Pernikahan Impian

Pernikahan Impian
Berdamai


__ADS_3

Kaysan uring-uringan sejak tadi. Dia menyesal sudah membentak Nada sehingga sampai waktu magrib Nada belum juga muncul masuk ke dalam kamar membuat dirinya sudah tidak tahan ingin buang air kecil sejak tadi.


Kondisi Kaysan pasca keluar rumah sakit sudah jauh lebih baik. Namun, karena harus menjalani kontrol kembali, Kaysan harus menjaga kondisinya. Terutama pada bagian kepala yang mengalami cedera. Sesekali, dia masih merasakan nyeri sakit kepala pasca operasi. Menurut keterangan dokter itu hal yang wajar dan perlahan akan sembuh seiring Kaysan kontrol dan meminum obat dengan teratur.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka. Menampilkan Nada dengan mata yang membengkak. Kaysan yang tengah berbaring di atas ranjang menoleh seketika saat istrinya masuk.


Dengan perlahan, Kaysan berusaha bangun duduk. Melihat suaminya berusaha bangkit dengan cepat Nada membantu Kaysan duduk setelah mengatur beberapa bantal sebagai sandaran.


“Sayang, maafkan ucapan, Mas siang tadi.” Kata Kaysan meraih kedua telapak tangan Nada saat sudah duduk. “Mas, akui Mas salah. Tidak seharusnya, Mas membentak dan mendiamkanmu. Mas sadar diri jika tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dirimu.” Kaysan masih menggenggam tangan istrinya seraya menatap dua netra yang sudah berembun.


Tanpa berpikir panjang, Nada langsung berhambur ke pelukan sang suami. “Aku, juga minta maaf, Mas kalau ada salah. Jujur, selama beberapa hari ini kesepian mendengar suaramu. Dan malam ini, Aku bersyukur bisa mendengar kembali suaramu, Mas.”

__ADS_1


Keduanya pun berpelukan. Nada perlahan membantu sang suami menyelsaikan hajatnya di kamar mandi. Lalu berwudhu dan solat berjamah.


Kaysan menengadahkan tangannya dengan segera, Nada mencium tangan suaminya.


Nada pun bertanya mengapa suaminya bisa kecelakaan. Dan akhirnya, Kaysan pun menjelaskan perihal dirinya yang tidak fokus berkendara motor saat usai menjawab panggilan Nada.


Mendengar penjelasan sang suami, Nada kedua mata  Nada banjir seketika. Dia tidak menyangka karena gara-gara dirinya suaminya sampai masuk rumah sakit.


Nada merasa sangat menyesal. Sebagai seorang istri, baru kali ini dirinya tidak peka. Ternyata suaminya mendengar semua percakapannya dengan Randi. Namun walau begitu, Nada  tidak berani menceritakan perihal Randi pula yang mengantarkannya ke rumah sakit pasca mendengar kabar bahwa Kaysan tengah kecelakaan. Nada ingin menjaga hati suaminya saja.


Kaysan merangkul istrinya ke dalam pelukannya. “Sudah sayang. Berhenti menangis. Sekarang sudah jelas semuanya. Ternyata hanya salah paham saja.” Ujar Kaysan seraya menghapus tetesan air yang membasahi wajah cantik sang istri. Lalu mengakhirinya dengan sebuah kecupan hangat di kening.


***

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat. Beberapa hari kemudian, Kaysan sudah masuk kembali bekerja. Beruntung saja atasan di kantornya, cukup bijaksana perihal kondisi Kaysan saat sakit. Bahkan, ditengah kesibukannya, Alatas dan beberpaa karyawan lainnya sempat menjenguk Kaysan di rumah sakit saat jam kerja selesai.


Begitupun dengan Nada, selama hampir dua minggu tidak masuk kuliah, mulai hari ini ia pun kembali masuk. Untung saja, ia masih bisa mengikuti kuliah dengan mengejar materi yang tertinggal via link yang sudah disebarkan oleh dosen. Sehingga, Nada tidak terlalu ketinggalan materi selama dirinya merawat sang suami.


Saat akan berangakat ke kampus, tiba-tiba sebuah mobil tiba-tiba berhenti  menghadang motornya di depan. Otomatis, Nada merem mendadak matic kesayangannya itu karena saking kaget.


Betapa kagetnya Nada saat melihat orang yang baru saja turun dari mobil itu berjalan menuju ke arahnya.


“Ka-kamu?” ucap Nada terkejut.


 


 

__ADS_1


__ADS_2