
matahari telah terbit dan sinarnya mulai masuk sedikit demi sedikit dari balik tirai besar yang ada di dekat kami tidur.
Aku telah terbangun dari tidurku yang ternyata cukup nyaman padahal aku telah berpikir pasti akan menjadi tidak nyaman dengan posisi tidur yang seperti tadi malam.
Tunggu dulu, kemana perginya selimut yang membungkus badanku dengan rapi semalam? Yang ada sekarang malah leonardo memelukku dengan sangat erat dan selimut yang semulanya digunakan untuk menggulung badanku sekarang telah berubah menyelimuti kita berdua.
Ah, pasti leonardo tidak tega melihatku tidur seperti itu, hehe
“mas, bangun yuk! Udah terang nih.” Ucapku seraya mencubit pelan pipinya.
“ 10 menit lagi ya sayang, mas baru bisa tidur usai sholat subuh tadi, dari semalem gak bisa tidur.” Ujarnya dengan mata yang terpejam, leonardo menarikku sedikit agar lebih dekat dengannya lagi, lalu ia kembali tidur, begitu pula denganku aku pun merangkulkan tanganku disekitar badannya kemudian kembali kami pun tidur.
Tepat pukul 10.56 kita sudah merapikan barang – barang kita yang akan kembali dibawa ke kota semula, dari awal bangun tidur hingga sudah selesai merapikan barang leonardo menjadi tidak banyak berbicara seperti biasanya.
Apa ini hanya perasaanku atau memang dia masih menahan kesal dengan kejadian semalam?
Tapi tunggu dulu, tidak mungkin leonardo akan menjadi se kesal ini jika kejadiannya memang karena gagal mendapatkan ‘jatah’.
“mas? Masih kesal sama alina ya?” tanyaku to the point kepadanya, dia langsung menggeleng cepat.
“mana sempat mas kesal sama kamu bae, you’re too precious.” Tuturnya.
Uh, manis terus perasaan kata – kata yang keluar dari mulutnya, dasar kang kardus!
“dih yang bener? Dari tadi mas banyak diam soalnya.”
“jadi gini sayang, mas itu diam bukan karena kesal sama kamu, dari semalam mas itu berusaha untuk perangin naluri laki - laki mas."
"berarti mas kesal kan soalnya alina lagi dapet?" kataku.
leonardo memelukku.
"gawat nih lawanku cewek pms, enggak sayang mas gak kesel, aku kan senantiasa sabar nungguin kamu, dah yuk kita siap - siap perjalanan balik ke rumah." ajaknya.
aku menyandarkan kepalaku tepat di dada bidang leonardo sambil mengerucutkan bibirku, tangan leonardo sibuk mengelus rambutku membuatku merasa nyaman.
__ADS_1
gak salah sih gue jadi sensi begini, kan gue lagi pms, makasih ya mas udah sabar hadapin sikapku yang kayak kucing garong begini.
di mobil
seketika masuk mobil hanya memakan waktu sekitar 30 menitan leonardo sudah tertidur, sebelumnya dia memintaku untuk tidur dengan mengenakan pahanya sebagai bantal, aku tak bisa menolak tawarannya karena dia terus memaksaku sedari tadi, daripada nantinya malah ribut aku langsung menurutinya.
karena sudah berkali - kali aku memejamkan mataku berusaha untuk tidur akan tetapi tidak juga berhasil, aku pun memutuskan untuk belajar untuk ujian seleksi ptn nantinya melalui ponselku tentunya dengan bersembunyi - sembunyi, karena aku takut leonardo tidak mengizinkanku untuk melakukannya.
ya secara, kita kan pergi ke paris untuk berlibur, tapi aku malah sibuk belajar :/
aku rasa sangat membosankan jika hanya berdiam saja seperti ini, leonardo meninggalkanku tidur, dan dia belum bangun sama sekali.
aku sudah bosan belajar, mungkin sudah sekitar 1 jam telah berlalu.
"mas?" panggilku sambil menusukkan jari telunjukku tepat di pipinya.
"hm?"
"mampir dulu ke warung bakso yu." ucapku random.
"hayu, mas laper nih." jawabnya dengan mata terpejam
haha, kok jadi kayak lagi ngobrol bareng orang ngigau.
"eh kita lagi di paris bae, mana ada warung bakso." serunya saat dia menyadari ucapannya, dia kemudian mengerjapkan matanya dan merenggangkan badannya.
__ADS_1
aku merubah posisiku menjadi duduk.
"mas ngebo mulu ih dari tadi, kan alina jadi bosen." ujarku.
"uluh, kacian ya udah mas ajarin main game mau? biar gak bosan" usulnya.
"boleh, tapi game apa?" tanyaku.
"main yang gampang aja, sini mas download in."
aku menyerahkan ponselku pada leonardo kemudian dia mulai mendownload game 'pubg mobile'
"pubg?" gumamku pelan. leonardo mengangguk.
"eh itu game tembak tembak itu kan? gak mas alina gak mau." tolakku.
"loh kata bang jaehyun kamu jago main fortnite, pasti jago dong main pubg, kan lebih mudah." ujarnya.
"haduh, mas jangan percaya sama omongan bang jahe :'v daripada main game lebih baik kan aku streaming oppa."
"oke, kalo begitu sini mas ajarin kamu main game, biar kamu sibuk main game bukan sibuk mantengin oppa oppa itu -_-" kata leonardo dengan nada bete.
"yeuh, masih aja cemburu sama oppa." cibirku.
"ya cemburu lah bae, kan oppa kamu cowo :')"
"eh plis deh mas, namanya oppa ya jelas cowo :'v"
"eh belum tentu dong, tuh liat di upin ipin oppahnya cewe."
"eh xianjir, beda lagi itu -_-" makiku, receh banget nih orang.
"loh, ngatain mas kamu?" serunya.
"ups, enggak sengaja." aku meringis. sambil membuat gestur peace.
__ADS_1
"awas aja ketauan lagi mas hantam pake 1000 kecupan bertubi - tubi." ancamnya.
aku langsung begidik ngeri seusai mendengar ancaman dari leonardo, leonardo melihatiku sambil tersenyum aneh.