Pernikahan di Rencanakan

Pernikahan di Rencanakan
Unexpected marriage • 71


__ADS_3

“ intinya mas langsung aja jelasin ke Alina dan gak usah berbelit belit lagi.” kataku pada Leonardo, ia menghela nafasnya sejenak lalu tersenyum kepadaku sambil tetap memegang tanganku seakan dia tidak akan melepaskannya.


“pasang dulu telinganya dengan baik.” Kata Leonardo lalu dia berdehem sejenak.


“duh buruan.” Jawabku gemas, sudah tak sabar mendengar penjelasan darinya, Leoanardo malah menertawakanku yang bertingkah sangat kepo seperti ini.


“okay, jadi Jennie itu.. um, temen lama dari mas masih sekolah di Binus dulu sampai akhirnya kuliah di Melbourne, Australia. Tapi kita temenan bukan cuma berdua doang, ada lagi 1 temen mas namanya Kendrick.”


“terus?” kataku dengan rasa yang masih penasaran.


“kamu jangan marah, dan jangan sampai cemburu  ya?” ucap Leonardo sebelum ia melanjutkan ceritanya, aku menjawab dengan anggukan singkat menyimpan fakta bahwa aku cemburu saat Leonardo menyebut nama wanita itu di depanku.


Kenapa aku menjadi se posesif ini?


“kita langsung aja intinya ya? Jadi Jennie dulu udah naksir mas dari jaman di Binus dulu, sampai pada akhirnya dia ikut nyusulin mas ke Melbourne dan ketika di sana dia malah semakin menjadi – jadi.” Ia terdiam sejenak.


“terus?”


“terus mulu, kayak tukang parkir.” Ledek Leonardo aku langsung menyebikkan bibirku, ini gak tahu orang lagi penasaran setengah mati malah di ledekin.


“buruan lanjutin, ngambek lagi nih aku.” Ancamku.


“hmm, iya. Karena dulu mas adalah orang yang kurang peka an, mas gak sadar kalau dia itu suka sama mas, sampai dia bela – belain ikut kemana pun mas pergi. Pada akhirnya waktu tahun ke dua kuliah di Melbourne dia dengan terang – terangan ngaku kalau dia udah suka sama aku sejak lama. Dan dari situ mas mulai sedikit demi sedikit sadar kalau memang perlakuan dia ke mas itu berbeda.” Leonardo mengambil air minum yang berada diatas meja samping ranjang rumah sakit ini.


“masih mau dengerin lagi?” tanya Leonardo.


“ya mau lah, kamu aja belum jelasin kenapa dia tiba - tiba bisa hamil.”


“kamu inget kan tadi mas sebutin nama temen mas satunya yang namanya Kendrick?” tanyanya, aku mengangguk dengan cepat.

__ADS_1


“mas tahu kalau dia udah suka sama Jennie dari lama, jadi daripada ambil pusing ya mas mak comblangin gitu aja mereka berdua.”


“ya ampun beneran mas? Habis kamu campakkan si Jennie dan kamu malah mak comblangin mereka berdua, jahat!” protesku, kenapa gue jadi begini sih? berasa lagi nonton sinetron aja.


“terus mau kamu mas jadian aja sama Jennie dulu? Ya gak bisa! Soalnya dulu mas udah jaga hati buat orang lain. "


"dih,  lebay banget! emangnya siapa?"


"mau tahu aja apa mau tahu bingits? " Leonardo malah menggodaku.


"au ah gelap. " jawabku.


"anggap aja orang yang waktu itu mas jagain itu lisa blackpink aja bae. " katanya absurd.


kalo begini aja langsung jadi fanboy,  hilih.


"akhirnya Kendrick lakuin segala cara buat narik hatinya Jennie. "


"Astaghfirullah, gak gitu juga bae. Maksud aku kayak menarik perhatian gitu. " kata Leonardo membenarkan perkataannya.


aku paham kali,  ya cuma di lebay in biar kayak lagi  mv reaction.


aku meringis ke arah Leonardo.


"sampai pada akhirnya mereka berdua bener bener jatuh cinta, Jennie juga yang memutuskan untuk mundur mencintai mas dan mulai belajar untuk mencintai Kendrick sepenuhnya ."


"hmm,  TERUS DIA HAMIL SAMA SIAPA?! " akhirnya jiwa tak sabaranku mulai naik pitam,  sedikit sebal karena perkataan Leonardo yang terlalu banyak membuat kepalaku pusing.


"dia hamil sama Kendrick lah,  ya masa sama mas, cuma mas itu ngerasa bersalah aja,  setelah mak comblang in mereka berdua dan akhirnya mereka berdua berbuat sejauh ini sebelum ada ikatan yang sah. " Leonardo kembali menyesap air mineralnya tadi.

__ADS_1


"di tambah lagi Kendrick yang tiba - tiba aja menghilang tanpa kejelasan ninggalin Jennie dalam kondisi hamil 6 bulan dan di saat Jennie udah terlanjur sayang banget sama Kendrick. "


"eh bentar, tapi mas tahu dari mana kalau Jennie udah gak suka lagi sama mas?" aku menyimpan satu pertanyaanku ini di dalam hatiku.


memang sedikit ada yang janggal kalau dengar kisah jennie yang dengan cepat nya move on dari Leonardo, sedangkan Jennie sendiri sudah menyukai Leonardo sejak lama.


"jadi sekarang temen mas yang namanya Kendrick dia ngilang?" tanyaku pada Leonardo. ia hanya mengangguk sekilas.


"dia udah janji buat nikahin Jennie 2 minggu lagi,  eh malah ngilang dari minggu kemarin tanpa kabar dan gak pamitan, dan alhasil Jennie coba cari semampunya dia, dan berakhir di rumah kita kemarin."


"ya tapi, kenapa kemarin dia bilangnya 'aku hamil' ke kamu,  kan bikin aku su'udzon dan mikir yang enggak  - enggak. " kataku sambil mendengus kesal.


"eh iya - ya, mas baru sadar." Leonardo malah hanya meringis, gak tahu apa istrinya yang lagi baringan ini lagi jengkel.


"dia itu kayak sengaja mau bikin Alina kesel deh. "  kataku mencibir, aku memutar bola mataku berpaling dari Leonardo, namun ia malah memelukku.


"jangan ngambek lagi ya sayang, mau Jennie atau siapa pun yang bikin kamu kesel kayak begini kamu percaya deh sama mas, kamu yang paling aku cinta. Mas jamin deh! kalau kita saling percaya satu sama lain jangankan pelakor, badai pun lewat." ujarnya sembari meletakkan dagunya di kepalaku.


aku memegang lengan Leonardo yang tengah merengkuhku dengan kedua tanganku, lalu tiba - tiba saja air mataku mengalir dan mulai terisak pelan.


"loh loh, kamu nangis bae?" tanya Leonardo, dia yang semulanya mau merubah posisinya untuk memastikan aku menangis atau tidak langsung ku cekal agar dia tidak melihat aku yang tengah menangis bawang.


"kamu sih jahat banget mas, dah tahu aku lagi kepikiran mama yang lagi sakit terus tes PTN yang udah mulai deket eh kamunya malah nambahin gantungin masalah kemarin dan baru kasih penjelasan kalau aku dah pingsan begini, coba kalau gak pingsan mungkin kamu bakal nunda terus, iya kan?" ocehku. Sialnya dia malah terdengar tengah terkekeh pelan.


oh, bagus ya? istrinya lagi galau begini malah di ketawain.


"pokok nya mas minta maaf deh sama kamu, udah nimbulin cekcok yang gak jelas kayak begini, toh mas sendiri juga shock liat Jennie yang muncul di rumah dan pas kemarin mas mau jelasin semua dan ceritain semua kejadian di masa lalu eh kamu udah keburu ngambek duluan, hmm ya sudah."


"jadi kamu sekarang salahin aku?" protesku.

__ADS_1


"ah, enggak lah wanita kan selalu benar, jelas aku yang salah." jawab leonardo dengan cepat.


__ADS_2