Pernikahan Impian

Pernikahan Impian
Godaan


__ADS_3

Setiap hari paket yang datang maupun yang akan dikirim sangat banyak. Sepertinya orang-orang tidak pernah berhenti melakukan belanja online. Semenjak maraknya aplikasi belanja online, anemo masyarakat sangat tinggi terhadap barang-barang yang diperjual belikan. Hal ini menunjukkan kecanggihan teknologi ikut mendobrak pengaruh konsumtif masyarakat semakin cepat dan maju.


Salah satu contoh pedagang online yang selalu menggunakan jasa ekspedisi tempat Kaysan bekerja. Nuri seorang penjual online dengan banyak pelanggan mengharuskan ia selalu memakai jasa ekspedisi. Untuk barang yang dikirim cukup banyak, biasanya Nuri selalu memanggil kurir untuk mengambil paket di rumahnya.


“Kamu tahu, kan alamat ini?” tanya Alatas atasan Kaysan di kantor cabang yang sedang menampilkan alamat Nuri di layar komputer.


“Iya, Pak,” jawab Kaysan.


“Kamu ke sana ambil barangnya yang akan di kirim. Karena kurir sebelum kamu itu resign, dia yang selalu menjemput paketnya secara langsung di rumahnya. Nah, sekarang kamu ke sana langsung menjemput barang itu di rumah Nuri. Sebentar sore akan ada mobil ekspedisi yang akan mengirim barang tersebut!” titah Alatas.


“Baik, Pak. Saya ke sana sekarang. Berhubung paket yang tadi saya antar sudah habis.


Setelah mendapat perintah dari atasannya, Kaysan melajukan kendaraan beroda dua itu menuju alamat yang di tuju. Dengan melewati jalanan depan kampus istrinya, Kaysan masuk ke gerbang komplek alamat yang menjadi tujuannya.


Kaysan menghentikan motornya saat sudah berada di depan rumah dengan pagar besi putih. Dia pun segera turun dari motor maticnya.


“Assalamualaikum, permisi.” Kata Kaysan mengetuk pagar rumah Nuri.


Seorang perempuan muncul dari dalam rumah hanya mengenakan tanktop dan hotpans yang jelas mencetak lekuk tubuhnya.


“Mas, kurir baru, yah?” tanya Nuri sembari membuka gerbang rumah besinya.

__ADS_1


“I-iya, Mbak,” ujar Kaysan sembari mengalihkan perhatian ke arah lain. “Astagfirullah,” gumam Kaysan. Mulutnya tidak berhenti merapalkan kalimat tersebut. Karena pemandangan yang ada di hadapannya saat ini menjadi godaan bagi dirinya dan akan menimbulkan dosan.


“Mba, barangnya di mana?” tanya Kaysan tanpa menatap Nuri.


Nuri yang berdiri di depan Kaysan pun tahu jika laki-laki yang bekerja sebagai kurir baru itu tidak suka dengan penampilannya. Nuri yang tinggal sendiri di rumah tersebut memang sering berpakaian seperti itu. Maka, dari itu ia pun mengerjai Kaysan.


“Ada di dalam, Mas. Ayo, masuk!” ajak Nuri seraya menarik tangan Kaysan.


Di saat yang bersamaan, sepasang dua netra memperhatikan Kaysan dengan Nuri. Hatinya begitu memanas seketika saat melihat suaminya ditarik oleh perempuan berbaju seksi.


“Nada, ngapain masih di luar, yuk masuk. Anak-anak sudah pada mulai!” ajak Sari teman Nada. Kebetulan siang ini, Nada bersama teman-temannya mengadakan kajian rutin setiap satu minggu sekali yang dilaksanaka di rumah Sari.


“Eh, i-iya, kami duluan aja. Ada barang yang ketinggalan di motor.”


“Iya.”


Nada pun memilih menunggu melihat suaminya. Sejak tadi hatinya sudah tidak karuan melihat Kaysan masuk ke dalam rumah perempuan seksi itu.


Di rumah Nuri, perempuan itu mengajak Kaysan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil paket yang akan dikirim.


“Mas, paketnya ada di dalam kamar, aku. Ayo, masuk!” ajak Nuri.

__ADS_1


“Maaf, Mba. Kalau bisa, Mba sendiri yang bawa keluar paket itu. Saya tunggu di luar.” Kata Kaysan sembari memutar tumitnya keluar dari rumah Nuri.


Sejak tadi hati dan pikirannya tidak tenang. ‘Tidak benar ini. Astahfirullah, ya Rabb cobaanmu siang ini benar-benar menguji imanku.’


Nuri tidak banyak berkata. Ia pun menilai Kaysan sok alim tidak ingin masuk ke dalam rumahnya.


“Nih, barang-baranngnya. Jangan sampai lecet, yah! Nanti aku dikomplain sama pelanggan.” Ketusnya.


Kaysan pun menerima barang tersebut dan memasukkannya ke dalam karung.


Namun saat barang terakhir, Nuri memberikannya terburu-buru sehingga kakinya tidak sengaja tersandung di tanah sehingga tubuhnya langsung di tangkap oleh Kaysan yang secara refleks menangkap Nuri. Posisi mereka seperti berpelukan. Padahal, Kaysan memberi jarak agar tubuh Nuri tidak terlalu menempel pada tubuhnya.


“Astagfirullah, Mba. Jalannya pelan-pelan aja. Nggak usah buru-buru. Ini bisa menimbulkan fitnah yang melihat,” kata Kaysan sembari melepaskan tangan Nuri.


“Santai aja, dong, Mas. Namanya juga nggak sengaja,” omel Nuri.


Tidak ingin berlama-lama di rumah Nuri, Kaysan pun segera berlalu usai memasukkan semua barang tersebut ke dalam karung.


“Dasar kurir belagu!” umpatnya kemudian saat motor Kaysan menghilang dari balik rumahnya.


Namun sayang, dari jarak sepuluh meter, Nada yang melihat adegan tersebut langsung naik ke motornya dan bergegas pergi dari rumah Sari. Sejak tadi air matanya yang ia tahan kini luruh tumpah keluar. Hatinya sakit melihat suaminya menyentuh wanita lain dengan mesra selain dirinya.

__ADS_1


 


__ADS_2