Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Usaha Fanie


__ADS_3

Meymey terharu akan kebaikan hati Fanie. Sejenak dia teringat semua kelakuan buruknya terdahulu pada Fanie.


Tiba-tiba dia terisak dalam tangisnya, karena merasa sangat berdosa dan bersalah pada Fanie.


"Mey, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang mari kita membuka lembaran yang baru. Tataplah kedepan dimana kelak akan ada kebahagiaan untukmu. Aku sudah melupakan semuanya, bahkan aku tak pernah mengingat semua perlakuan burukmu dahulu padaku," Fanie menghibur Meymey yang sedang terisak dalam tangisnya.


Setelah cukup lama, barulah Meymey bisa menghentikan tangisnya.


"Grandma, apa nggak sebaiknya tinggal bersama kami?" tiba-tiba Meymey berkata.


"Kalau grandma tinggal bersama kalian, akan kesepian. Kalau disini grandma tidak pernah kesepian karena ada Abrina dan Andre," Katanya singkat.


"Jika kalian kangen, tinggal kemari saja. Jaraknya juga tidak terlalu jauh." Saran grandma.


"Baiklah, grandma. Mey nggak akan memaksa kalau grandma ternyata lebih nyamam di sini ya sudah nggak apa-apa." Mey tersenyum menyembunyikan rasa kecewanya.


Tapi mau bagaimana lagi, karena grandma telah kerasan tinggal di rumah Steven.


Seiring berjalannya waktu, kini kehidupan mereka bahagia. Mereka sering mengadakan liburan bersama, dan sekarang perusahaan Endrik telah membaik kembali.


"Pi, sejak kita berbaikan dengan grandma dan Ka Fanie. Hidup kita semakin hari semakin indah dan lebih baik." Meymey terkekeh.


"Iya, nak. Papi juga merasakan hal sama. Kita terlalu lama hidup di dalam kesesatan dan kebencian." Endrik menghela napas panjang.


"Benar juga, pi. Oh iya, besok kita jenguk mami dan Meylan ya." Ajak Meymey.


"Baik." Jawab Endrik singkat.


Setelah pagi menjelang tiba, kebetulan hari minggu hingga libur kerja. Meymey dan Endrik segera ke lapas untuk menjenguk Meylan dan Mami Cindy.


"Pi, kita akan jenguk siapa dulu?" tanya Meymey.


"Mami dulu dong." Jawab Endrik seraya melajukan mobilnya.


Tak berapa lama, sampailah di lapas tempat dimana Mami Cindy di tahan. Segera Meymey dan Endrik menemui Mami Cindy.


"Mami, bagaimana kabar?" Meymey menggenggam jemari Cindy.


"Ya beginilah, seperti yang kamu lihat," jawabnya lirih.


Sejenak mereka bercakap-cakap bahkan Meymey dan Endrik juga menceritakan tentang Fanie, grandma, dan grandpa yang telah meninggal dunia.

__ADS_1


"Loh, kok kalian waktu jenguk mami beberapa bulan lalu kok nggak cerita kalau grandpa telah meninggal dunia, malah baru hari ini cerita?" Cindy mengernyitkan alis.


"Maaf, mi. Karena waktu itu kami sedang banyak permasalahan. Jadi sampai lupa saat ingin cerita ke mami," kata Endrik.


"Hem, ya sudahlah nggak apa-apa. Jadi Fanie itu adalah Stephanie yang telah beroperasi plastik dan segala macam, sehingga kini cantik. Berarti kalian telah berdamai dengan Fanie?"


"Ternyata banyak sekali kejadian yang mami nggak tahu, ya? gara-gara mami berada di dalam tahanan seperti ini."


Mami Cindy berkata seraya sesekali menghela napas panjang. Dirinya sudah ingin sekali keluar dari tahanan, tapi rasanya tidak mungkin.


"Pi, apa kamu nggak bisa minta tolong Fanie untuk mengusahakan supaya mami bisa keluar dari penjara ini," Mami Cindy menatap sendu Papi Endrik.


"Entahlah, mi. Nanti papi akan coba bicarakan hal ini pada Fanie dan suaminya." Jawab Endrik singkat.


Setelah beberapa saat ngobrol panjang lebar, akhirnya Meymey dan Endrik berpamitan pulang, karena harus ke lapas dimana saat ini Meylan di tahan.


"Mey, papi rasa keinginan mami itu nggak akan mungkin bisa terlaksana," Endrik menghela napas panjang.


"Jangan menyerah dulu, pi. Ka Fanie kan cerdas, siapa tahu dia bisa bantu kita untuk mencari solusi supaya mami bisa keluar dari penjara," Kata Meymey sangat antusias.


"Ya sudah, nanti setelah kita jenguk Meylan. Kita diskusikan dengan Fanie." Jawabnya seraya fokus mengemudikan mobil.


Tak berapa lama, mereka telah sampai di lapas dimana saat ini Meylan di tahan. Hanya beberapa menit mereka menjenguk Meylan, setelah itu pulang.


Segera Endrik melajukan mobilnya menuju ke rumah Steven. Setelah sampai di sana, segera Endrik menceritakan keluh kesahnya pada Fanie.


Setelah mendengar keluh kesah dari Endrik, Fanie terdiam seolah sedang berpikir.


"Fanie, nggak janji. Tapi setidaknya Fanie akan berusaha untuk bisa membebaskan mami," Kata Fanie menyunggingkan senyum.


"Terima kasih, Fanie. Papi sedikit lega setelah bercerita padamu, papi yakin kamu akan berhasil." Kata Endrik sangat sumringah.


"Papi jangan terlalu berharap dulu, karena nggak baik. Takutnya hasilnya nggak sesuai dengan harapan. Yang terpenting kita usaha saja dulu." Fanie menimpali.


"Bukannya harus positif tinking." Endrik terkekeh.


*******


Setelah pembicaraan itu, Fanie berpikir keras untuk bisa menemukan bagaimana caranya untuk membebaskan Cindy.


"Aku harus ke rumah korban, yang tempo dulu bayinya di culik oleh mami," batin Fanie.

__ADS_1


"Tapi aku tak tahu dimana rumahnya, dam siapa pula namanya. Hanya satu caranya bagaimana aku bisa tahu semuanya, yakni ke rumah sakit dimana dulu Meymey melahirkan," batin Fanie.


Segera Fanie menelpon Meymey.


📱"Mey, kamu sedang dimana?"


📱"Di rumah, Ka. Memangnya ada apa?"


📱"Aku kerumah sekarang ya, aku ingin kamu menemaniku ke rumah sakit bersalin dimana dulu kamu melakukan proses persalinan."


📱"Hah, untuk apa?"


📱"Nanti kamu juga akan tahu kok, aku lagi di jalan ya."


📱"Baik, ka. Hati-hati di jalan ya."


Setelah itu panggilan telpon di tutup baik oleh Fanie maupun oleh Meymey. Tak berapa lama kemudian, sampailah Fanie di apartement Endrik.


Ternyata Meymey telah menunggu di halaman apartement. Segera Meymey masuk dalam mobil Fanie.


Lekaslah Fanie melajukan mobilnya mengikuti instruksi arahan Meymey ke rumah sakit bersalin.


Setelah beberapa saat sampailah di rumah sakit bersalin, dimana dulu Meymey melakukan proses persalinan caesar.


"Mey, proses persalinanmu di tangani oleh dokter siapa? kita ke ruangan dokter sekarang." Fanie menuntun Meymey ke ruangan dokter.


Dan bertemu dengan Dokter Faris. Dari Dokter Faris, Fanie mendapatkan informasi tentang ibu yang bayinya sempat di ambil oleh Cindy.


"Ka, untuk apa mencari keterangan tentang alamat ibu yang bayinya sempat di ambil sama mami?" Meymey terus saja penasaran.


"Hhee, penasaran ya? nanti juga kamu tahu kok," Fanie menyunggingkan senyum.


"Yah, main rahasiaan segala." Meymey memanyunkan bibirnya.


"Bukan begitu, kelamaan kalau aku jelaskan. Kita kan memburu waktu." Fanie melajukan mobilnya ke alamat rumah Ibu Nilam.


"Tugasmu berdoa saja, supaya usaha kita berhasil. Sehingga mami bisa di bebaskan."Kata Fanie seraya terus fokus mengemudikan mobilnya.


Perjalanan ke rumah Ibu Nilam lumayan memerlukan waktu cukup lama. Karena Ibu Nilam tinggal di daerah pedesaan yang sangat terpencil.


Hingga akhirnya setelah menempuh perjalanan satu jam, sampailah Meymey dan Fanie di rumah Ibu Nilam.

__ADS_1


*******


Mohoh dukungan like, vote, favorit..


__ADS_2