Pernikahan Impian

Pernikahan Impian
Malam Perkenalan


__ADS_3

Satu persatu kami turun dari Bis yang membawa kami tadi dari Medan ke Bumi Perkemahan Sibolangit ini.


"Pastikan semua alat jangan ada yang tinggal ya Van" Perintahku kepada Ivan, calon anggota.


"Baik, Kak" Jawab Ivan sopan.


"Yang lain segera buat barisan, jangan berpencar!" perintahku lagi kepada adik - adik calon anggota yang lain.


"Siap, kak" seru beberapa dari mereka. Dengan segera mereka sudah berbaris dengan rapi, lengkap dengan semua peralatan dan Carrier di punggung mereka.


"Kita pasang tenda di Camping Ground atau langsung masuk ke hutan, Nad?" Bang Indra bertanya padaku, yang sedang kewalahan merapikan peralatannya.


"Kita jalan aja dulu Bang. Kalau keburu masuk hutan ya lebih baik. Tapi kalau gak keburu, ya kita pasang tenda aja. Nanti kita lihat aja tempat yang cocok untuk berkemah. Semoga gak kemalaman masuk hutan." Kujelaskan secara detil.


Hari sudah mulai sore, namun cuaca seperti bersahabat kepada kami. Terang, dan cerah, tidak mendung.


Aku, Bang Indra dan Kak Erland berjalan di depan. Lalu diikuti oleh adik-adik calon anggota yang berjumlah 15 orang. Di belakang mereka mengikut, anggota-anggota yang lain berjumlah 11 orang.


Kalau dari segi jumlah anggota, sejak MAPALA ini didirikan 12 tahun yang lalu, sebenarnya udah mencapai ratusan. Tapi, ya karena kesibukan masing-masing anggota, apalagi para senior yang sudah menamatkan kuliahnya dan sudah bekerja, akhirnya, yang mengikuti kegiatan organisasi hanya itu-itu saja orangnya. Ditambah beberapa senior yang saat ini sedang sibuk skripsi.


Aku juga sejak masuk organisasi ini 2 tahun yang lalu, jarang main ke Basecamp. Bukan malas sih tapi karena kegiatanku yang menyambi kuliah sekalian bekerja. Alhasil waktuku tersita hanya untuk kuliah dan bekerja.


Namun, walaupun begitu, aku berusaha menyempatkan hadir di rapat-rapat penting organisasi. Walau sering terlambat datang, tapi yang penting hadirlah. Setor muka istilahnya. Hehehe...


Inilah alasan Bang Indra, memilihku jadi Korlap Penerimaan Anggota Baru ini. Alasan klise, Biar aku aktif!.


Beruntung, perkuliahan lagi libur semester. Dan, tempat aku bekerja di Warnet dekat kost-kostan lagi sepi. Para mahasiswa banyak yang pulang kampung. Hanya beberapa saja yang sedang mengerjakan skripsi. Jadi, pemilik warnet merumahkan sementara 3 orang karyawannya, termasuk aku.


"Kita istirahat dulu ya Bang" pintaku dengan nafas yang sudah ngos-ngosan. Selama 2 jam berjalan tak ada henti, melewati Bumi Perkemahan menuju hutan.


"Iya, Dra, kita istirahat dulu lah. Kasihan Nadia, udah kecapekan, pipinya udah kayak kepiting rebus, merah berkeringat" ujar Kak Erland, dan spontan menghapus keringatku.


'Oh Gusti, apa ini?' Debar jantungku saling kejar-kejaran.


"Bolehlah Bang, aku juga capek nih. Adik-adik CaAng juga kelihatannya udah lelah" .. Bang Indra setuju dan mulai mencari tempat yang nyaman buatnya untuk rebahan.

__ADS_1


"Kita istirahat dulu, cari tempat yang nyaman dan kering ya. Jangan terlalu jauh. Tetap berkumpul. Kalau mau buang air kecil, jangan sendirian, ajak temannya untuk menemani." Komandoku dengan tegas ke adik-adik Calon Anggota (CaAng).


"Siap, Kak" Jawab mereka serentak.


Mereka mulai mencari tempat yang kering untuk beristirahat. Begitupun dengan senior, dan junior yang lain.


Kupilih tempat dekat pohon pinus, tanahnya datar walau sedikit berbatu, tapi cukup kering. Kuturunkan carrier di punggungku dan melepas matras yang tergulung di sisi carrier. Membentangkannya, dan duduk bersandar pada pohon.


"Minum?" Kak Erland, menyodorkan botol minum kemasan ke arahku. Lalu menyusul duduk di sebelahku.


"Makasi kak" Kuteguk segarnya air yang membasahi mulutku, dan mengaliri tenggorokanku.


"Jadi, kamu kuliah sambil bekerja ya?"


"Indra yang cerita."


Karena melihat keningku berkerutku, seolah bertanya darimana Kak Erland tahu, Kak Erland langsung memperjelas pertanyaannya sendiri.


Lucu


"Iya, kak. Karena itu, Nadia jarang ke Basecamp. Makanya Kakak gak pernah lihat Nadia." Kujelaskan singkat sambil memberi botol air minum ke Kak Erland.


Kata-kata yang keluar dari mulut Kak Erland, seolah menghipnotisku. Aku begitu terpana mendengar suaranya yang berwibawa. Tatapan mata elangnya, tajam namun teduh, menghujamku hatiku.


"Iya, kak, itu pasti" Jawabku dan langsung memalingkan wajahku ke arah lain.


'******! Aku ketahuan gak ya sedang mengaguminya?


"Kalau Kakak sendiri, angkatan berapa? Aku belum pernah melihat kakak sebelumnya juga sih, hehehe" Tanyaku, yang kemudian kusesali kenapa aku ingin tahu tentangnya ya.


"Angkatan ke 3. Fakultas Teknik Sipil, stambuk 96. Tapi gak tamat." Kak Erland menunduk, seperti menyesali.


"Kuliah hanya 2 tahun, setelah itu ikut aktif di Partai dan organisasi. Kuliah terbengkalai. Dan, sekarang pun belum jadi apa-apa. Masih pengangguran elit, hahaaha"... Dia tertawa namun terbersit rasa kecewa.


"Yang penting udah gak menyusahkan orangtua, kak. Kalau buat kecewa, pastilah orangtua kecewa. Tapi, setidaknya ini pilihan Kakak, dan Kakak tidak membebani orangtua lagi dengan biaya hidup kakak."

__ADS_1


Duh, sok menasehati pula lah mulutku ini.


"Kamu benar. Ya, alhamdulilah udah gak minta-minta uang lagi sama orangtua." Kak Erland bangkit, dan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Yuk, kita lanjut. Biar gak kemalaman kita sampai hutan. Pasang tenda, masak, makan lalu tidur, hehehe.."


"Ok Kak, Nadia bilang dulu ya ke adik-adik CaAng" Aku berdiri dan segera menghampiri adik-adik CaAng.


"Kita lanjut ya, biar gak kemaleman kita sampai, keburu gelap nanti. Gulung matrasnya, rapihkan semua perlengkapan yang kalian pakai. Dan, sampah jangan ada yang dibuang sembarangan. Lebih baik nanti kita bakar."


"Baik kak" Lagi-lagi mereka serentak menjawab perintahku.


Posisi mereka saat ini sama persis seperti yang kualami 2 tahun lalu, saat masih berstatus Calon Anggota.


Takut salah. Takut dimarahi senior. Semua serba takut.


Saat balik ke tempat tadi aku beristirahat, aku melihat matrasku sudah tergulung rapih di sisi samping carrierku.


Ini pasti perbuatan Kak Erland.


"Kak, makasi ya, udah bantu gulung matras Nadia dan merapihkannya ke carrier."


"Sama-sama, adik cantik" ujar Kak Erland dengan senyum mautnya.


"Ayo, kita lanjut jalan lagi ya!" Komandoku kepada semua.


"Biar gak sepi, adik-adik CaAng sambil nyanyi dong. Terserah lagu apa, yang penting menghibur." Pintaku pada para CaAng.


Adik-adik CaAng lalu berkompromi mau menyanyikan lagu apa.


Lalu...,


🎶 Potong bebek angsa, masak di kuali. Nona minta dansa, dansa empat kali. Sorong ke kiri, sorong ke kanan. Lalala...lalala...lalala... 🎶


#######

__ADS_1


Lagu Pembunuhan Yang Paling Fenomenal


#ehhh


__ADS_2