Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Terbongkarnya Kejahatan Meymey


__ADS_3

"Baik, Tuan. Saya sebagai seorang perawat telah di sumpah untuk berbuat kebaikan selama dalam tugas saya sebagai seorang perawat. Jadi saya pasti membela yang benar," kata Entin.


"Mba, ini obat saya yang harus di minum tiap harinya. Tapi tolong di simpan mba, supaya istri saya tidak tahu." Akex melirik ke kantong kemeja yang di kenakannya.


"Permisi, Tuan. Saya ambil obatnya." Entin merogoh kantong kemeja Alex.


"Ya sudah, saya mau istirahat terlebih dulu." Alex menutup matanya.


Sementara Entin keluar dan melangkah ke dapur dimana ada Inah.


"Mba Inah, sudah lama kerja di sini?" tanya Entin.


"Sudah, dari istri sah Tuan Alex masih hidup." Jawab Inah ramah.


"Berarti mba sudah hafal dengan sifat majikan mba ya?" tanya Entin kembali.


"Iya mba, saya hafal. Kalau Tuan Alex sangat baik, kalau istri sirinya judesnya minta ampun." Jawab Inah.


"Loh, kalau istri sahnya sudah meninggal. Kenapa istri sirinya nggak di nikahi resmi ya?" Kata Entin.


"Mungkin Tuan Alex berpikir seribu kali kalau ingin meniksh resmi dengan wanita judes itu." Jawab Inah.


Setelah percakapan sejenak kedua pekerja yang ada di apartement Alex. Mereka melanjutkan kembali pekerjaannya. Selagi Alex tidur, Entin membantu kerjaan Inah.


Keduanya akur dan saling bekerjasama, tidak pernah ada selisih paham.


Sementara Endrik juga telah sehat, dia telah kembali beraktifitas. Bahkan dia juga rutin jenguk Meylan dan Cindy di dalam lapas.


*******


Setelah sebulan lamanya menjalani perawatan rutin dari Dokter Raka dan tanpa sepengetahuan Meymey. Akhirnya Alex telah sembuh total.


"Lihatlah saja, Mey. Aku akan jebloskan kamu ke penjara karena sudah terbukti meracuniku," batin Alex mendengus kesal.


Bangun tidur, Alex langsung bersiap-siap akan ke kantor. Kebetulan Meymey terlambat bangun, saat dia bangun mendapati Alex telah pulih, dia sangat kaget.


"Mas, kamu sudah sehat?" Meymey pura- pura tersenyum bahagia.


"Kamu nggak usah berpura-pura, Mey. Sebenarnya kamu kaget kan, kenapa aku tidak mati tapi malah sehat?" Alex melirik sinis.


"Kamu ngomong apa sih, mas? aku beneran senang kalau kamu sudah sehat kembali." Meymey menahan emosinya.

__ADS_1


"Dasar wanita bermuka dua, dalam hatimu kesal karena usahamu untuk menyingkirkanku gagal!" Alex melotot pada Meymey.


"Mas, kok dari tadi kamu berpikiran buruk tentangku? mana ada istri berusaha menyingkirkan belahan jiwanya, suaminya sendiri. Ngaco kamu, mas!" Meymey masih saja mengelak.


"Memang ada istri yang seperti itu yaitu kamu, mencoba meracuni aku. Untung aku bisa membongkar kebusukanmu itu, jika tidak mungkin aku telah mati." Alex melirik sinis pada Meymey.


"Semua bukti telah mengarah padamu, aku telah menyimpan sample racun yang ada di dalam air teh yang kamu buat untukku, siap-siap saja kamu mendekam di dalam penjara!" Ancam Alex menyeringai sinis.


"Mas, bisa jadi itu perbuatan asisten rumah tanggamu. Kenapa malah aku yang di tuduh?" Meymey mencoba menutupi rasa gugupnya.


"Kamu mau aku tunjukkan buktinya." Alex mengambil ponselnya, dan membuka sebuah vidio dimana Meymey sedang menabur racun ke dalam air teh yang akan di hidangkan ke Alex.


"Bagaimana pula, ada yang memergokiku saat menaruh ramuan racun tersebut," batin Meymey.


"Kenapa diam, takut kan? mau alasan apa lagi?" Alex tersenyum sinis pada Meymey.


"Aduh, mampus! aku benar-benar akan mendekam di dalam penjara untuk jangka waktu yang cukup lama," batin Meymey.


"Sekarang katakan, kenapa kamu ingin menyingkirkanku?" tanya Alex penasaran.


"Ya, aku memang berniat menyingkirkanmu. Karena aku sakit hati atas perlakuan kasarmu terhadapku!" Meymey mendengus kesal.


"Sebenarnya memang aku salah, selama ini terlalu egois dan kasar padanya," batin Alex.


"Tapi itu bukan suatu alasan untukmu berbuat keji pada suamimu sendiri!" bentak Alex.


"Sepulang dari kantor, kita selesaikan permasalahan kita. Awas kalau kamu melarikan diri, aku pastikan ke ujung duniapun akan aku temukan!" Alex melangkah pergi begitu saja.


"Aduh, aku harus berbuat apa supaya aku tak di penjara?" Meymey merasa panik.


10 Menit kemudian, Meymey memutuskan untuk meminta tolong pada Papi Endrik. Dia lekas melajukan mobilnya ke kantor Endrik.


"Pi." Meymey langsung tersungkur duduk di sofa ruang kerja Endrik.


"Ada apa, nak? sepertinya kamu sedang ada dalam masalah?" Endrik menghampiri Meymey dan duduk di sampingnya.


Meymey menceritakan semuanya pada Endrik tanpa ada yang di tutupinya. Meymey sudah pasrah, jika Endrik marah dengan kejujurannya.


"Pi, maafkan aku. Mungkin papah juga marah padaku atas segala perbuatanku ini." Meymey tertunduk lesu.


"Nak, memang yang kamu perbuat adalah salah besar, tapi semua yang kamu lakukan ada faktor pemicunya jadi papi akan menolongmu," ucap Endrik.

__ADS_1


"Papi paham, kamu melakukan semua itu karena kesal pada suamimu yang selalu bertindak kasar padamu. Tapi seharusnya kamu nggak boleh membalasnya dengan melakukan kejahatan. Itu sama saja kamu main hakim sendiri. Tapi semua sudah terjadi, paling papi yang aksn mencoba bicara pada Alex." Endrik tersenyum.


"Tapi kamu harus janji, jika usaha papi membujuk suamimu berhasil. Kamu jangan pernah melakukan hal seperti ini kembali," pinta Endrik.


"Terima kasih, pi. Baiklah, aku nggak akan mengulang kesalahan yang sama kembali." Janji Meymey seraya memeluk Endrik.


"Ya sudah, kamu pulang. Nanti papi sepulang kerja langsung ke rumahmu untuk bertemu suamimu." Perintah Endrik.


"Baiklah, pi. Terima kasih." Meymey beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dari kantor Endrik.


Meymey melajukan mobilnya menuju rumah. Hatinya sedikit lega setelah bertemu dengan Endrik.


"Semoga nanti usaha papi dalam membujuk Alex berhasil. Aku nggak ingin mendekam di penjara seperti Meylan dan Mami," batin Meymey.


Hingga tak terasa waktu telah sore, dimana Alex telah pulang. Tapi Alex tak mau meminum ataupun makan buatan dari Meymey.


"Duduklah, aku ingin bicara padamu." Perintah Alex pada Meymey.


Saat Meylan akan duduk, datanglah Endrik.


"Silahkan duduk, papi mertua. Tumben kemari?" Alex berbasa basi.


"Lagi kangen sama Meymey, karena di rumah sepi nggak ada Mami Cindy dan Meylan," jawabnya singkat.


"Kebetulan sekali papi mertua kemari, aku juga inging mengutarakan sesuatu," Alex tersenyum ramah.


Kemudian Alex menceritakan semua perbuatan jahat Meymey.


"Maaf, Alex! putri saya akan melakukan hal nekad jika dia terpicu oleh amarah. Apa sebelumya kalian sering sedang bertengkar" Endrik bertanya menyelidk.


Endrik sengaja tak bercerita pada Alex jika sebenarnya dia telah mengetahui semua dari Meymey.


"Papi mertua sebaiknya tanya langsung pada Meymey." Katanya seraya menahan geram.


"Mey, kenapa kamu ingin melenyapkan susmimu sendri?"


Meymey juga tidak menegur papinya jika tadi dia telsh bercerita pada Endrik. Meymey lekas menceritakan apa yang menjadi pemicu dirinya melakukan hal sekeji itu pada Alex.


*******


Mohon dukungan like,vote,favorit..

__ADS_1


__ADS_2