Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Di Salahkan


__ADS_3

Papi Endrik merasa gelisah, sudah tak sabar ingin menghukum Stephanie.


"Kalau menunggu besok pagi terlalu lama, lebih baik aku ke rumah mommy sekarang saja untuk memberi pelajaran pada Phanie "gumamnya mendengus kesal.


Sementara saat ini Phanie tengah selesai menyebar bibit tanaman beberapa macam sayuran.


"Puji Tuhan, tak terasa waktu telah sore.Semua bibit tanaman telah tertanam.Terima kasih ya Steve, kamu seharian ini telah membantuku "Stephanie tersenyum riang setelah pekerjaannya selesai.


"Ya Phanie sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu.Sampai bertemu besok lagi "ucap Steven seraya melangkahkan kaki pergi dari samping halaman rumah grandpa.


Seperginya Steven, baru saja Stephanie akan masuk rumah.Tiba-tiba datang mobil Papi Endrik, sejenak Stephanie berhenti untuk menyapanya.


"Hy pi!mami mana?nggak ikut?sehat semua kan pi?"Phanie menyapa Papi Endrik.


Namun Papi Endrik tak menjawab sapaan dari Stephanie, malah dia berkacak pinggang melotot pada Stephanie.


"Kamu harusnya koreksi diri Phanie!kamu itu nggak pantas berdampingan dengan Steve, walaupun kalian cuma sebatas teman!!" tiba-tiba Papi Endrik baru datang sudah marah-marah.


Bahkan suaranya lantang, terdengar hingga rumah.Grandpa dan grandma lantas keluar rumah.


"Ada apa sih Ndrik?!kamu baru datang bukannya masuk rumah dulu, di bicarakan baik-baik apa yang menjadi permasalahan, malah teriak di halaman rumah.Seorang pengusaha kok nggak punya etika dan sopan santun "sindir grandpa.


"Maaf dad, Endrik kemari karena ada urusan sama Phanie.Karena Phanie sudah bikin Endrik emosi,dad "ucap Papi Endrik mendengus kesal.


"Masuk dan duduklah!kan bisa di bicarakan baik-baik, lagi pula malu jika di dengar tetangga "grandma mengajak Papi Endrik untuk segera duduk di ruang tamu.


"Sekarang katakan apa yang telah membuatmu sampai semarah itu pada Phanie?" grandpa merasa penasaran.


"Phanie ini kecentilan,dad!mengganggu pemuda yang di sukai oleh Meymey!"Papi Endrik melirik sinis pada Phanie.


"Memangnya siapa pemuda yang di sukai oleh Meymey?"grandpa bertanya lagi karena semakin penasaran.

__ADS_1


"Steve,dad "jawab Papi Endrik seraya terus melirik sinis pada Phanie.


"Pi-papi itu salah paham, Phanie sama Steve nggak ada hubungan apa-apa.Kita cuma sebatas teman saja, nggak lebih dari itu "Phanie mencoba menjelaskan kesalah pahaman.


"Ah!nggak usah kamu membohongi papi!pokoknya papi minta mulai sekarang kamu jauhi Steve!apa kamu belum puas, sudah buat kita malu karena kelahiranmu yang sangat buruk rupa ini!kamu ingin berulah lagi!"papi Endrik mendengus kesal seraya memukul-mukul tangannya di sofa.


"Endrik!mau sampai kapan kamu selalu membela si kembar dan tak pernah mendengarkan omongan Phanie?kamu nggak berhak menyalahkan Phanie, karena daddy yang membuat mereka berdekatan"grandpa mencoba meluruskan kesalah pahaman.


"Kenapa pula daddy berbuat seperti itu?!"lagi-lagi papi Endrik mendengus kesal.


"Kamu masih bisa menyalahkan daddy?!semua karenamu juga,kenapa kamu lepas tangan tak mau bertanggung jawab pada Phanie!hingga Phanie ingin mencari penghasilan sendiri dengan cara berkebun.Karena Phanie belum berpengalaman, makanya aku minta tolong Steve untuk membantu Phanie "grandpa menjelaskan begitu detail.


"Iya Endrik!kamu kok jadi seorang ayah nggak bertanggung jawab, apa mommy pernan ajarin kamu bertindak seperti ini!mumpung belum terlanjur, berubahlah dan perbaiki kelakuanmu pada Phanie.Bagaimanapun Phanie ini anak kandungmu, jangan sampai suatu hari nanti kamu menyesal "grandma ikut mencoba menasehati Papi Endrik akan sikapnya yang keliru pada Phanie.


"Kalian hanya bisa berkata, tapi apakah kalian bisa merasakan deritaku!dari kecil aku dan istriku menahan cemoohan orang karena Phanie, kami juga telah berusaha membawa Phanie ke salon untuk merubahnya, namun nggak bisa "ucap Papi Endrik.


"Kami malu setiap kali di buly, di hina orang-orang karena Phanie yang buruk rupa ini "Papi Endrik semakin geram karena orang tuanya terus saja membela Stephanie.


"Kamu menghakimi Phanie!sama saja kamu menghakimi Tuhan!siapa orangnya yang mau seperti Phanie, dia juga tak mau!tapi semua karena kehendak Tuhan!sadar kenapa Ndrik, sebelum Tuhan menurunkan tulah padaMu"grandma mencoba menyadarkan Papi Endrik.


"Kenapa sih!kalian bukannya membelaku tapi selalu saja membela anak pembawa sial ini!!"tiba-tiba Papi Endrik bangkit serasa mendorong tubuh Stephanie ,hingga Stephanie terantuk pintu.


Karena sedari tadi Stephanie hanya berdiri saja terpaku diam di dekat pintu.


"Satu lagi, pokoknya kamu harus jauhi Steve!kalau kamu masih keras kepala dan tak mendengarkan papi, kamu akan tahu sendiri akibatnya!papi akan membawamu pergi jauh dari grandpa dan grandma "kembali lagi Papi Endrik mendorong tubuh Stephanie seraya pergi begitu saja tanpa berpamitan pada orang tuanya.


Kedua orang tua Endrik hanya geleng-geleng kepala dan menghela napas panjang melihat tingkah anak semata wayangnya yang semena-mena pada anak kandungnya sendiri.


"Cu!kamu yang sabar ya, ga usah kamu dengarkan apa yang barusan papimu ucapkan "grandma menghampiri Phanie seraya mengusap surai hitamnya.


"Phanie nggak apa-apa kok grandma, nggak usah khawatir begitu "Phanie mencoba tersenyum walaupun hatinya sakit bagaikan tersayat sembilu.

__ADS_1


"Oh iya!besok kan Phanie berangkat kuliah, tolong grandma atau grandpa bilang ke Steve supaya nggak usah bantuin Phanie lagi "ucapnya.


"Kenapa cu?apa kamu takut sama ancaman papimu?biar grandpa yang berhadapan dengan papimu kalau dia macam-macam sama kamu "grandpa mencoba menghibur Stephanie.


"Phanie itu nggak takut sama papi, justru Phanie nggak mau jadi anak durhaka.Sejelek apa pun sifat papi, dia adalah orang yang sangat Phanie sayangi .Lagi pula Tuhan juga mengajarkan, janganlah kau membalas kejahatan dengan kejahatan.Tetapi berbuat baiklah padanya, meskipun dia telah berbuat jahat pada kita "Stephanie berucap sangat serius.


"Grandma sangat bangga punya cucu sebaik kamu Phanie "ucap grandma dengan mata berkaca-kaca.


"Grandpa juga bersyukur punya cucu begitu dewasa dan bijaksana "grandpa ikut terharu dan iba akan kata-kata Stephanie.


"Besok Phanie sepulang kuliah akan mengurus perkebunan sendiri saja, jadi grandpa atau grandma jangan lupa pesan Phanie ya "ucapnya sumringah.


"Baiklah cu, besok grandpa yang akan ngomong ke Steve "kata grandpa seraya menghela napas panjang.


"Tapi grandpa janji ya, nggak usah menceritakan kejadian barusan pada Steve.Itu sama saja membuka aib atau keburukan papi, Phane nggak mau nama papi tercoreng "ucap Stephanie menatap tajam grandpa.


"Iya cu "jawab singkat grandpa.


"Beneran loh ya grandpa, kalau bohong dan ternyata Steve tahu tentang kejadian tadi, Phanie nggak akan segan-segan pergi dari rumah ini "Phanie pura-pura mengancam.


Mohon dukung votenya kk


sedikit visual


Meymey



Meylan


__ADS_1


__ADS_2