Pernikahan Semalam

Pernikahan Semalam
Ditangkap Polisi


__ADS_3

Part 100


Alena berlari kecil ke arah Zafran. Namun, baru saja langkah kaki Alena mendekati Zafran, di hadapannya sudah berdiri sosok Rayzad menghadang, sambil menatap tajam.


"Minggir!" Teriak Alena, seraya mendorong tubuh Rayzad. Rayzad bergeming, sedikit pun tak bergeser, percuma juga Alena melakukan itu, karena kekuatan Rayzad lima kali lipat lebih kuat darinya.


"Minggir! Minggir!" Kali ini Alena memukuli dada Rayzad dengan kedua tangannya. Dia berharap Rayzad segera memberinya jalan.


"Jangan beri dia peluang masuk, usir dari sini," bisik Mayumi, lalu meraih pergelangan tangan Zafran mengajaknya menjauh. Cucu dan oma itu mengayunkan kaki masuk pintu utama, dan menghilang.


Melihat Zafran dan Mayumi pergi, dan tak memperdulikannya, Alena semakin arogan. Dia menginjak sepatu Rayzad dengan high heels tujuh cm, tumit stiletto yang runcing, cara itu mengalihkan perhatian Rayzad, serangan mendadak membuat Rayzad lepas kendali, dia meringis kesakitan, akibat perbuatan Alena.


Saat Rayzad lengah, menjadi peluang buat Alena lepas dari penjagaan Rayzad dan berlari ke pintu utama.


"Mau ke mana!" teriak Rayzad, seraya mengejer Alena, dengan tertatih.


Seorang scurity yang sedang berjaga menghalangi Alena, hingga langkahnya kembali terhenti. Kesempatan itu digunakan Rayzad untuk kembali meraih tangan Alena dan menariknya ke luar.


"Pergi dari sini!" Rayzad mengusir Alena dari kantor Zafran.


"Hay! Apa-apaan ini. Siapa yang menyuruh mu mengusir menantuku."


Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seorang wanita. Asaka yang baru turun dari mobilnya, bergegas memdekat dan berdiri di samping Rayzad. Razyad menoleh ke sumber suara, di dapatinya wajah garang wanita itu. Asaka menepis tangan Rayzad dengan kasar, hingga cekalan di lengan Alena terlepas.


Setelah terbebas dari cekalan Rayzad. Alena meraih tangan Asaka, mengajaknya bergegas menuju pintu utama, masuk dan bergerak menuju lift.


Sementara Rayzad dan scurity hanya saling berpandangan, mereka berdua secara serentak mengangkat kedua bahunya. Bingung harus berbuat apa.


Saat menyadari Alena dan Asaka memasuki lift. Rayzad menelepon Ruhi dan mengabarkan kalau Alena dan nyonya Asaka sedang menuju ke atas. Dan Rayzad meminta Ruhi untuk menghalangi keduanya, agar tidak masuk ke ruang rapat.


Ruhi yang baru mendapat telepon dan perintah dari Rayzad bergegas ke luar ruang kerjanya. Benar saja sepuluh meter di hadapanya, Alena dan Asaka sedang berjalan mendekat ke ruang kerja Zafran.


"Maaf Nyonya-nyonya mau ke mana?" Tanya Ruhi seraya menahan langkah Alena dan Asaka dengan ke dua tangannya.


"Minggir! Kamu itu hanya asisten di sini. Tak berhak bertanya seperti itu," tuding Asaka.


"Benar! Di sini yang nyonya bos itu. Aku!" Ujar Alena menyela sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Minggir sana!" Alena mendorong bahu Ruhi ke samping kiri, hingga Ruhi terhuyung, keduanya pun melewati Ruhi dan melangkah ke ruangan Zafran.


Saat tangan kanan Asaka menyentuh handle pintu. Tiba-tiba ada seseorang yang menahan aktifitas tangannya, dan menariknya menjauh dari situ.


"Hay! Apa yang kamu lakukan padaku," teriak Asaka.


"Maaf Nyonya! Kami hanya melakukan perintah dari Oma Mayumi," ujar salah satu dari empat scurity.


Alena dan Asaka di seret masuk ke lift dan turun kembali ke lantai dasar. Asaka yang diberlakukan begitu, tentu sangat marah dan murka, dia mengutuki scurity yang telah mengusirnya.


"Ku pastikan setelah ini kalian berempat akan dipecat oleh anakku," ancam Asaka.


Geraham Asaka mengeras karena marah, bibirnya bergetar menahan gejolak emosi di dada. Asaka merasa dirinya, tidak dihargai sama sekali oleh staf dan karyawan di kantor anaknya.


"Maaf Nyonya, lebih baik nyonya tinggalkan kantor ini. Sebelum ada perintah baru untuk mengusir nyonya lebih dahsyat dari ini," ujar salah satu dari empat scurity itu.


"Hay! Buka mata kalian lebar-lebar. Kalian berhadapan dengan siapa sekarang. Istri dan mama dari tuan Zafran, bermasalah dengan kami, sama dengan mengantar nyawa," cerca Alena marah.


Ke empat security hanya saling pandang. Sedikit pun tidak takut dengan ancaman Alena dan Asaka, karena ke empat scurity itu, menerima perintah tugas dari langsung dari oma Mayumi yang kedudukannya lebih tinggi dari tuan Zafran.


Emosi Asaka semakin meluap mendengar ucapan salah satu scurity itu. Berani benar mengatai dirinya begitu, Asaka menatap satu persatu scurity yang kini sedang berdiri merapat di depan pintu utama Apartement.


Dada Asaka kembali bergemuruh, kali ini kesabarannya sudah di ujung tanduk. Asaka merogoh tas tangan dan mengambil benda pipih kesayangannya, lalu dia menelepon polisi agar segera ke kantor Zafran dan menindak ke empat scurity yang telah menyeretnya ke luar dari kantor putranya.


Ke empat scurity, tiba-tiba merasa terancam, dan saling berpandangan.


"Kita dalam bahaya. Nyonya Asaka memanggil pihak yang berwajib," gumam salah satu scurity yang bernama Arif.


Keempat scurity itu nampak berbisik-bisik tak jelas. Sementara Asaka tersenyum puas, kala melihat ke empat scurity itu merasa khawatir dan ketakutan. Asaka membayangkan, kalau kemenangan akan berpihak padanya.


"Sebentar lagi kalian akan membusuk di penjara," celetuk Alena di sela kepanikan empat scurity itu.


Sepersepuluh menit kemudian, satu mobil polisi dengan satu unit pasukan memasuki perkarangan kantor. Mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama kantor, delapan orang berseragam abu-abu dan dilengkapi dengan topi baret berwarna hitam, turun dari mobil patroli.


"Ayok Nyonya! Kalian berdua ikut kami."


Dua anggota polisi memegang dan mengangkut Asaka ke dalam mobil patroli, begitu juga dengan Alena. Kedua wanita itu nampak kebingunan, belum sempat protes, tiba-tiba Alena dan Asaka sudah berada di dalam mobil patroli.

__ADS_1


"Pak polisi! Kenapa kalian menangkap ku." Asaka menarik dan menghempas tangannya dengan kasar, hingga terlepas.


Asaka melengos kesal, mengapa bisa berbalik arah, tadi yang melapor, kenapa sekarang malah dia yang ditahan. Begitu juga dengan Alena, dia memberontak, agar para polisi itu melepaskannya.


"Diam! Kalian berdua telah membuat onar di kantor tuan Zafran."


"Bukan kami yang membuat onar. Tapi mereka," Alena menunjuk ke empat scurity yang kini malah tersenyum mengejek ke arahnya.


"Turunkan aku. Apa kalian tidak tahu, kalau aku ini mamanya tuan Zafran."


"Iya! Aku istrinya tuan Zafran. Apa kalian tidak pernah melihat berita, hingga kalian berani-beraninya bermasalah dengan kami," tuding Alena pada polisi yang sedang memegangi tangannya.


"Apa benar dia mama dan istrinya tuan Zafran? Apa iya kita salah tangkap?" bisik salah seorang polisi pada temannya.


"Pak polisi! Bawa saja mereka. Mereka yang datang membuat onar di kantor ini," teriak salah satu scurity.


Mendengar teriakan dari scurity, keraguan yang tadi sedikit melanda langsung lenyap. Mobil pun bergerak meninggalkan halaman kantor.


"Turunkan aku. Aku tidak bersalah," Asaka masih berusaha memberontak.


"Percuma Nyonya berteriak-teriak di sini. Nanti saja di kantor menjelaskannya," bentak salah satu pak polisi.


Melihat mobil polisi menghilang dari balik pintu gerbang kantor. Rayzad tersenyum puas, paling tidak usahanya untuk mengamankan pertemuan penting di kantor Zafran sudah berhasil. Masalah nanti apakah Zafran terima mamanya dibawa ke kantor polisi, itu dipikirkan nanti.


Begitu selesai pertemuan, Zafran yang mayumi mengatar tamu ke ruangan perjamuan yang telah menyiapkan menu utama restoran milik Mayumi.


"Silakan Tuan dan Nyonya Alef menyicipi menu spesial kami." tawar Mayumi.


"Wah! Dari aromanya saja terlihat sangat lezat," celetuk Saerra istri dari tuan Alef, rekan kerja Mayumi yang datang dari Arab Saudi.


Setelah makan bersama, Alef dan istrinya pamit langsung ke bandara, karena mereka akan menerus penerbangan ke Singapore, untuk perjalan bisnis mereka selanjutnya.


"Terima kasih sambutan dan jamuannya, sangat memuaskan," ujar Alef, lalu masuk ke dalam mobil salah satu anak buah Zafran.


Begitu di dalam mobil. Tuan Alef dan istrinya melambaikan tangan, tanda perpisahan, dibalas lambaian oleh Mayumi dan Zafran. Setelah mobil yang membawa tuan Alef keluar dari parkir, melaju ke jalan raya. Mayumi dan Zafran kembali naik ke lantai tiga.


"Apa? Kenapa mama bisa berada di kantor polisi," gumam Zafran, saat melihat berita viral di media sosial lewat ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2