Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Kedatangan Aparat Polisi


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Meymey di rumah sakit, Fanie melamun.


"Apakah Meymey telah melahirkan? semoga bayi dan ibunya sehat dan tak kurang suatu apapun," batin Fanie.


Diamnya Fanie, membuat iba hati Steven. Dia menghampiri Fanie yang sedang melamun di teras halaman rumah.


"Bunny, apa sedang kamu pikirkan? apa kamu masih saja memikirkan ucapan Meymey saat bertemu di rumah sakit?" Steven mengusap surai hitam Fanie.


"Bukan itu, hunny. Justru aku sedang memikirkan adikku, apakah saat ini sudah melahirkan dan jika sudah bayinya pria apa wanita. Serta bagaimana kondisi bayi dan ibunya," pandangan Fanie menerawang jauh.


"Bunny, aku salut padamu. Meymey selalu menyakitimu, tapi kamu malah masih memikirkan kondisi dia dan bayinya, aku jadi semakin cinta padamu." Steven mengecup lembut bibir Fanie seraya memeluknya.


"Aku sedih, hunny. Aku bahkan tidak tahu sama sekali tentang pernikahan Meymey, eh tahu-tahu sudah mau melahirkan. Sekarang ini kabar Meylan seperti apa, aku juga tidak tahu," Fanie semakin menenggelamkan kepalanya di dada Steven.


"Sudahlah, bunny. Nggak usah terlalu memikirkan mereka. Apa kamu telah lupa dengan pesan dokter. Kamu nggak boleh stres dan banyak pikiran, biar bisa lekas hamil." Steven mempererat pelukannya seraya mengecup kening Fanie.


"Iya, hunny. Maafkan aku karena sampai detik ini belum bisa menjadi wanita seutuhnya dan belum bisa memberimu kebahagiaan," Fanie menghela napas panjang.


"Sudahlah, bunny. Kamu itu nggak salah, jadi tak perlu meminta maaf. Lebih baik kita bikin enak saja." Steven mengedipkan matanya.


"Maksudnya bikin enak apa, hunny? aku nggak ngerti?" Fanie menatap bingung Steven.


"Hemm nggak tahu apa pura-pura nggak tahu?" Steven mengelitik pinggang Fanie.


"Hhhaaaa, geli udah dong. Memang aku beneran nggak tahu maksud ucapanmu, hunny." Fanie terkekeh.


"Hem, begitu ya. Kita bikin enak ya bikin anak." Tiba-tiba Steven mengangkat tubuh Fanie dan membawanya melangkah masuk ke dalam kamar.


Akhirnya terjadilah pergulatan seru di pembaringan antara Steven dan Fanie.


Sementara saat Meymey melahirkan, Endrik sama sekali tidak menjenguknya. Dia sudah lepas tangan dengan hidup Meymey dan Meylan.

__ADS_1


Bahkan Endrik juga tak pernah menjenguk keberadaan Meylan pula di dalam penjara. Hanya Cindy yang rutin menjenguk Meylan.


Namun Meymey tidak pernah merasa sedih sedikitpun, walaupun Endrik sudah tak memperdulikannya.


Kebahagiaan Meymey semakin lengkap, saat mengetahui istri sah Alex meninggal dunia karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit karena penyakit yang di deritanya.


"Sayang, aku akan mengurus pemakaman istriku. Kamu dirumah saja bersama mamimu, karena kamu habis melahirkan," Alex mengusap pipi Meymey.


"Baiklah, kamu yang hati-hati." Meymey menyunggingkan senyum.


"Hem, akhirnya istri penyakitan itu mati juga. Kenapa nggak dari dulu sih. Tapi nggak apa-apa, setidaknya aku masih bisa mengecap kebahagiaan sebagai istri Alex satu-satunya," Meymey menyeringai sinis.


Setelah Alex kembali dari pemakaman, dia membersihkan badannya. Setelah itu baru berbaring di samping Meymey.


Kesempatan ini Meymey gunakan untuk merayu Alex.


"Sayang, kini istrimu telah tiada. Sekarang bukankah waktu yang tepat untukmu menikahiku secara resmi?" Meymey bergelayut manja di lengan Alex.


"Sabar, sayang. Istriku baru saja meninggal, belum genap 100 hari meninggal, tanah pemakaman saja masih basah jadi aku belum berani menikahimu. Aku nggak mau di gosipin orang-orang, apa lagi aku seorang pengusaha sukses. Apa kata rekan bisnisku jika aku tiba-tiba menikah resmi sedang kematian istriku belum genap 100 hari," Alex mencoba mengulur waktu untuk menikah resmi dengan Meymey.


"Tolong jangan cemberut seperti itu, tersenyumlah. Bukankah selama ini aku selalu mencukupi semua kebutuhanmu walaupun kamu cuma istri siriku?," Alex mencolek hidung Meymey.


******


Berbeda suasana di rumah sakit, dokter yang telah menangani proses bersalin bayi kembar saat ini sejak mengecek rekaman CCTV.


"Akhirnya sudah ada waktu luang untukku menyelidiki rekaman CCTV." Dokter lekas membuka rekaman CCTV di ruangan dimana bayi kembar itu di letakkan.


"Kecurigaanku ternyata benar, ada yang tidak beres dengan bayi kembar ibu Nilam," Dokter sempat melihat aksi yang di lakukan oleh Cindy di ruangan bayi kembar.


"Ini tidak bisa di biarkan, jadi ada seorang wanita paruh baya yang telah dengan sengaja mengambil salah satu bayi kembarnya dan menukarnya dengan bayi yang sudah meninggal," Dokter memperbesar gambar Cindy.

__ADS_1


"Bukankah saat itu, ibu ini juga berada di rumah sakit untuk menemani bersalin anaknya. Kalau nggak salah, anaknya di tangani oleh Dokter Faris. Sebaiknya aku bertanya langsung pada Dokter Faris tentang wanita paruh baya ini." Dokter Raka segera memencet ponselnya dan menelpon Dokter Faris untuk segera menemuinya di ruangannya.


"Ada apa, Dokter Raka?" Dokter Faris mengerutkan alis dan menjatuhkan pantatnya di sofa.


"Kemarilah, dok. Saya ingin menunjukkan sesuatu pada anda."


Dokter Faris bangkit dari duduk dan menghampiri Dokter Raka.


Sejenak Dokter Faris melihat rekaman CCTV.


"Ini kan ibu dari pasien saya yang melahirkan namun bayinya langsung meninggal. Pantes waktu itu si ibu meminta saya untuk mengijinkan pulang hari itu juga dengan alasan ingin segera menguburkan bayinya. Serta alasan lain lagi," Dokter Faris mengamati kembali rekaman CCTV tersebut.


"Ini sudah tindak kriminal, kita harus segera melaporkan ibu itu ke kantor polisi supaya segera di tangkap. Kasihan, pasti saat ini Bu Nilam masih belum bisa menerima jika anaknya meninggal satu." Kata Dokter Raka.


Dokter Raka dan Dokter Faris sepakat untuk menindaklanjuti kasus penculikan bayinya Bu Nilam.


Mereka melaporkan kejahatan yang di lakukan oleh Cindy ke kantor polisi.


Tak butuh waktu lama, para aparat polisi datang ke apartement mewah Alex. Dimaba saat ini Cindy berada untuk menemani Meymey pasca melahirkan caesar.


Kebetulan Alex sedang berada di apartement, dia merasa kaget saat ada beberapa aparat polisi datang.


"Maaf, bapak-bapak ada perlu apa kemari?" tanya Alex curiga.


"Kami ingin bertemu dengan Nyonya Cindy, karena kami telah ke rumahnya namun tidak ada. Dan ada yang memberi tahu jika saat ini Nyonya Cindy berada di sini." Jawab salah satu aparat polisi.


"Memang benar, Cindy adalah mertua saya. Dia saat ini memang berada di sini untuk menemani istri saya pasca melahirkan caesar." Jawab Alex sekenanya.


Kebetulan Dokter Faris dan Dokter Raka juga turut datang. Mereka meminta ijin pada aparat polisi untuk sejenak berbicara dengan Alex.


Saat kedua dokter itu menjelaskan secara detail dan panjang lebar. Alex sangat syok mendengarnya..Dia tak menyangka jika mertuanya bisa berbuat senekad itu dengan mencuri bayi yang masih hidup dan di tukar dengan bayi yang telah meninggal.

__ADS_1


*******


Mohon maaf jika karya masih remahan rengginang, tak seindah karya para author pemesπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2