Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Akal Licik MeyMey


__ADS_3

Meymey kesal dengan ucapan Alex, dia mengacak-acak semua barang di kamar hingga berantakan.


Kegaduhan yang di lakukan Meymey mengundang rasa ingin tahu Alex. Dia melangkah menuju ke kamar. Namun saat melihat kamar berantakan bagai kapal pecah, Alex sangat emosi.


"Mey, apa yang kamu lakukan! seenaknya kamu merusak perabotanku, dan membuat berantakan kamarku!" Alex menarik lengan Meymey.


"Itu salahmu, kenapa di depanku kamu memuji wanita lain. Wanita yang sangat aku benci!" Meymey menatap tajam Alex.


"Plak plak" dua tamparan mendarat kencang di pipi Meymey.


Sepontan raut wajah Meymey berubah drastis, matanya mulai basah. Dia tak dapat berkata-kata lagi, hanya diam seribu bahasa.


"Cepat bereskan kekacauan yang kamu buat, kembalikan kondisi kamar seperti sedia kala. Harus bersih dan rapi! jka tidak, kamu nggak boleh tidur di dalam!" Alex melotot pada Meymey.


"Ogah, untuk apa kamu bayar asisten rumah tangga jika bukan untuk membersihkan rumah," Meymey menolak.


Hingga Alex naik pitam, tambah emosi.


"Cepat bersihkan!" Alex menarik rambut Meymey dan mendorong tubuhnya ke lantai dimana berserakan pecahan keramik vas bunga dan pecahan kaca.


Salah satu tangan Meymey bertumpu pada pecahan kaca, dan berdarah karena ada pecahan kaca yang menancap di tangan.


"Auw sakit, tolongin dong mas." Meymey memohon pertolongan.


"Cepat bereskan, jika aku kembali belum rapi. Kamu akan aku kunci di gudang, dan jangan sekali-sekali meminta bantuan para asisten rumah tanggaku." Alex berlalu pergi begitu saja meninggalkan Meymey yang kesakitan karena tangannya tertancap pecahan beling.


"Ini semua gara-gara Fanie, aku pasti akan membalas perbuatannya." Meymey meringis kesakitan saat menarik pecahan kaca yang menancap di telapak tangannya.


Meymey mengobati lukanya, setelah itu dia membersihkan kekacauan yang telah di buatnya sendiri. Walaupun sesekali berhenti karena rasa sakit di salah satu pergelangan tangannya.


2 Jam berlalu, Alex pulang kerumah.


"Hem, baguslah sudah rapi kembali. Tapi awas jika kamu berulah seperti ini lagi, aku akan menghukummu lebih parah lagi! camkan itu!" Alex mencengkeram rahang Meymey seraya melotot.


Alex langsung merebahkan badannya di pembaringan tanpa menghiraukan Meymey.

__ADS_1


"Dasar tua bangka nggak punya ahlak, lihat saja. Aku pasti akan buatmu menyesali semua perbuatanmu padaku," batin Meymey.


Meymey tidur dengan membelakangi tubuh Alex. Hingga jam 6 pagi Alex bangun, dia langsung bersiap-siap ke kantor tanpa mempedulikan Meymey yang masih tertidur pulas.


"Dasar wanita malas, harusnya sebelum suami bangun, istri terlebih dulu yang bangun." Alex menggerutu seraya menatap sinis pada Meymey yang sedang tidur pulas.


Alex segera berangkat ke kantornya, namun pikirannya selalu terbayang pada wajah Fanie.


"Sial, kenapa wajah wanita itu kok selalu ada di pikiranku! haduh, jadi nggak konsentrasi dalam bekerja." Alex kesal seraya melempar penanya kesembarang tempat. Sesekali dia memijit pelipisnya yang sedikit pusing.


Sementara di apartement yang di tempati oleh Endrik, dia sedang merasakan kesepian karena tidak ada anak dan istri.


Dia pergunakan waktu kesendiriannya hanya untuk bersenang-senang dengan para wanita bayarannya.


"Sampai kapan aku seperti ini, hidup dalam kesendirian. Kerjaku hanya aku hamburkan buat para wanita bayaranku, sebenarnya ada rasa lelah juga. Ingin hidup normal seperti dulu lagi di saat masih ada istri dan anak," batin Endrik seraya menghela napas panjang.


Sesaat Endrik melamunkan masa lalu di saat masih hidup bersama istri dan anak-anaknya.


Tak terasa bulir bening keluar dari pelupuk matanya. Dan tak terasa pula, matanya perlahan tertutup tertidur pulas.


********


"Mey, kamu kok nggak hamil-hamil juga?" Alex menatap tajam Meymey.


"Baru 3 bulan, sudah minta aku hamil lagi. Dikira orang hamil dan melahirkan gampang!" Meymey berkata ketus pula.


"Itu sudah kodratnya seorang wanita, hamil, melahirkan dan mengurus anak. Jadi nggak usah di keluh kesahkan," Alex kembali berkata.


"Aku tahu, tapi setidaknya beri aku waktu. Masa baru 3 bulan berlalu aku di suruh buru-buru hamil. Apalagi aku kan melahirkan secara caesar, minim hamil lagi kalau sudah 2 tahun jarak dari kelahiran yang pertama," Meymey berbicara panjang lebar.


"Hem, jika seperti itu lebih baik aku sudahi saja pernikahanku denganmu, biarlah aku mencari wanita lain saja." Alex menyeringai sinis dan berlalu begitu saja.


"Sebelum itu terjadi, aku akan menyingkirkanmu terlebih dulu. Dasar tua bangka," batin Meymey kesal.


"Aku harus segera bertindak cepat untuk menyingkirkan tua bangka itu, supaya semua hartanya tidak jatuh pada wanita lain." batin Meymey.

__ADS_1


Saat Alex sedang berada di kantornya, Meymey melancarkan aksinya dengan mencari racun. Untuk meracuni Alex supay semua harta jatuh di tangannya.


"Mey, tolong buatkan minuman hangat." Alex baru pulang dari kantor.


"Iya, mas." Meymey lekas ke dapur.


"Inilah saatnya aku menyingkirkan si tua bangka nyebelin itu." Meymey mengeluarkan botol kecil berisi racun.


Meymey mengamati kondisi di sekitar, setelah benar-benar aman dia menuangkan sedikit bubuk racunnya.


"Sedikit demi sedikit saja ya sayang, karena aku nggak ingin kamu langsung mati. Tapi aku ingin kamu mati secara pelan-pelan supaya kamu tersiksa," batin Meymey menyeringai licik.


"Ini, mas. Minumannya," Meymey menyerahkan teh manis hangat pada suaminya.


Alex segera meminumnya, dan tiba-tiba rasa kantuk datang. Alex tertidur di sofa ruang tamu.


"Hem, ini tahap awal kamu merasa kantuk dan lemas. Ntar lama-lama kamu tak bisa menggerakkan seluruh tubuhmu, dan semakin hari kamu akan semakin melemah," batin Meymey tersenyum licik menatap Alex.


Alex tertidur begitu pulasnya, hingga pagi hari dia baru terbangun.


"Ampun dah, kenapa aku bisa terlelap tidur di sofa hingga pagi? hem mungkin karena terlalu capai dengan pekerjaan kantorku." Alex mencoba bangun, namun terhuyung jatuh kembali ke sofa.


"Mey, cepat kemari!" Alex berteriak dengan lantangnya.


"Iya, mas." Meymey datang dengan secangkir teh manis di tangannya.


"Minum dulu, mas. Biar segar badannya." Meymey menyerahkan secangkir teh tersebut pada Alex.


"Mey, kenapa kamu nggak membangunkanku untuk pindah tidur di kamar." Alex meminum tehnya seraya perlahan-lahan.


"Aku sudah berkali-kali membangunkanmu, mas. Tapi kamu nyenyak sekali." Meymey sok perhatian memijiti bahu Alex.


"Kamu pasti cape sekali ya, mas." Meymey terus saja memijit bahu Alex.


"Iya, di kantor sedang banyak kerjaan. Ini juga entah kenapa badanku masih terasa lemas." Alex meminum habis teh buatan Meymey tanpa ada rasa curiga.

__ADS_1


"Bagus, tua bangka penurut." batin Meymey puas saat melihat teh buatannya di minum habis oleh Alex.


*******


__ADS_2