Perubahan Gadis Culun

Perubahan Gadis Culun
Bantuan Johan


__ADS_3

Pagi harinya, Om Wirya menyambangi rumah Johan. Om Wirya bergerak cepat, dia segera menghubungi Johan sahabat baiknya yang bekerja sebagai aparat hukum.


Om Wirya menjelaskan duduk permasalahannya pada Johan sedetail mungkin. Namun Johan meminta kedatangan Reynold supaya lebih jelas lagi permasalahannya.


"Wirya, sebaiknya kita ke rumah Rey sekarang. Biar aku mendengar langsung ceritanya dari Rey. Karena dia yang mengalami teror ini." Ajak Johan menatap lekat Wirya.


"Baiklah, Johan. Mari kita berangkat ke rumah Rey, sebelum dia keburu ke kantor." Wirya melangkah keluar dari rumah Johan.


Johan mengikuti langkah Wirya menuju mobil Wirya. Wirya melajukannya ke mension Reynold. Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di mension Reynold.


"Om Wirya, pagi sekali kemari?" Reynold menyalami Om Wirya dan Johan.


Dari jauh anak buah Alex melihat pertemuan antara Rey dengan Wirya dan Johan.


"Bukankah itu Letnan Johan, salah satu petinggi di kepolisian kota ini. Wah aku harus lapor bos." Anak buah Alex lekas menelpon Alex.


📱"Bos, sepertinya tarjet telah melaporkan tindakan kita pada aparat polisi."

__ADS_1


📱"Bagaimana kamu tahu hal itu?"


📱"Saat ini saya sedang berada di luar rumah tarjet, dan saya melihat Letnan Johan ada disini."


📱"Hem, kalau begitu untuk hari ini kalian jangan beraksi dulu. Baik pagi maupun sore, kemungkinan mereka melapor."


📱"Baik, bos. Saya akan konfirmasi pada teman-teman."


Setelah memberitahu akan hal itu, anak buah Alex menutup telponnya dan lekas memberitahu pada teman-temannya, untuk sementara waktu aksi di hentikan.


Lain halnya dengan Alex yang saat ini sedang marah kembali mengetahui akan hal ini.


"Aku harus benar-benar bersabar kalau begini. Apa aku harus cari cara lain, tapi apa ya?" gerutunya seraya mondar mandir dan memijit pelipisnya.


Sementara saat ini Reynold sedang menjelaskan panjang lebar pada Johan tentang apa yang di alaminya selama ini.


Johan mendengarkan dengan seksama semua yang di katakan oleh Reynold. Dan mengambil kesimpulan jika ada yang tak suka dengan Reynold.

__ADS_1


Johan bertanya bagai wartawan tentang semua klien Reynold. Ataupun saingan bisnisnya. Namun Reynold merasa jika saat ini tak pernah punya saingan bisnis.


"Ya sudah, mulai hari ini pagi dan sore hari. Aku akan memerintah beberapa anak buahku untuk menjagamu dari jarak jauh," Kata Johan antusias.


Setelah bercengkrama cukup lama, Johan menelpon beberapa anak buahnya yang terpercaya, untuk mulai menjaga Reynold pagi hari ini.


Johan dan Wirya pamit pulang.


"Nak, kamu nggak usah khawatir. Kalau mau kerja berangkat saja seperti biasa." Pesan Johan tersenyum seraya menepuk bahu Reynold.


"Baik, om. Terima kasih atas bantuannya, berarti saya sudah nggak perlu menugaskan anak buah saya untuk mengawal saya atau bagaimana?" Reynold meminta saran dari Johan.


"Itu terserah kamu, karena om nggak bisa memberi keputusan mengenai hal ini. Jika di rasa perlu ya nggak apa-apa, kerahkan juga anak buahmu untuk terus menjagamu ini juga lebih baik. Jadi ada dua penjaga kusus."


"Seharusnya saat kalian di serang dan berhasil mengalahkan musuh, kenapa juga kalian nggak meringkus musuh dan membawanya ke kantor polisi. Jadi permasalahan nggak sampai berlarut-larut."


Demikian penjelasan dan saran dari Johan.

__ADS_1


*****


__ADS_2