Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 140.niat pedang, tebasan kegelapan.


__ADS_3

'si..siapa kalian sebenar nya...?"


ucap sesepuh sekte gunung api sambil tergagap.


"saudara Ba, sebaik nya kita serang sekarang"


ucap Ling Tian.


mendengar ucapan Ling Tian, sesepuh sekte gunung api menjadi semakin ketakutan, tubuh nya gemetar, dia juga merasakan amarah di dalam hati nya karena pertanyaan nya sama sekali tidak di tanggapi, dia seperti tidak di anggap, siapa dia, dia adalah ahli ranah saints tapi di sini dia sama sekali tidak di lirik, ini adalah penghinaan yg memalukan bagi ahli seperti nya.


menekan rasa takut nya, emosi sesepuh sekte gunung api langsung meledak.


"bajingan, berani nya kalian mengatakan ingin menyerang sekte ku di depan ku, aku tidak perduli siapa kalian dan sekuat apa kalian, kalian sudah masuk ke wilayah sekte gunung api, kalian pantas mati.....!"


ucap sesepuh sekte gunung api dengan emosi yg meledak-ledak.


Ling Tian melirik ke arah sesepuh sekte gunung api.


"cih.."


ucap Ling Tian sebelum menghilang dengan langkah bayangan dan perpaduan konsep ruang nya.


Ling Tian muncul di belakang sesepuh sekte gunung api dengan pedang naga hitam di tangan nya.


"eh...


sesepuh sekte gunung api merasakan punggung nya menjadi dingin, dia juga merasakan aura yg sangat tajam dari belakang, saat dia ingin menoleh, semua sudah terlambat, pedang naga hitam Ling Tian sudah menebas ke arah leher nya.


"sialan"


slaaaaaassss.....


sraakk..


suara daging dan tulang terkoyak dapat terdengar, kejadian itu hanya kurang dari dua detik.


"eh....


pandangan sesepuh sekte gunung api langsung berputar, Kepala nya terpenggal dan jatuh ke bawah di ikuti oleh tubuh nya, mata nya terbelalak tak percaya.


wussss...


bukk....


suara benda jatuh langsung terdengar, debu berterbangan.


wilayah itu langsung sunyi, para tetu yg tak jauh dari Ling Tian terdiam, mata mereka terbelalak, mereka sama sekali tidak bisa melihat gerakan Ling Tian, Ling Tian terlihat menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun dan tau-tau sudah muncul di belakang sesepuh mereka dari ruang kosong dengan pedang hitam yg sudah ada di gegaman tangan kanan nya.


"i..itu..itu sesepuh tewas tanpa perlawanan, sialan selamatkan diri kalian.....!"


ucap salah satu murid yg tersadar dari keterkejutan nya.


teriakan murid itu membubarkan kesunyian di wilayah itu.


"sialan, dia membunuh sesepuh"


ucap murid lain nya.


sedangkan para tetua, mereka sudah berkeringat dingin, sesepuh mereka yg sudah berada di ranah saint *6 tewah hanya dalam waktu 2 detik oleh seorang pemuda yg umur nya tak lebih dari dua puluh tahun, kejadian macam apa ini.


tempat itu langsung ricuh.

__ADS_1


"tuan muda bertindak lebih cepat dan tanpa banyak kata, sebaik nya kita juga begitu saudara wu"


ucap long ba dengan tenang.


"kau benar saudara Ba, mari bersenang-senang, aku ke arah sana"


ucap long wu yg langung menghilang dan muncul ke arah kerumunan murid sekte gunung api.


long ba yg melihat itu juga tidak mau kalah, dia juga langsung melesat ke arah kerumunan murid lain.


tak lama terdengar suara dentuman dan teriakan yg memilukan.


aaarrggghhkk...


aaahhh...


mister....dasar..monster..aaarrgg..


tetua tolong kami...


aarrggh....


bom...


bom..


Klang...


drakktt...


kraakkk...


arrhhhkkkgh...


"sekarang giliran kalian, sudah saat nya sekte sesat seperti ini musnah, kalian sudah melakukan kejahatan dengan menculik banyak orang yg tidak bersalah hanya untuk di persembahkan kepada dua iblis kecil itu, kalian menghianati ras kalian sendiri, kalian tidak pantas untuk hidup"


ucap ling Tian dengan dingin.


"sialan tidak ada jalan lain, kita serang bocah itu bersama-sama, paling tidak kita melawan dari pada mati tanpa perlawanan"


ucap salah satu tetua, dia.langung melesat ke arah Ling Tian, Ling Tian yg melihat itu masih santai.


"ingin maju, kalian hanya berada di ranah half saint ingin melawan ku, aku akan menunjukan apa itu kesombongan"


ucap Ling Tian, dia langsung melesat tanpa menggunakan tehnik langkah bayangan nya, dia ingin mengasah kemampuan berperang nya.


wusss....


tetua itu bersenjatakan tombak, tak lama tombak dan pedang saling berbenturan.


Trak..


Trak..


Trang...


slas....


bom...


uhug...

__ADS_1


coug...


tombak milik tetua itu langsung terpotong dengan sempurna, dada nya juga tertebas oleh pedang naga hitam Ling Tian.


darah segar di muntahkan oleh tetua itu.


"kau terlalu lemah"


ucap Ling Tian dengan sombong.


"sialan kalian jangan diam saja, keluarkan senjata kalian, ayo kita seribu bocah itu...!"


ucap tetua yg lain.


tetua yg berjumlah puluhan itu langsung dengan serempak mengeluarkan berbagai senjata, ada pengguna pedang, tombak, panah, gada dan lain-lain.


"hahahhahha maju lah kalian para sampah hahahhah"


ucap Ling Tian, aura membunuh dan energi yg sangat besar langsung meledak dari tubuh ling Tian, angin kencang langsung melanda wilayah itu.


wuuus.....


"sialan tekanan macam apa ini, apa dia sudah berada di ranah dewa bela diri..?"


ucap salah satu tetua, gerakan mereka terhenti karena tekanan energi dari Ling Tian, walaupun dia masih berada di ranah saint *2 tapi lautan energi nya jauh melampaui ahli ranah saint.


"kalian tidak akan ada yg selamat"


ucap Ling Tian dingin, Ling Tian mulai mengangkat pedang nya, perlahan tapi pasti energi kuat langsung terpancar dari pedang nya.


aura kuat langsung membuat wilayah itu bergetar, perlahan energi berwarna hitam menyelimuti pedang Ling Tian, dia memiliki banyak elemen, tak terkecuali elemen kegelapan yg masih sangat lah murni.


"niat pedang...itu..itu adalah niat pedang"


ucap salah satu sosok tetua dengan tubuh gemetar, mata nya terbelalak melihat ke arah Ling Tian.


ucapan tetua itu langsung menjadi pusat perhatian.


pedang naga hitam di tanah ling Tian semakin kuat memancarkan energi hitam nya, perlahan energi hitam itu semakin membesar dan memanjang, pedang yg berada di tangan para murid langsung bergetar, tanah juga ikut bergetar.


"niat pedang, tebasan kegelapan"


ucap Ling Tian dengan nada dingin, dia mengayunkan pedang nya ke bawah, tekanan luar biasa kuat.


wuuussssss....


siluet pedang hitam besar dan panjang langsung melesat ke bawah.


"sialan, bentuk perisai pertahanan..!"


ucap salah satu tetua, dia langsung mengerahkan setengah dari energi qi nya untuk membentuk perisai berwarna merah, hal itu di ikuti oleh tetua lain nya, para murid sudah panik, ada yg ikut membuat perisai dan tidak.


"tetua bantu kami, kami tidak ingin mati...!


teriak salah satu murid dengan panik.


tidak....


aarrggh...tetua..


wusssss....

__ADS_1


krraakakkkcc...


suara tanah yg perlahan hancur bisa terdengar, banyak murid sekte yg tersungkur di tanah dan tidak dapat bergerak akibat tekanan dari siluet pedang Ling Tian.


__ADS_2