
Karena Stephanie terus memojokkan dan memaksa, akhirnya grandma dan grandpa menceritakan semua pada Stephanie.
Stephanie mencoba tersenyum di hadapan grandpa dan grandma, karena Stephanie tak ingin jika kesedihannya akan di rasakan oleh grandpa dan grandma.
"Oohh jadi papi sudah pindah!pantes tadi Stephanie telfon kok nomor sudah ga aktif.Mungkin mereka jenuh tinggal di sana, jadi cari suasana baru"ucap Stephanie mencoba tersenyum.
"Grandma dan grandpa ga usah bersedih, pasti suatu saat papi kasih alamat rumah barunya ke kalian, biasa kan kalau orang pindahan repot makanya papi belum sempat kasih kabar "ucap Stephanie kembali.
"Ya Tuhan cu- cu!kami bersedih bukan karena kepindahan papimu, tapi kami sedih saat tahu kalau kamu ini di sia siakan, kehadiranmu tak di harapkan oleh keluargamu "gerutu grandpa dalam hati.
"Oh iya grandma grandpa, tephanie ke kamar dulu ya mau belajar"ucap Stephanie berlalu meninggalkan grandpa dan grandma.
Setelah Stephanie sampai di kamar, Stephanie mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang tahu jika saat ini Stephanie sedang bersedih.
Stephanie duduk di meja belajar dan meraih album berisikan foto keluarga.
Stephanie menatap foto orang tua dan adik kembarnya.
"Jujur aku sangat sedih saat aku tahu kalian pergi begitu saja tanpa berpamitan dan memberi tahu tempat tinggal kalian yang sekarang hiks hiks hiks."
"Aku juga tak ingin seperti ini, tapi semua karena kehendak Tuhan aku di ciptakan dengan paras seperti ini."
"Harusnya kalian semua memberiku semangat agar aku bisa merubah takdirku ini, supaya program dietku berhasil, bukan malah meninggalkanku begitu saja."
"Aku sangat menyayangi kalian semua, walaupun dari kecil aku selalu di bedakan dan selalu mendapatkan perlakuan tak baik dari kalian."
"Kalian keluargaku sampai kapanpun aku akan selalu menyayangi kalian, walaupun kalian selalu menolak keberadaanku."
"Pi mi!Meymey Meylan!di mana pun saat ini kalian berada aku akan selalu berdoa pada Tuhan supaya kalian selalu bahagia dan selalu di berkati segalanya."
"Pi mi!Meymey Meylan!suatu saat nanti aku akan mencari kalian dan aku akan buktikan bila saat itu tiba, aku sudah bukan aku yang sekarang tapi aku akan berubah menjadi lebih baik lagi."
"Diet ini sangat menyiksa buatku, tapi aku tak akan menyerah supaya aku benar benar merubah takdirku untuk menjadi wanita yang ramping dengan wajah mulus dan halus."
Demikian gerutuan Stephanie seraya mengusap foto keluarga dengan sesekali meneteskan air mata.
Stephanie tidak pernah dendam dengan orang tua dan adik kembarnya, justru Stephanie sangat menyayangi mereka.
Bagi Stephanie, seburuk apapun keluarganya adalah harta terindah yang Stephanie punya.
__ADS_1
Setelah sejenak melepas rindu dengan menatap foto keluarganya, Stephanie memutar otak bagaimana caranya supaya lekas memperoleh pekerjaan.
Di sore yang cerah, Stephane membuka jendela kamarnya memandangan hamparan tanah kosong di samping rumah grandma dan grandma.
Tiba tiba Stephanie mempunyai ide yang cemerlang yakni tanah kosong yang lumayan luas akan Stephanie tanami beberapa macam tumbuhan sayur mayur yang panennya cepat.
Stephanie membuka ponselnya dan membuka aplikasi google untuk mengetahui jenis sayuran apa saja yang akan di tanamnya.
"Besok kan libur kuliah, sebaiknya aku mulai berkebun, tapi aku butuh bantuan seengganya satu orang yang benar benar telah paham dalam bercocok tanam "gerutunya mengernyitkan alis.
Stephanie mengecek M banking, berapa saat ini tabungan yang Stephanie punya.
"Cukuplah!untuk biaya kuliah dan kebutuhanku serta membeli peralatan dan segala macam kebutuhan berkebun.
"Untung saat papi kasih jatah jajan tak pernah aku habiskan, dan saat Erik sering meminta uang juga tak pernah ku berikan semuanya.
"Puji Tuhan, terima kasih ya Tuhan atas pertolonganMu dan penyertaanMu di dalam hidupku.
"Di saat aku akan terjatuh, Kau menopangku sehingga aku tak sampai tergeletak.
Demikian ocehan Stephanie di dalam kamarnya, dirinya lekas keluar kamar untuk menemui grandma dan grandpa.
"Grandma grandma!ada yang ingin Phanie bicarakan sama kalian berdua"ucap Phanie seraya menjatuhkan pantatnya di sofa ruang tengah.
"Ada apa cu, sepertinya kok serius sekali?"tanya grandma mengernyitkan alis.
"Iya cu!gomong saja ga usah sungkan"ucap grandpa.
"Begini grandma grandpa!Phanie ingin meminta ijin untuk mengolah lahan tanah di samping rumah ini"ucap Stephanie.
"Memangnya mau kamu apakan lahan tanah tersebut cu?"tanya grandma penasaran.
"Phanie berniat mau bercocok tanam grandma!lahan tanah mau Phanie tanam dengan berbagai macam sayur mayur "ucap Stephanie.
"Wahhh ide yang sangat bagus Phanie, daripada lahan kosong mending di pergunakan untuk hal yang berguna "ucap grandpa sumringah.
"Iya grandpa!karena Phanie sudah berusaha mencari pekerjaan tapi tak selalu mendapat penolakan "ucap Stephanie seraya tertunduk murung.
"Ga usah bersedih cu!Tuhan telah memberikan jalan yang terbaik yakni bercocok tanam "ucap grandma berusaha menghibur Stephanie.
__ADS_1
"Iya cu!jangan di anggap enteng tentang berkebun,justru jika kita mampu berkebun bercocok tanam dengan tekun dan benar pasti hasilnya juga memuaskan "ucap grandpa memberi semangat kepada Stephanie.
"Kami sangat setuju untuk ide kamu cu ,jika lahan samping rumah sudah di tanami bermacam macam bibit sayur mayur ,kamu bisa pergunakan beberapa lahan tanah kami yang juga kosong"ucap grandpa sumringah.
"Baik grandpa siap, tapi Phanie juga bingung "ucap Phanie tertunduk lesu.
"Bingung kenapa lagi cu?"tanya grandma mengernyitkan alis.
"Phanie ga mungkin melakukan semuanya sendiri, butuh orang untuk membantu, tapi orang yang sudah handal dalam berkebun "ucap Stephanie.
Sejenak grandma dan grandpa terdiam seperti sedang berpikir.
Selagi asik berpikir, tiba tiba bel pintu gerbang berbunyi.
Segera Stephanie bangkit dari duduk di ikuti oleh grandma dan grandpa menuju ke halaman depan.
Ada seorang pemuda yang sangat tampan datang bersama kedua orang tuanya sedang melangkah menghampiri rumah grandpa dan grandma.
"Salomm "sapa ketiganya.
"Salom "jawab Stephanie dan grandma grandpa.
"Grandma dan grandpa bagaimana kabar?"tanya pemuda tampan tersebut.
"Puji Tuhan luar biasa baik, kamu sendiri bagaimana kabarmu Steven?"tanya grandpa.
"Puji Tuhan !Steve dan mama papa baik "ucap Steven.
Grandma mempersilahkan Steven dan orang tuanya masuk.
Setelah semua duduk di ruang tamu ,orang tua Steven mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang ke rumah grandma dan grandpa.
"Dad mom!kami selaku orang tua Steve ingin meminta tolong pada kalian"ucap Edward.
"Begini!kami akan kembali ke luar negeri karena ada urusan di sana untuk jangka waktu panjang, tapi Steve ga mau ikut kami dengan alasan sayang dengan kuliahnya yang tinggal 1 tahun lagi "ucap Edward.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..
__ADS_1