
kelompok ling Tian terus berjalan, hingga mereka menemukan satu kota kecil setelah berjalan 1 hari.
"kota hoyu, kota ini jaraknya sudah tidak jauh dari sekte gunung api"
ucap Ling Tian.
"benar tuan muda, dari kota ini paling hanya memerlukan waktu setengah hari saja"
ucap long ba.
"sebaiknya kita istirahat dulu sebentar di kota ini dan mengisi perbekalan kita"
ucap Ling Tian.
akhirnya mereka memasuki kota hoyu.
"kakak itu ada manisan"
ucap Meimei sambil menunjuk kedai mansian.
"baik, ayo kita beli manisan dulu"
ucap Ling Tian sambil tersenyum.
setelah membeli manisan, Ling Tian memutuskan untuk mencari penginapan dan menginap selama satu malam, bagai manapun saat ini dia mengajak dua anak kecil.
di perjalanan mencari penginapan dia melihat keramaian di tengah jalan, tampak kericuhan sedang terjadi.
"sepertinya ada kericuhan yg terjadi di sana"
ucap Ling Tian sambil menunjuk ke arah kerumunan warga.
"tuan muda benar, apa kita ikut melihat nya atau tidak tuan muda...?"
ucap long wu.
"tentu saja, ayo kita lihat, siapa tau ada yg membutuhkan bantuan, bagai manapun kejadian seperti ini sudah sering terjadi"
ucap Ling Tian.
di tengah kerumunan warga, saat ini ada seorang wanita paruh baya yg sedang menangis sambil memeluk seorang bocah laki-laki yg berumur sekitar 12 tahunan, tapi kondisi bocah itu penuh dengan luka dan sayatan yg begitu dalam, dari lukanya itu mengalir cukup banyak darah, bocah itu juga sudah tidak sadarkan diri.
"tuan muda, keponakanku tidak mungkin mencuri, walaupun kami miskin tapi kami masih tau perbuatan yg tidak boleh di lakukan, keponakanku adalah anak baik dan berkerja sebagai kuli panggul di pasar, dia tidak akan sempat mencuri"
ucap wanita paruh baya itu sambil memeluk bocah laki-laki itu.
"kau terlalu omong kosong, keponakanmu mau mengambil kuda ku, kalau tidak mencuri lalu apa, untung bawahanku melihat nya, jika tidak, mungkin kuda kesayanganku sudah hilang..!"
ucap seorang pemuda berumur awal 20 an dengan nada marah dan arogan.
"anak itu kasihan sekali, apadahal anak itu hanya ingin mengembalikan kuda milik tuan muda hio tapi malah di tuduh mencuri"
__ADS_1
bisik salah satu warga yg menonton.
"apa kau tidak tau, kemarin saat nona muda klan zi jalan-jalan, nona muda itu memberi bonus kepada anak itu setelah membantunya membawa barang belanjaannya bersama para pelayan yg dia bawa, mereka sempat mengobrol di sepanjang jalan, dan kebetulan tuan muda hio melihatnya saat dia berada di rumah bunga, mungkin dia ingin menjebak anak itu karena bagai manapun nona muda Zu itu adalah tunangan tuan muda hio sejak kecil"
bisik warga lain nya.
"apa.berita itu benar..?"
ucap warga itu tidak percaya.
"kau lihat sendiri, kedaiku berada dekat dengan rumah bunga, tentu aku tau apa yg terjadi di sekitar sana"
ucap warga itu dengan meyakinkan.
"haiss....anak itu tidak beruntung, padahal dia hanya melakukan pekerjaan nya saja, dia tidak bersalah dalam kasus ini"
ucap warga lain.
"mau bagai mana lagi, klan dai sangat arogan apa lagi tuan muda hio yg selalu menindas orang, kita rakyat kecil tidak bisa berbuat apa-apa, tuan kota juga seakan tutup mata atas apa yg di lakukan anggota klan dai"
sahut yg lain.
Ling Tian mendengar obrolan para warga itu dan dia mulai mengerti.
"kenapa di setiap tempat pasti ada manusia yg seperti itu, ini memang sangat kejam untuk rakyat biasa, sepertinya dia perlu di beri pelajaran dan juga tuan kota ini seperti ya memiliki hubungan dengan klan dai itu"
batin Ling Tian mengambil kesimpulan secara kasar.
ucap wanita paruh baya itu sambil menangis.
"hahahahaha pencuri mana ada yg mau mengaku, dia sudah untung tidak aku habisi, dia hanya terluka saja sebagai pelajaran agar dia tidak berbuat hal kotor di kemudian hari, seharusnya kau sebagai bibinya berterimakasi kepadaku karna membantumu memberi pelajaran kepada keponakanmu itu"
ucap tuan muda hio dengan seringai dan tawa arogan.
"bibi bangunlah, bibi tidak pantas bertindak seperti ini, keponakan bibi masih bisa di selamatkan walaupun dia saat ini sekarat"
ucap Ling Tian keluar dari kerumunan dan berjalan ke arah wanita paruh baya dan keponakan nya itu.
sontak hal itu memancing tatapan semua orang.
tuan muda hio juga mengerutkan alisnya.
"hei kau siapa bocah, kau jangan ikut campur urusan orang lain, apa kau tidak tau jika anak itu ingin mencuri kuda ku"
ucap tuan muda hio.
"bocah jangan ganggu urusan tuan muda ku, atau kau akan kami hajar"
ucap seorang pria paruh baya pengawal tuan muda hio.
Ling Tian tidak menggubris ucapan mereka, dia berjongkok dan menyentuh tubuh bocah laki-laki itu dan mengalirkan elemen kayunya untuk mengobati luka anak itu, tepatnya memberhentikan pendarahan agar kondisi bocah itu sedikit lebih baik.
__ADS_1
merasa di abaikan, tuan muda hio langsung marah.
"bajingan apa kau tuli bocah, jangan ikut campur urusanku, apa kau tidak tau siapa aku ha...!"
ucap tuan muda hio dengan nada marah.
"aku tidak perlu tau siapa kau, dan sekuat apa kau, ataupun kekuatan di belakangmu, bagiku kau hanya sampah yg hanya menindas orang lemah dengan identitasmu dan bantuan dari klan sampahmu"
ucap Ling Tian sambil berdiri dari jongkoknya setelah selesai menghentikan pendarahan bocah yg sekarat itu.
ucapan Ling Tian tentu membuat terkejut semua orang, mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya pemuda yg berani berbicara seperti itu dengan tuan muda klan dai.
tuan muda hio yg mendengar itu langsung marah.
"bajingan, mau hanya rakyat jelata sudah berani menghinaku dan juga klan dai ku, kau mencari mati bocah..!"
ucap hio dengan marah.
"huh dasar sampah yg hanya bisa banyak bicara"
ucap Ling Tian, lalu ia langsung menghilang dengan langkah bayangan nya.
Ling Tian tiba di samping hio dan langsung memukul nya.
"buk....
puakk...
wuzzz...
bomm..
hio tidak sempat bereaksi sudah terkena pukulan dua kali di kepala dan juga di pinggang nya, dia terlempar beberapa meter hingga menabrak satu kedai kecil hingga hancur.
para pengawal nya yg melihat itu langsung terkejut, mereka sama sekali tidak bisa melihat gerakan Ling Tian dengan langkah bayangan nya.
para pengawal hio hanya berada di tingkat prajurit, tentu mereka tidak akan bisa melihat pergerakan Ling Tian.
semua warga yg menonton itu juga terkejut, tempat itu langsung hening seketika.
"aaaarrggghhhh...
uhukk..
suara teriakan kesakitan berhasil menyadarkan semua orang, suara itu berasal dari tuan muda klan dai.
gigi hio beberapa ada yg rontok, dia memuntahkan seteguk darah dari mulut nya.
" dasar sampah, kau bahkan tidak bisa menahan satu pukulan ku yg hanya dengan fisik murni saja"
ucap Ling Tian sinis, bagai manapun jarak kultivasi mereka terlalu jauh, Ling Tian sudah mencapai ranah kaisar tahap puncak sedangkan tuan muda klan dai itu hanya berada di ranah prajurit puncak.
__ADS_1
sebagai tuan muda klan, tentu saja dia tidak kekuarangan sumberdaya kultivasi, hal itu membuat kultivasinya tanpa hambatan yg berarti, tapi dia tidak memiliki fondasi yg kuat.