
Pernikahan yang telah di nantipun tiba waktunya, tamu undangan sudah berkumpul di hotel berbintang lima.
Keluarga Stevenpun hadir, begitu juga Fanie dan grandma. Semua merasa bahagia atas pernikahan Meymey dan Reynold.
Walaupun ini bukanlah pernikahan Meymey yang pertama, namun pernikahan kali ini yang sangat berkesan baginya. Karena kali ini Meymey menikah dengan pria yang benar-benar dia cintai.
Seperti yang sudah di atur sebelum jauh hari, Johan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk berjaga di acara pernikahan Reynold.
Kabar gembira pernikahan Meymey juga sampai di telinga Alex, dia telah merencanakan hal yang paling mengerikan yakni ingin membuat kekacauan di pernikahan Meymey.
"Bagaimana, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?" tanya Alex pada salah satu anak buahnya.
"Sudah, bos. Saya siap mati demi keluarga saya, tapi bos jangan ingkar janji akan selalu memberi santunan pada istri saya setiap bulannya." Jawab sang anak buahnya.
"Kamu nggak usah khawatir, aku akan tepati janjiku asal kamu benar-benar melakukan apa yang aku mau dan usahakan kamu tepat sasaran pada tarjet." Janji Alex pada anak buahnya itu.
"Baiklah, bos. Saya percaya dengan bos, dan saya tidak akan mengecewakan bos." Katanya antusias.
Setelah rencana mereka cukup matang, merekapun berangkat ke acara pernikahan Meymey. Walaupun sebenarnya mereka tidak di undang sama sekali.
"Bu, jaga anak kita ya. Aku melakukan semua ini demi kamu dan anak kita, supaya hidupnya terjamin." Batin anak buah Alex.
Ternyata Alex memerintahkan salah satu anak buahnya untuk melakukan bom bunuh diri di acara pesta pernikahan Meymey dan Alex.
"Kamu turun dulu dan usahakan bisa masuk dalam dan mendekati mempelai pria." Perintah Alex pada anak buahnya tersebut.
"Baiklah, bos." Anak buah Alex mengintai tengok kanan kiri, setelah aman dia turun dengan pakaian lusuh menyamar sebagai fakir miskin.
Sementara Alex masuk dalam pesta tersebut, padahal dia tidak di undang tapi dia lihai dengan merekayasa undangan palsu.
__ADS_1
"Aku nggak terima, Mey. Kamu berbahagia di atas deritaku." Batinnya seraya menghampiri sang mempelai.
"Loh, setahuku tak mengundang ini orang. Tapi kenapa dia datang kemari, dan bisa begitu saja masuk kemari." Mey terpaku saat melihat kedatangan Alex.
"Kenapa, Mey. Kok wajahmu seperti sedang melihat hantu, aku kemari karena ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan pemuda ini." Alex menyeringai sinis.
Meymey hanya diam saja, tak menanggapi ucapan Alex. Sementara Alex menyalami Meymey dan Reynold.
"Ini orang untuk apa kemari, jangan sampai membuat onar di tempat ini!" batin Endrik.
Dia tak berani menegur Alex karena banyaknya tamu undangan yang datang. Dia hanya menatap tak suka dengan datangnya Alex di acara pernikahan Meymey.
Setelah memberi ucapan selamat pada kedua mempelai, Alex lekas pergi dari tempat itu dan tak lupa memberi kode pada anak buahnya untuk segera beraksi.
Alex melangkah pergi keluar dari pesta meriah tersebut.
"Semoga usaha anak buahku berhasil, karena sampai kapanpun aku nggak akan rela melihat Meymey bahagia bersama pria lain.
"Bagaimana aku bisa masuk dengan pakaian compang camping seperti ini, aku juga nggak mengira kalau masuk dalam pesta pernikahan ini tak semudah masuk dalam pesta pernikahan orang-orang." Batin anak buah Alex.
Hingga akhirnya anak buah Alex langsung saja menerobos masuk saat para penjaga di bagian penerimaan tamu sedang lengah karena sibuk mengurus para tamu undangan yang yang datang berjibun.
"Akhirnya aku bisa masuk juga, setelah cukup lama mencari celah dan kesempatan untuk bisa masuk." Anak buah Alex mencsri keberadaan mempelai pria.
Karena bom sebentar lagi sudah akan meledak. Dengan berlari kencang, tiba-tiba anak buah Alex akan menggapai Reynold. Akan tetapi kemalangan sedang berpihak pada anak buah Alex, dia tersandung dan seketika itu juga bom meledak sebelum sempat mengenai tubuh Reynold.
Para tamu undangan berlarian ketakutan, terutama para wanita berteriak histeris. Sementara Alex yang saat ini tengah berada di mobil menyeringai sinis saat mendengar bom meledak. Dia berpikir jika saat ini usaha anak buahnya telah berhasil.
"Hhaa, akhirnya kamu menjanda kembali, Mey. Baru saja menikah belum sempat honeymoon sudah harus di tinggal mati suamimu. Hhaaa, malang niang nasibmu." Batin Alex seraya terkekeh sendiri bagaikan orang gila saat mendengar ledakan daru arah pesta.
__ADS_1
Sementara seluruh anak buah Johan lekas bertindak menghadapi kegaduhan tersebut. Untung kedua mempelai bisa selamat karena tak sampai terkena ledakan bom tersebut.
Meymey memeluk erat Reynold dan gemetar ketakutan.
"Sudahlah, sayang. Kita masih di lindungi oleh Tuhan sehingga bom itu tidak meledakkan kita." Reynold berusaha menenangkan hati Meymey yang sedang ketakutan.
"Tapi, banyak tamu undangan yang menjadi korban. Bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan semua ini?" Meymey berkata lirih.
"Tenanglah, sayang. Kita pasti bisa menghadapi dan melalui semua ini, jadi kamu nggak usah mengkhawatirkan hal ini." Kembali lagi Reynold mencoba menghibur Meymey.
Alex lekas melajukan mobilnya menuju rumah karena nggak ingin dirinya di curigai.
"Akhirnya dendamku terbalaskan juga, semua usaha Endrik telah aku musnahkan. Walaupun saat ini aku dengar dia mampu bangkit kembali dan sukses kembali usahanya berkat bantuan menantunya itu. Aku bisa menyingkirkan pemuda itu." Batin Alex seraya mengemudikan mobilnya.
Kekacauan demi kekacauan yang terjadi di pesta pernikahsn sedang di urus oleh Johan beserta anak buahnya. Serta seluruh anak buah Reynold dan anak buah Wirya.
Untuk sementara waktu, Meymey dan Reynold menunda honeymoonnya. Karena untuk mengurus permasalahan yang memakan banyak korban jiwa karena bom bunuh diri yang di lakukan oleh anak buah Alex.
Semua anggota keluarga yang salah satu keluarganya terkena bom tersebut meminta pertanggung jawaban pada Reynold. Bukan cuma satu dua orang korban, tapi puluhan korban yang anggota keluarganya nggak mau tahu dengan meminta pertanggung jawaban pada Meymey dan Reynold.
"Bagaimana ini, beberapa anggota keluarga yang terkena bom minta kita yang tanggung jawab. Padahal semua itu kan bukan unsur kesengajaan, tapi suatu musibah." Keluh kesah Meymey di hadapan orang tuanya dan Reynold.
"Tenanglah, sayang. Kita hadapi ini dengan kepala dingin supaya bisa dapat jalan keluarnya. Yakin saja, semua ini pasti akan berlalu." Reynold sangat tabah dan sabar menghibur Meymey.
Seberat apapun permasalahan yang sedang di hadapinya saat ini, Reynold tak mengeluh apalagi putus asa.
"Kita akan memberi santunan pada setiap korban bom, dan kita minta bantuan Om Johan untuk menjelaskan pada semua keluarga korban kalau ini murni kecelakaan bukan unsur kesengajaan." Kembali lagi Reynold berkata dan memberi solusi.
"Iya, Mey. Papih juga nggak akan tinggal diam, akan membantumu dan suamimu." Endrik mencoba menenangkan hati Meymey.
__ADS_1
*******