
Setelah mendengar penuturan dari Johan, Reynold baru bertepuk jidat. Menyadari kebodohannya, tapi semua sudah terjadi.
"Kenapa aku nggak terpikiran sampai sejauh itu ya? bodohnya aku." Batin Reynold.
Seperginya Johan dan Wirya, Reynold berangkat ke kantor. Seperti biasa dengan bodyguard dan kali ini penjagaan 2x lipat, karena anak buah Johan juga ikut berjaga-jaga.
Namun pagi ini perjalanan lancar, tidak ada halangan apapun. Begitu pula saat Reynold pulang dari kantor, tidak ada halangan apapun.
"Aneh, hari ini perjalananku lancar tidak ada halangan seperti hari lalu. Apa mereka telah lelah menerorku, atau telah mengetahui jika ada pihak polisi yang telah menjagaku?" gerutu Reynold dalam hati.
"Hem, semoga benar-benar tidak ada lagi kericuhan. Semoga selalu seperti ini." Kembali Reynold menggerutu di hati.
Sementara perusahan expedisi Endrik kini telah stabil kembali. Hanya dalam waktu singkat. Bahkan sudah waktunya Meymey dan Reynold menikah.
Semua tertunda gara-gara kericuhan yang terjadi pada Reynold dimana selalu di ganggu oleh para anak buah Alex.
__ADS_1
Hingga suatu malam, Reynold membicarakan tentang rencana pernikahannya dan Meymey.
"Om, tante. Saya kemari karena ingin membahas tentang pernikahan kami yang sempat tertunda waktu itu karena permasalahan saya." Reynold mulai membuka pembicaraan.
"Saya ingin minta maaf, pernikahan yang seharusnya di selenggarakan 1 bulan yang lalu jadi sempat terbengkalai." Reynol merasa tidak enak dengan orang tua Meymey.
"Nggak apa-apa, Nak Rey. Kami bisa memahami kok, jadi nggak usah merasa nggak enak pada kami." Endrik menyunggingkan senyum.
"Terima kasih, om dan tante. Hari ini saya ingin membahas pernikahan saya dengan Meymey. Tolong kalian pilihkan tanggal yang baik di bulan ini juga. Biar untuk keperluan yang lain saya yang mengaturnya." Kata Reynold.
"Saya telah mengatur semua dari hotel, catering dan yang lainnya. Kita tinggal melaksanakan foto prewedding dan lain sebagainya." Kata Reynold kembali.
Reynold berpamitan pulang, setelah semua yang ada di pikirannya telah di luangkan dan di tumpahkan di dalam diskusi tadi.
"Aku sudah tenang, karena telah mengeluarkan semua yang ada di pikirkanku. Akhirnya aku akan menikah juga dengan Meymey di bulan ini juga. Semoga acaranya kelak tidak ada halangan sama sekali." Batin Reynold seraya tersenyum bahagia.
__ADS_1
Rasa bahagianya di sampaikan pula pada Om Wirya.
"Om, bisa bantu aku lagi nggak?" tanya Reynold tiba-tiba di suatu pertemua dirinya dengan Wirya.
"Bicara saja, Rey. Sudah berapa kali om bilang supaya kamu janganlah sungkan karena om telah menganggapmu sebagai anak sendiri." Wirya menyunggingkan senyum.
"Om, bulan ini juga aku akan menikah dengan Mey. Aku ingin minta bantuan pada om, supaya kelak acaraku berjalan lancar dan tidak ada lagi halangan. Karena aku sangat khawatir, segerombolan orang yang sering menggangguku akan datang untuk membuat gaduh." Kata Reynold seraya menghela napas panjang.
"Wah, akhirnya kamu akan melepas masa lajangmu juga. Kamu nggak usah khawatir, dengan senang hati om akan membantumu." Om Wirya menyunggingkan senyum.
"Terima kasih ya, om. Selalu membantuku." Reynold memeluk Om Wirya.
"Sama-sama, Rey. Anggap saja om ini pengganti papimu." Kata Om Wirya seraya mengusap punggung Reynold.
Setelah mengetahui jika ponakannya akan menikah, Om Wirya menghubungi Johan. Dia sengaja meminta tolong pada Johan.
__ADS_1
Jika kelak Reynold menikah, Wirya ingin Johan dan anak buahnya berjaga-jaga di acara pernikahan Reynold.
*********