Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Rencana Ke LA


__ADS_3

Stephanie melangkah gontay meninggalkan kampus tersebut.


"Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini?kenapa datang padaku bertubi-tubi?"gerutunya.


Saat akan menyeberang, tangan Stephanie di cekal oleh Meymey.


"Heh, buruk rupa!enak kan di DO dari kampus "katanya lirih seraya tersenyum sinis.


"Kenapa kamu jahat banget sama aku, Mey!selama ini aku selalu mengalah, tapi perbuatanmu ini sungguh keterlaluan!" Stephanie menepis cekalan tangan Meymey.


"Itu setimpal dengan apa yang kakak lakukan ke aku!"Meymey melotot pada Stephanie.


"Memang aku melakukan apa padamu?!justru selama ini aku selalu diam, jika kamu atau pun Meylan berbuat jahat padaku "Stephanie mencengkeram dagu Meymey seraya melotot pula.


"Cukup ya kak! kalau kakak menyakitiku, aku akan berteriak supaya nama kakak semakin buruk di mata semua orang yang ada di kampus itu "Meymey ketakutan .


"Ini terakhir, kamu menyakitiku!awas kalau kamu berusaha menyakitiku lagi, aku tidak akan tinggal diam! "Stephanie mengancam Meymey.


"Sialan!bukannya dia takut padaku, malah jadi punya nyali.Dasar gadis buruk rupa, jelek seperti monster "Meymey menghujat Stephanie seraya mencibir di balik punggung Stephanie yang tengah berlalu pergi.


"Tega banget Meymey, menfitnahku di kampus.Sekarang aku sudah di DO, padahal tinggal satu tahun lagi "gerutu Stephanie kesal.


"Semangat..semangat Phanie "


"Loh, kok kamu sudah pulang kuliah, Phanie? "grandma menautkan alis.


"Aduh!bagaimana aku ngomong ke grandma?"gumamnya dalam hati.


"Cu, kok di tanya malah bengong ?"grandma tambah penasaran.


"Jelas bengong, dia kan sudah di DO dari kampus"tiba-tiba Meymey sudah ada di belakang Stephanie.

__ADS_1


"Apa benar itu Phanie? "grandma terus saja bertanya.


"Iya, grandma. Dia penyebabnya "Phanie menunjuk Meymey.


"Grandma, Phanie masuk dulu ya "Stephanie berlalu begitu saja.


"Apa maksud ucapan Phanie, Mey?"grandma menghampiri Meymey.


"Memang aku yang telah membuat gadis buruk rupa itu di DO dari kampus "Meymey melenggang pergi begitu saja dari hadapan grandma.


"Mey-Meymey!tunggu dulu "grandma mencoba menyusul langkah kaki Meymey, namun dia telah masuk mobil dan melajukannya.


Sementara saat ini Stephanie sedang bercermin di dalam kamarnya.


"Aku sudah menjalani diet dua bulan ini, tapi belum juga nampak hasilnya.Tubuhku masih saja seperti ini!"gerutunya seraya menatap tubuhnya sendiri di dalam cermin.


Stephanie tidak menyadari jika saat ini grandma sedang memperhatikannya di balik pintu kamarnya yang terbuka.


"Phanie, grandma ingin membantumu merubahmu.Ini grandma ada sedikit tabungan, pergilah ke luar negeri tepatnya di negara Amerika.Di sana ada teman grandma yang akan membantumu, Cu"


"Maksud grandma apa?"Phanie mengernyitkan alis.


"Grandma telah konsultasi dengan teman grandma di LA, tentang permasalahanmu.Kamu harus sedot lemak, dan melakukan pengobatan yang lain untuk bisa merubahmu jadi cantik, langsing, dan mulus "grandma meletakkan buku tabungannya di genggaman Stephanie.


"Kalau dengan cara tradisional akan lama bagimu untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal.Ini alamat dokter Marie, anak dari temen grandma.Bilang saja kalau kamu cucu grandma, biar dokter Marie lekas membantumu "grandma memberikan kartu nama serta secarik kertas yang di lipat seperti surat.


"Grandma, ini tabungan buat masa tua grandma, nggak usah di berikan pada Phanie.Biarlah Phanie diet secara alami, walaupun lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal, nggak apa-apa "Stephanie menolak halus pemberian grandma.


"Phanie, tolong jangan membuat grandma bersedih."


"Ya Phanie, terima saja.Kamu nggak usah khawatir, grandpa juga punya tabungan.Tanah kami banyak di mana-mana, itu sudah cukup buat masa tua kami.Sedangkan jalanmu masih panjang, sementara orang tuamu sudah tak menghiraukanmu.Kami ingin supaya kamu merubah takdirmu, sahabat kami di LA pasti akan menolongmu "sela grandpa dari balik pintu.

__ADS_1


"Baiklah, kalau ini yang kalian inginkan.Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.Tapi bagaimana dengan perkebunannya?"Stephanie menatap grandma kemudian beralih menatap grandpa.


"Kamu nggak usah khawatir, biar itu jadi urusan grandpa.Pergilah segera, lebih cepat lebih baik.Kamu tak usah memberitahu siapa pun, cukup kami yang tahu saja.Karena semua demi kebaikanmu "kata grandpa.


"Baiklah grandpa, hari ini juga aku akan berangkat ke LA.Segera aku akan memesan pesawat untuk penerbangan ke LA hari ini "kata Stephanie antusias.


"Semangat ya, cu.Kami akan selalu mendoakan untuk kesuksesanmu dan kebahagianmu "grandma memeluk Stephanie seraya mengusap punggungnya.


"Iya, grandma. Trima kasih, hanya grandpa dan grandma yang peduli dan tulus sayang sama aku.Hanya kalian berdua yang saat ini aku punya, tolong grandpa dan grandma juga jaga kesehatan selalu.Supaya kelak jika aku berhasil, kita bisa bersama lagi "Stephanie membalas pelukan grandma seraya menitikkan air mata.


Grandpa yang saat ini berada di balik pintu, segera mendekat.


"Cu, kami minta maaf padamu.Mungkin karena cara kami mendidik papimu salah, jadi papimu semena-mena padamu "dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahlah grandpa, jangan menyalahkan diri sendiri.Ini bukan salah siapa-siapa, keuargaku hanya di jadikan perantara bagi Tuhan, untuk mencobai seberapa kuat iman dan pengharapanku padaNya "Stephanie mencoba tersenyum.


"Tuhan sangat sayang padaku, sehingga memberiku berbagai ujian seperti ini.Saat ini aku sedang di ukir, untuk di jadikan sebuah bejana yang indah.Walaupun sangat menyakitkan, namun aku percaya.Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita.Semua akan indah pada waktunya "Stephanie berkata panjang lebar.


"Waktu Tuhan bukanlah waktu kita, seberapa pun cara kita untuk menghindar dari segala permasalahan, jika Tuhan telah berkehendak.Pasti kita akan tetap saja bertemu dengan masalah ini "kembali lagi Stephanie berkata.


"Puji Tuhan, grandpa bangga punya cucu sepertimu.Begitu sabar dan kuat di terpa badai permasalahan, kamu sama sekali tidak goyah dan tidak berputus asa "grandpa mengusap surai hitam Stephanie.


"Betul sekali yang grandpa ucapkan, selama kamu bertubi-tubi di rundung masalah.Kami tidak pernah melihatmu berputus asa ataupun mengeluh atau mengumpat "grandma merenggangkan pelukannya seraya memegang dagu Stephanie dengan kedua tangannya.


"Sudah-sudah sandiwara bersedihnya, mari kita makan siang.Karena setelah makan siang, aku akan pesan tiket pesawat lewat on line "Stephanie bangkit dari duduknya, seraya mengajak grandpa dan grandmanya.


Ketiga makan siang bersama, disertai gelak canda tawa.Setelah itu Stephanie mengurus semua yang di perlukan untuk ke LA.


"Kenapa kok aku kepikiran Stephanie, sedang apa ya siang ini "gerutu Steven seraya mengetuk-ngetukkan jarinya di pelipis.


"Sebaiknya aku ke rumah grandpa, sekalian mengecek perkebunan Stephanie "Steven lekas keluar rumah tanpa lupa mengunci rumah.

__ADS_1


Hanya dengan berjalan beberapa langkah saja, Steven telah sampai di rumah grandpa.


🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯


__ADS_2