 47 menit, aku terbangun dari tidur ayamku yang tak aku rencanakan sebelumnya, alias aku tertidur saat tengah belajar.


Tangan besar yang tengah mencubit pipiku ini membuatku kaget dan langsung membuatku terduduk tegak.


“ah mas sudah pulang.” Ucapku kemudian aku merenggangkan ototku sejenak.

__ADS_1


Aku mencium punggung tangannya.


Leonardo menarik kursi kemudian ia duduk didekatku.


“ tiap belajar kok ketiduran terus, hm?” kata leonardo padaku dia menusukkan jari telunjuknya di pipiku.


“kamu ini bisanya ngehina terus ih, bukannya bantuin aku belajar biar lulus ptn sih mas.” Kataku mencibir.


“ya udah, besok – besok mas ajarin mau ya? belajar plus apa yang biasa.” Ujarnya.


Hah?


Aku langsung meliriknya tajam.


“ih, kok jadi menujurus kesana sih, males ah aku ngomong sama mas.” Kataku.


“dih, mikirnya kemana coba? Belajar plus nongkrong di mana gitu.” Kata leonardo beralibi.


Hilih.


“hilih, kayak aku gak kenal aja macam apa kamu ini mas.” Leonardo meringis lalu mencubit pipiku gemas.


“btw, mas udah lihat pacar bang jaehyun? Cantik banget! Aku jadi ngerasa kayak remahan rengginang kalau ada di dekatnya, mana dia pakai jilbab jadi makin gemas.”


“mas udah liat tadi, heh, siapa yang bilang kamu kayak remahan rengginang?  Kamu istri mas paling cantik.” Ucap leonardo serius.


“ngalus terus bang!” kataku sambil nyengir.


“kalau aku pakai jilbab boleh gak?” imbuhku.


Leonardo menaikkan kedua alisnya sambil menatapku  heran.


 Ah gak boleh ya?


“seriously? Ya boleh dong, malah bagus kan?” kata dia.


Aku langsung melihatnya dengan tatapan bahagia.


“ah beneran? Tapi alina belum mau sekarang sih, belum siap hehe.” Ujarku.


“iya boleh, tapi kasih cium dulu dong.” Raut wajahku yang semulanya sangat bahagia langsung terlihat sangat datar seketika mendengar perkataan leonardo.


“dih, ogah. Wleek.” Ucapku sambil menjulurkan lidah ku kearahnya.


“ya udah.” Kata leonardo.


“ya udah.” Sahutku.


Cup!


Leonardo mengecup singkat pipi kananku.


“udahkan?” ucapnya.


Ih, kesel!


“berduaan terooos.” Kata bang jaehyun di depan ambang pintu kamarku.


“sirik aja, eh mana kak syahira bang?” tanyaku.


“barusan pulang di jemput sama abangnya.” Jawab bang jaehyun.


“eciee, sendirian lagi deh.” Ledekku.


“diem lo.”

__ADS_1


“wleek” aku menjulurkan kembali lidahku.


Leonardo hanya menahan tawanya melihat tingkah kami.


__ADS_2