Pernikahan Impian

Pernikahan Impian
Setelah Tania pergi...


__ADS_3

Ferdinand menepati janjinya pada Tania. Pada awalnya, Alena merasa sedikit keberatan dengan keinginan Tania. Namun, ia tahu putri sulungnya itu butuh waktu untuk meyakinkan dirinya.


Begitupun Ardian. Pria paruh baya yang begitu menyayangi Tania layaknya putri kandungnya sendiri itu, begitu berat melepaskannya. Dia pernah merasakan hidup berjauhan dengan Tania selama beberapa tahun.


Dengan segala macam cara, ia membujuk putrinya itu untuk kembali. Sekarang, haruskah dia merelakannya berpetualang menjelajahi negeri orang sendiri? Sama seperti Alena dan Ferdinand, Ardian pun menyetujui hal itu pada akhirnya.


Malam itu juga, Ferdinand menghubungi William selaku ayah kandung Gerald, dan mengatakan bahwa pertunangan di batalkan. Ferdinand pun mengatakan, jika Tania tak bisa mencintai Gerald meski dirinya sudah mencoba.


Gerald yang mendengar hal itu merasa kecewa. Tak pantaskah dirinya bersanding dengan Tania? Kenapa dirinya selalu di tinggalkan?


Untuk Lisa, adalah pengecualian. Lisa tidak pernah tahu tentang perasaannya. Bagaimana dengan Tania? Memikirkan Tania, membuat Gerald kembali menggali hatinya. Adakah Tania tersembunyi di sudut hatinya?


Hingga saat Tania pergi, Gerald belum menemukan jawabannya. Mau tidak mau, suka tidak suka, Gerald melepas Tania.


"Bos, Lo benar-benar tidak tahu tentang hati Lo dan Tania?" tanya Kenzi. Mereka baru saja melakukan kunjungan kerja pada pabrik mereka.


"Entahlah. Aku sendiri tak mengerti." Gerald menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Kasihan si bos. Tapi, salah dia juga. Waktu dia suka Lisa, sedikitpun dia gak mau ngomong. Sampai Lisa akhirnya menikah karena permintaan adik kandungnya sendiri, dia gak bisa lagi berbuat apa-apa. Apalagi, Lisa terlihat bahagia. Sekarang Tania. Wah, kenapa harus Lisa dan Tania? Kenapa gue jadi curiga ya?


Mereka pun hanyut dengan pikiran masing-masing. Kenzi yang terus berusaha fokus dengan jalanan di hadapannya, dan Gerald tenggelam dalam lamunannya.


*****


Sudah beberapa bulan sejak kepergian Tania. Entah dimana saat ini gadis itu berada. Sejak saat itu juga, Gerald selalu mengiriminya pesan. Sayangnya, tak satupun pesannya yang dibaca atau di balas. Sepertinya, nomornya sudah masuk dalam daftar nomor yang di blokir.


Melalui Kenzi dan Mia, serta Lisa lah pria itu mengetahui kondisi gadis itu. Ada rasa sakit di hatinya, saat gadis itu tak menggubrisnya. Tania terlihat makin cantik dan berseri. Wajahnya selalu menampilkan senyum.


Sepertinya, gadis itu tak lagi memikirkan dirinya. Beberapa kali, saat tengah kumpul keluarga, Kenzi dan Mia memperlihatkan foto gadis itu bersama pria bule. Dengan pose yang sedikit menantang.


Saat itu, Lisa menaruh baby Tama yang sudah mulai berceloteh ke pangkuannya. Baby Tama mulai bicara tak jelas khasnya para bayi pada Gerald. Pria berwajah minim ekspresi itu hanya tersenyum tanpa membalas celotehan bayi itu.


"Kak, di jawab dong. Baby Tama kan lagi ajak kakak ngobrol." protes Lisa yang melihat Gerald tak menanggapi celotehan putranya.


"Sayang, kamu kan sudah tahu kakakmu seperti itu?" ucap Nathan.


"Iya juga ya. Tama, ayo sama mami lagi. Om Gerald gak akan ajak kamu main." ajak Lisa pada baby Tama.

__ADS_1


Di luar dugaan, baby Tama justru menangis kencang saat Lisa akan menggendongnya. Semua orang yang ada di sana sontak terkejut. Mereka menghampiri baby Tama.


"Kenapa sayang Oma, sini nak sama Oma." pinta Nindya.


Lagi-lagi, baby Tama menangis. Semua orang di sana tertegun melihat reaksi itu. Gerald sendiri mengernyitkan dahinya bingung melihat tingkah bayi kecil itu. Kali ini, giliran Alena yang mencoba.


"Yuk sama Oma Lena. Kita lihat ikan mau?" bujuk Alena.


Kali ini, baby Tama menggenggam erat kemeja yang di gunakan Gerald. Seakan bayi itu tahu, jika dirinya akan beralih dari pangkuan Gerald.


"Sepertinya baby Tama nyaman dengan om nya." ucap Nathan memperhatikan tingkah bayinya.


Gerald menghela nafas. Ia pin memposisikan tangannya untuk menggendong bayi mungil itu. Sedikit kaku, karena ini pertama kalinya ia menggendong bayi. Saat tengah menimang bayi itu, telepon Ardian berdering.


Rupanya gadis nakal kesayangannya menghubungi dirinya. Tanpa pikir panjang, Ardian segera mengangkat teleponnya.


"Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Ardian.


"Tania baik ayah. Ayah dan yang lain sehat kan?"


"Sehat nak." sambar Ferdinand.


Mereka pun selesai melakukan panggilan dengan Tania. Lisa menghampiri Gerald dan berniat mengambil baby Tama yang sudah terlelap dalam buaian Gerald.


Gerald kembali duduk dan menatap langit-langit rumah itu.


*****


Di luar negeri:


Tania baru saja menghubungi keluarganya. Matanya menangkap siluet tubuh pria yang selalu mengiriminya pesan beberapa bulan terakhir.


Hatinya menghangat melihat Gerald menggendong keponakannya itu. Entah mengapa, senyumnya terbit.


Tania memang berhasil menghilangkan rasa cinta atau obsesi yang di rasakan nya pada Nathan. Kini, hatinya siap untuk menjalani kisah yang baru. Yang akan segera ia isi bersama seseorang.


Tania menyadari, ia mencintai Gerald.

__ADS_1


Gerald pun demikian. Ia merasa lega, melihat gadis yang selalu mengisi hati dan pikirannya itu baik-baik saja. Ia tersenyum mengingat wajah cantik Tania.


Kini ia yakin, ia mencintai Tania. Yang di butuhkan ya adalah, kesempatan untuk menyatakannya pada Tania.


Tania mengatakan melalui sambungan video tadi, jika masa berjalan-jalannya akan segera berakhir. Gerald bersorak senang. Kali ini, ia akan memastikan Tania melihat cinta yang ia punya untuk gadis itu.


*****


Tidak terasa, hari bahagia Kenzi dan Mia akan segera tiba. Sejak jauh-jauh hari, Mia sudah meminta Tania kembali dan menjadi pengiring pengantinnya. Jujur saja, Tania masih ingin mengunjungi satu negara lagi, dan tinggal di sana beberapa lama.


Sayangnya, liburannya harus terganggu. Karena sudah bisa di pastikan, jika sampai Tania menolak, maka Mia akan terus menerornya hingga Tania menerima permintaan nya.


Mia tengah di rias saat ini. Ia terlihat begitu anggun dan mempesona. Tania sudah ada di ruangan Mia. Ia pun sudah di rias dengan sangat cantik.


Belum ada yang mengetahui kedatangan Tania selain Mia dan Kenzi. Ini akan menjadi kejutan bagi Gerald dan keluarganya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Jangan lupa like, komen dan votenya ya jika kalian tidak keberatan. Love you genks...


**Daftar cerita ku.



My husband my brother personal bodyguard: status cerita-tamat.


2. Pernikahan Impian: status cerita-on Going.


3. He is my boyfriend: status cerita-on Going (chat story')


4. Love After...: status cerita-on proses (belum di tulis)


5. Affair with my Boss**: status cerita-on Going (platform ungu)



Jangan lupa mampir di karyaku yang lain ya. Juga kunjungi karyaku yang ada di platform ungu tersebut.

__ADS_1


Thank you all....


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’– buat kalian semua....


__ADS_2