Pernikahan Impian

Pernikahan Impian
Teman Rese'


__ADS_3

Di dalam kamar Nada langsung memeluk suaminya dan meminta maaf.


“Mas, aku minta maaf. Aku yakin tadi itu hanya orang salah sambung,” kata Nada yang tidak tahu menahu perihal nomor tadi.


Kaysan merasa ucapan istrinya sungguh-sungguh. Nada tidak berani membohongi dirinya sendiri. Bisa dilihat dari kilat bening yang ada di kedua netra milik Nada yang memancar pertanda perkataan sang istri benar.


Sejenak Kaysan menarik nafas dan mengembuskannya. Masih dalam posisi berpelukan, Kaysan mengecup tangan sang istri lalu beralih ke kening Nada.

__ADS_1


“Maafkan, Mas yang sangat cemburu sayang. Mas bukan suami yang sempurna. Mendengar suara laki-laki lain pada ponselmu tadi membuat Mas kaget. Mungkin kamu berpikir selama ini Mas terlalu over protekfif terhadap kami, tetapi Mas lakukan semuanya itu karena Mas sangat mencintaimu. Mas takut kehilangan kamu. Jadi, wajar kalau sifat Mas egois. Bukannya, Mas membatasi pergaulan kamu. Tidak. Mas, tidak melarang kamu bergaul dengan siapapun dengan syarat yang tidak termasuk mahram kamu membatasi diri, Karena kamu pasti sudah tahu maksud Mas.”


 Kini tangan Kaysan beralih memegang kedua pipi Nada. “Hanya saja Mas ingin kamu fokus menyelesaikan pendidikan sembari Mas berjuang mewujudkan cita-citamu. Mas selalu mendukung penuh dan ridho apa yang kamu lakukan. Jadi, Mas berharap kamu tidak tersinggung dengan perkataan dan sikap Mas.” Ujar Kaysan.


Masih saling bersitatap, Nada menggeleng. “Nggak, Mas. Nada tidak keberatan. Insya Allah Nada akan selau patuh pada kamu, Mas,” timpal Nada masih dengan posisi saling menatap.


Kaysan mengangguk seraya mengusap kepala sang istri yang tertutup jilbab. Setelah menyelesaikan permasalahan tadi keduanya kembali ke meja makan untuk makan malam sebelum Kaysan berangkat ke mesjid menunaikan solat Isya.

__ADS_1


Sementara orang yang tadi menghubungi ponsel Nada kini tertawa terbahak-bahak karena merasa berhasil kesalahpahaman antara Nada dengan suaminya.


“Rese’ banget sih kamu ngerjain istri orang,” tegur Randi pada sahabatnya Semi. Sejak tadi Semi meminjam ponsel Randi membeli paket kuota, namun tanpa sepengetahuan Randi, Semi membuka aplikasi chat yang hanya diisi satu pesan masuk. Secara Randi bukan orang yang suka menumpukkan chat, jadi bila  sudah selesai ia biasanya menghapus riwayat histroy. Itulah yang membuat Semi curiga tumbenan Randi menyimpan history chatnya. Maka dari itu Semi mempunyai ide  mengerjain Randi sekaligus perempuan yang Randi beri nama di kontaknya ‘Bidadari’ sehingga ide jahil Semi pun keluar. Akan tetapi, hal yang Semi tidak tahu adalah status perempuan yang baru saja ia hubungi itu sudah menikah. Oleh karena perbuatannya Semi, Randi pun merasa tidak enak hati kepada Nada. Walaupun nomornya yang ini tidak tersave oleh Nada. Seperti nomor Randi yang lain. Randi memng memuliki dua nomor. Dan semuanya ia pakai daftar untul satu aplikasi saja.


“Hahaha.... Nunggu pergerakan kamu lama banget. Jadi aku inisiatif sendiri. Bukankah itu lebih baik. Aku membantumu PDKT sama bidadarimu itu.” Imbuh Semi tidak mau kalah. Sejak tadi mulut laki-laki berhidung mancung berdarah Arab itu sibuk mengunyah popcorn yang tadi di buat Randi di dapur. Selain jadi dosen, salah satu hobi kesukaan Randi adalah memasak. Jadi dia tidak oerlu repot jika dirinya sedang lapar. Pengalaman kuliah di luar negeri membuat Randi menjadi mandiri.


“Dia itu istri orang. Kamu sih, bikin salah paham rumah tangga orang saja. Nanti kalau mereka bertengkar karena keisenganmu kan jadi berabe. Bisa-bisa terjadi kesalahpahaman lagi!”

__ADS_1


Tidak dipungkiri jika pesona Nada mampu membuat Randi terpikat. Namun, setelah menyadari gadis pujaannya kini menjadi milik orang lain, dia akan turut bahagia mendukung pilihan Nada.


 


__ADS_2