
"Aduh, bagaimana ini? jika suamiku benar-benar menceraikanku? Sementara dia tak mau menikahiku?" Cindy mondar mandir di depan pintu kamarnya.
"Tok tok tok," Cindy memberanikan diri mengetuk pintu kamar.
"Pi, tolong buka. Kita kan bisa bicarakan semua ini secara baik-baik, aku minta maaf. Aku khilaf, pi. Aku janji nggak akan ulangi salahku lagi, tolong buka pintunya." Cindy mencoba membujuk Papi Endrik.
"Pi, ayohlah buka. Mami ingin bicara denganmu dari hati ke hati." Kembali lagi Cindy membujuk suaminya.
Namun tidak ada respon sama sekali dari suaminya. Hingga akhirnya Cindy pun menyerah, melangkah duduk di sofa ruang tamu.
"Aku harus bagaimana lagi, harusnya dari awal aku langsung menyesali perbuatanku bukan malah semakin menjadi dengan menghina suamiku, kan jadinya seperti ini?" gerutu Cindy menghela napas panjang.
Selama beberapa hari, Cindy dan Endrik tidak bertegur sapa. Bahkan Cindy telah memutusksn untuk sementara waktu tidak menemui selingkuhannya.
"Pi, mi. Kalian berdua sedang kenapa sih, kok nggak saling bertegur sapa sudah berapa hari ini?" tiba-tiba Meymey memecah kesunyian di sela sarapan.
"Iya, mi pi. Biasanya kalian berdua itu klop banget, kompak banget " Meylan ikut berkata.
Namun diantara Endrik dan Cindy tidak ada yang menjawab perkataan dari si kembar. Malah Endrik bangkit dari duduknya, dan memutuskan untuk pergi ke kantor expedisi.
"Mi, sebenarnya ada apa sih? apa papi sedang marah sama mami, setahu kita kalau kalian marahan nggak sampai berhari-hari?" kembali lagi Meymey bertanya.
"Nggak ada apa-apa kok, mungkin papi sedang kecapean. Kaget juga bisa, karena terbiasa kerja di perusahaan besar dan bukan di jasa expedisi. Sekarang di jasa expedisi, mungkin sedikit menyita waktu istirahatnya," jawab Mami Cindy berbohong.
"Hem, syukurlah kalau nggak ada masalah yang serius," kata Meylan.
"Mi, aku pergi dulu ya." Meymey bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.
"Meylan juga ya, mih." Meylan ikut juga pergi.
"Hem, setiap hari seperti ini. Bagaimana aku nggak suntuk di rumah sendirian?" batin Cindy.
"Tapi aku nggak ingin keluyuran dulu, sebelum suamiku benar-benar memaafkan aku." Gerutunya seraya merapikan meja makan.
Tanpa sepengetahuan Cindy, Endrik telah mendaftarkan gugatan cerainya ke kantor pengadilan. Dan Endrik diam-diam juga menyelidiki tentang jati diri selingkuhan Cindy.
__ADS_1
"Aku sudah menemukan rumah pria brengsek itu, lihat saja aku akan memberi pelajaran yang setimpal." Gerutunya.
Di saat pria selingkuhan Cindy berada di kantor, Endrik menyempatkan diri bertandang ke rumah pria tersebut untuk menemui istri pria tersebut.
"Anda siapa? sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya, jika keperluan anda dengan suami saya lebih baik anda langsung saja ke kantornya " wanita ini bertanya saat Endrik menyambangi rumahnya.
"Perkenalkan, nama saya Endrik. Saya sengaja kemari untul bertemu dengan anda, tapi untuk membicarakan mengenai ulah suami anda di luar rumah," Endrik mengulurkan tangannya.
"Saya Meta, istri Meo. Maaf, saya nggak mengerti apa maksud perkataan anda, Tuan?" Meta mengernyitkan alisnya.
"Beberapa hari yang lalu, suami anda ketahuan selingkuh dengan istri saya...
Belum juga Endrik selesai berbicara, Meta telah menyela.
"Nggak mungkin suami saya berani menghianati saya," Sela Mela.
"Tolong dengarkan dulu cerita saya sampai selesai, dan saya juga akan memperlihatkan bukti-bukti perselingkuhan mereka," Endrik kembali berkata.
"Baiklah, silahkan lanjutkan kembali cerita anda. Mohon maaf tadi saya memotong perkataan anda," kata Meta menghela napas panjang.
Juga percakapannya antara dia dengan Meo dan Cindy. Semua bukti di perlihatkan pada Meta, dan sempat nyaris membuat Meta pingsan.
"Aku sungguh tak percaya dengan apa yang telah suamiku lakukan, tega sekali berkhianat padaku!" Meta perlahan menitikkan air mata saat melihat foto perselingkuhan suaminya dan Cindy.
"Terima kasih, anda telah membuka kebusukan suami saya. Terus sekarang apa yang anda lakukan setelah tahu istri anda selingkuh dengan suami saya?" Meta ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Endrik.
"Saat ini saya sedang menggugat cerai istri saya, karena saya sudah tak ingin lagi bersama wanita yang tak bisa setia," jawab Endrik seraya pandangannya menerawang entah kemana.
"Kalau anda sendiri bagaimana?" Endrik balik bertanya pada Meta.
"Saya juga akan melakukan hal yang sama seperti anda. Apalagi semua yang dia nikmati adalah murni harta saya." Jawab Meta.
"Maafkan saya, yang telah lancang membuka aib perselingkuhan suami anda dengan istri anda. Tapi saya nggak ingin, anda terus di bodohi oleh suami anda sendiri," kata Endrik.
"Justru saya berterima kasih pada anda, jika anda tidak memberitahu pada saya, kemungkinan saya tidak akan mengetahui kebejadan suami saya. Saya juga nggak rela jika harta saya di pergunakan untuk berfoya-foya untuk wanita lain," kata Meta mencoba tersenyum walaupun hatinya sakit bagai di sayat sembilu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi pamit pulang." Endrik bangkit dari duduknya dan menyalami kembali Meta.
Seperginya Endrik, Meta lekas menelpon pengacara pribadinya untuk segera datang ke rumah.
Tak berapa lama kemudian, pengacara tersebut telah datang di rumah Meta.
"Apa anda serius ingin bercerai dengan suami anda, Nyonya?" tanya sang pengacara memastikan.
"Ya, saya sangat yakin. Dan ini semua bukti perselingkuhan suami saya dengan istri orang." Meta menyerahkan beberapa bukti perselingkuhan tersebut pada sang pengacara.
"Hem, baiklah. Saya akan segera mengurus semuanya secepatnya, Nyonya." Sang pengacara mengambil semua bukti perselingkuhan Meo.
"Pastikan jika suami saya tidak membawa harta saya sepeserpun, karena dia telah menggunakan uang saya untuk menyenangkan wanita lain," Meta kembali berucap.
"Baik, Nyonya." Jawabnya singkat.
"Apa ada lagi yang ingin di bicarakan, Nyonya?" tanya sang pengacara kembali.
"Tolong jangan beri tahu hal ini pada suami saya, biar ini menjadi sebuah kejutan buatnya atas apa yang telah dia lakukan terhadap saya," kata Meta menahan sesak di dada.
"Siap, Nyonya. Jika sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, saya mohon pamit karena akan segera saya urus berkas-berkas Nyonya, supaya urusan Nyonya dengan suami segera selesai." Pamit sang pengacara tersenyum ramah.
"Tidak ada, terima kasih pak." Meta menyalami pengacaranya.
"Lihat saja, sebentar lagi kamu akan menjadi gembel setelah bercerai dariku!" batin Meta.
Tak lupa Meta juga telah membekukan semua rekening pribadi milik Meo, supaya suaminya tidak lagi menghamburkan uangnya untuk wanita lain.
Endrik juga merasa lega setelah membongkar perselingkuhan istrinya pada istri selingkuhan suaminya.
"Ini pelajaran buat Cindy dan selingkuhannya, biar keduanya mendapat balasan dari apa yang telah mereka lakukan," batin Endrik.
*********
Mohon maaf jika karya masih remahan rengginang karena tahap belajarππππ
__ADS_1